(Audio) Khutbah Jumat: Jangan Mencerca Pemerintah, Sebuah Sunnah yang Terlupakan

🔊 AUDIO KHUTBAH JUM’AT

💺 Al Ustadz Muhammad bin Umar As sewed حفظه الله

🌴🔍 JANGAN MENCERCA PEMERINTAH, SEBUAH SUNNAH YANG TERLUPAKAN

========================

📆 Jum’at, 29 Robi’ul awal 1440 H/ 07 Desember 2018

📃 Masjid Abu Bakar Ash shiddiq / Ma’had Dhiyaus Sunnah Cirebon

🔊 Radio Adhiya Cirebon

Download : http://bit.ly/2UJkA9i

💻www.salafycirebon.com

========================

🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
📲 Gabung Channel :
t.me/salafy_cirebon

✍🏻 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

◻️◻️◻️◻️◻️◻️◻️◻️◻️◻️◻️

Hukum Membatalkan Puasa Sunnah

🔷🔷 HUKUM MEMBATALKAN PUASA SUNNAH

💫💫 Oleh Syaikh Al ‘Allamah Al Faqih Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah ta’ala.

🖋🖋 Soal:
Apakah boleh orang yang berpuasa sunnah untuk membatalkan puasanya kapan saja ia mau?

✅✅ Jawab:
Iya, boleh baginya untuk membatalkan puasanya.

🌴 Akan tetapi, yang lebih utama ialah menyempurnakan puasanya.

🌷 Kecuali, ada hal-hal yang menyebabkan ia perlu untuk berbuka, seperti: memuliakan tamu, cuaca yang sangat panas dan yang semisalnya.

🌄 Hal ini karena telah datang hadits dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha yang menunjukkan apa yang telah kami sebutkan di atas. Hanya Allah-lah yang memberikan taufiq.

📚📚 Majmu’ Fatawa: 15/421.

==========

📜 حكـم قـطع صـيام التطـوع

❉ للشيخ العـلامة الفـقيه ❉
عبـد العـزيز بن عـبد الله بن بـاز
-رَحِـمَهُ اللهُ تَعَـالَى-

❪✵❫ السُّـــ↶ــؤَال ُ:

ﻫﻞ ﻳﺠـﻮﺯ ﻓـﻲ ﺻـﻴﺎﻡ اﻟﺘﻄـﻮﻉ ﺃﻥ ﻳﻔـﻄﺮ اﻟﺼـﺎﺋﻢ ﻣﺘـﻰ ﺷـﺎء؟

❪✵❫ الجَــ↶ـــوَابُ :

◉ ﻧﻌـﻢ ﻳﺠـﻮﺯ ﻟـﻪ ﺫﻟـﻚ ، ﻟﻜـﻦ اﻷﻓـﻀﻞ ﻟـﻪ ﺃﻥ ﻳـﻜﻤﻞ اﻟﺼـﻴﺎﻡ ، ﺇﻻ ﺃﻥ ﺗﻜـﻮﻥ ﻫﻨـﺎﻙ ﺣﺎﺟـﺔ ﻟـﻹﻓـﻄﺎﺭ ، ﻛـﺈﻛـﺮاﻡ ﺿـﻴﻒ ﺃﻭ ﺷـﺪﺓ ﺣـﺮ ﻭﻧﺤـﻮ ﺫﻟـﻚ

☜ ﻷﻧـﻪ ﺛﺒﺖ ﻋـﻦ اﻟﻨﺒـﻲ ﺻﻠـﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠـﻴﻪ ﻭﺳـﻠﻢ ؛ ﻣـﻦ ﺣـﺪﻳﺚ ﻋـﺎﺋﺸﺔ ﺭﺿـﻲ اﻟﻠﻪ ﻋـﻨﻬﺎ ؛ ﻣـﺎ ﻳـﺪﻝ ﻋﻠـﻰ ﻣـﺎ ﺫﻛـﺮﻧﺎ. ﻭاﻟﻠﻪ ﻭﻟـﻲ اﻟﺘـﻮﻓـﻴﻖ.

📚 المصـدر : 〘مجمـوع فـتاوى〘15/421〙

➖➖➖

🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon

📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

◻️◻️◻️◻️◻️◻️◻️◻️◻️◻️◻️

Hukum Bercanda

🏞🌅🌌 MENJAUHI CANDAAN DAN HIBURAN

✍ Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani (wafat 852 H) rahimahullah berkata di dalam Al-Fath (2/443) :

Candaan dan hiburan, hukum asalnya adalah dijauhi. Sehingga hendaknya seseorang membatasinya sesuai dengan yang ditunjukkan oleh dalil, baik dari sisi waktu maupun sifatnya, untuk memperkecil penyelisihan terhadap hukum asal. Wallahu a’lam.”

‏قال الحافظ ابن حجر العسقلاني (ت: ٨٥٢ ه) في الفتح (٤٤٣/٢):
“والأصل التنزه عن اللعب واللهو فيقتصر على ما ورد فيه النص وقتا وكيفية تقليلا لمخالفة الأصل، والله أعلم”.

🌍 Sumber : https://twitter.com/athar_fawaid?/status/1068567350146940928

➖➖➖

🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon

📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻

Keberkahan Tauhid Vs Malapetaka Kesyirikan dan Kebid’ahan

🕋💫🌏 KARUNIA TAUHID BAGI KEBAIKAN SELURUH ALAM

💬 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah ta’ala- berkata :

🔭🌏 “Barangsiapa yang memperhatikan keadaan alam ini ; niscaya dia akan mendapati bahwa setiap kebaikan di bumi ini penyebabnya adalah mentauhidkan Allah dan beribadah kepada-Nya serta taat kepada Rasul-Nya ﷺ

🌑🥀 Sebaliknya setiap kejelekan, fitnah, musibah, kekeringan, serangan musuh dan lain sebagainya yang terjadi di alam ini, penyebabnya adalah menyelisihi Rasulullah ﷺ dan seruan dakwah kepada selain Allah.”

📕📘 Majmu’ Fatawa (15/25)


✍ …. نِعْــمَةُ الـتَّـوْحـِيدِ

📌 قـ✑َـالَ شَيْــخُ الإِسـْلاَمِ ابْنُ تَيْمِيَّة
رَحِـمَــہُ اللـہ تعالــﮯ :-

❐ ومَـنْ تَـدَبـّرَ أَحْـوَالَ الـعَالـَم : وَجـَد كل صلاح فـﮯ الأرض فسبَبُـــہ توحيـد الله وعبـادتــہ وطـاعة رسولـہ – ﷺ- ،

❐ وكل شـرٍّ فـﮯ الـعالم وفـتنة وبـلاء وقحْـط وتسْلـيط عـَدُّوٍ وغـير ذلك ـسببــہ مخـالـفة الـرسول -ﷺ- والـدعوة إلى غـير الله.

📓📔 مجموع الفتاوى【 ٢٥/١٥ 】

➖➖➖

🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon

📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻

Definisi Zuhud

definisi zuhud

⌛️ DEFINISI ZUHUD⏳

🏷 Al Hafidz Abul Hasan ‘Ali Ibnu Al Madini rahimahullah berkata,

👉🏻 Sufyan Ibnu ‘Uyainah rahimahullah ditanya,

“Apa definisi zuhud?”

💫 Beliau menjawab,

“Engkau bersyukur ketika mendapatkan sesuatu yang membuatmu ridha (senang) dan engkau bersabar ketika mendapatkan musibah.

📚 [ Syu’abul Iman: 9637 ]

=====================

✍🏻 قال الحافظ أبو الحسن علي بن المديني رحمه الله :

👈🏻 قيل لسفيان بن عيينة رحمه الله : ما حد الزهد ؟

💫 قال : أن تكون شاكراً في الرضا … صابراً في البلاء …

📚 [ شعب الإيمان 9637 ]

🌍 Sumber : https://t.me/athar_alsalf

➖➖➖

🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon

📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

◻️◻️◻️◻️◻️◻️◻️◻️◻️◻️◻️

Hukum Mengucapkan Selamat Natal / Nyepi / Waisak / Imlek / Valentine Day?

Soal:

Apa hukum mengucapkan selamat untuk orang kafir yang merayakan hari raya keagamaannya?

Jawab:

Seorang muslim tidak boleh mengucapkan selamat hari raya untuk perayaan ‘Ied (hari raya) keagamaan orang-orang kafir.

Sebab, hal itu termasuk bentuk keridhaan terhadap kebatilan mereka dan membuat mereka senang.

Kata Ibnul Qayyim rahimahullah, ‘Adapun ucapan selamat untuk syiar-syiar khusus kekafiran, hal itu haram menurut kesepakatan alim ulama. Misal: ucapan selamat kepada orang kafir dalam perayaan ‘Ied (hari raya) mereka dan puasa mereka, dengan mengucapkan, ‘Semoga menjadi ‘Ied yang penuh berkah atasmu,’ ‘Selamat buatmu dengan ‘Id ini,’ atau semisalnya.

Hal itu, andaikan orang yang mengucapkannya selamat dari kekufuran, setidaknya tergolong perkara haram. Sederajat dengan mengucapkan selamat atas perbuatan sujud kepada salib.

Hal itu lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai daripada ucapan selamat atas minum khamr, pembunuhan, perzinaan, dan semisalnya. Banyak orang yang tidak menghargai agama ini terjatuh dalam hal semacam itu, tanpa tahu betapa buruk perbuatan tersebut.

Barangsiapa mengucapkan selamat untuk seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah, atau kufur, sesungguhnya dirinya terancam dengan murka Allah‘azza wa jalla.” […]

🖐❌ Jangan Langsung Berburuk Sangka Kepada Saudaramu Muslim

🖐❌ JANGAN LANGSUNG BERBURUK SANGKA KEPADA SEORANG MUSLIM

💬 Dari Sa’id bin Al Musayyib rahimahullah, beliau mengatakan,

📝 “Sebagian saudaraku dari kalangan para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pernah menulis surat kepadaku,

✅”Hendaknya engkau menempatkan urusan saudaramu pada posisi yang paling baiknya (tidak berburuk sangka), selama belum datang kepadamu bukti yang mengalahkan prasangka baikmu.

☝ Jangan sekali-kali engkau berprasangka buruk terhadap ucapan seorang muslim, selama engkau masih mendapatkan kemungkinan-kemungkinan yang baik pada ucapannya”.

📚 [Al-Istidzkar Libni ‘Abdilbarr 8/291].

‏عن سعيد بن المسيَّب قال:

(كتب إليَّ بعض إخواني من أصحاب رسول الله: أن ضع أمر أخيك على أحسنه، ما لم يأتك ما يغلبك، ولا تظنَّن بكلمة خرجت من امرئ مسلم شرًّا، وأنت تجد لها في الخير محملًا)

((الاستذكارلابن عبد البر (8/291).
➖➖➖

🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon

📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻ www.salafycirebon.com ◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻

Semua Mengaku Dirinya Benar, Bagaimana Membedakannya?

al-firqah an-najiyah

Soal: 

Banyak golongan dan kelompok yang mengaku dirinya sebagai at-hthaifah al-manshurah (Ahlus sunnah wal jamaah) sehingga masalah ini menjadi samar bagi manusia. Apa yang mesti kami lakukan, terkhusus di sana ada banyak kelompok Islam, seperti Sufi, Salafiyah, dan kelompok lainnya, bagaimana kami membedakannya?

Jawab: 

Telah ada hadits dari Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata:

“Yahudi terpecah menjadi 71 golongan, semuanya masuk neraka kecuali kelompok yang mengikuti Nabi Musa ‘Alahissalam. Nasrani juga terpecah menjadi 72 golongan, semuanya masuk neraka kecuali satu, yaitu mereka yang mengikuti Nabi Isa ‘Alaihissalam. Umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu.” Ditanyakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Siapakah firqatun najiyah (golongan yang selamat)?” Beliau menjawab, “Al-Jamaah.” Dalam lafadz lain, “Orang-orang yang menempuh jalanku dan jalan para sahabatku.” 

Inilah al-firqah an-najiyah, golongan yang selamat. Mereka adalah orang orang yang bersatu di atas kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka istiqamah di atasnya, berjalan mengikuti manhaj Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wasallam dan sahabatnya. Mereka adalah Ahlus Sunnah wal Jamaah, ahlul hadits yang mulia, salafiyun yang mengikuti salafus shalih serta berjalan dengan beramal berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah. Semua kelompok yang menyelisihi mereka diancam dengan neraka.

Maka dari itu, wajib atas Anda—wahai penanya— untuk meneliti setiap kelompok yang mengaku sebagai al-firqah an-najiyah. Anda lihat amalannya, kalau sesuai dengan syariat, merekalah kelompok yang selamat. Maksudnya, yang dijadikan mizan (timbangan/tolok ukur) untuk menilai setiap kelompok adalah al-Qur’anul ‘Azhim dan as-Sunnah yang suci. Barang siapa amalannya di atas kitabullah dan sunnah Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wasallam, dia termasuk alfirqahan-najiyah. Barang siapa tidak demikian, seperti JahmiyahMu’tazilahRafidhahMurjiah, dan selainnya, juga mayoritas kelompok sufi—yang mengada-adakan dalam agama sesuatu yang tidak diizinkan Allah Subhanahu wata’ala—semua termasuk dalam kelompok yang diancam oleh Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan neraka, sampai mereka bertobat dari penyelisihan terhadap syariat. Semua kelompok yang terjatuh pada penyelisihan syariat yang suci wajib bertobat dari penyelisihannya dan kembali kepada kebenaran yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad  Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dengan demikian, dia selamat dari ancaman. […]

Menyingkap Rahasia Manakib Syaikh Abdul Qodir Jaelani Rahimahullah

manaqib Syaikh Abdul Qadir Jailani

Soal:

Apa sebenarnya kitab manaqib Syaikh Abdul Qodir Jaelani ? Benarkah kandungan buku ini dan khasiat yang diyakini bagi yang membacanya ?

Jawab:

Menilai sebuah keyakinan harus di atas timbangan syar’i, Al-Kitab dan As-Sunnah dengan pemahaman salaful ummah (pendahulu umat ini, para shahabat, tabi’in dan atbaut tabi’in).

Acara manakiban di negeri ini bukan satu hal yang asing demikian pula nama Syaikh Abdul Qadir Jailani. Banyak pertanyaan mengenai beliau. Beliau diklaim sebagai tokoh pelopor tarekat Al-Qadiriyah. Siapa sesungguhnya Syaikh Abdul Qadir Jailani dan bagaimanakah keyakinan tentang beliau yang banyak merebak di tengah ummat??

Beliau salah seorang ulama ahlus sunnah wal jamaah namun sebagian manusia mengultuskan beliau hingga keluarlah dari al-haq (kebenaran).

Inilah salah satu sebab kesesatan, melampaui batas dalam menghormati seorang saleh, seperti apa yang menimpa kaum nasrani mereka sesat karena melampaui batas dalam menyanjung dan mengagungkan Isa bin Maryam.

Ghuluw (sikap melampaui batas) terhadap Syaikh Abdul Qadir Jailani bukan hal baru, fenomena ghuluw terhadap syaikh telah terjadi di masa lalu.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Di antara ghuluw terhadap Syaikh Abdul Qadir adalah ucapan dan keyakinan: barangsiapa membaca ayat kursi menghadap ke arah (kuburan) syaikh Abdul Qadir dan mengucapkan salam padanya, kemudian melangkahkan kaki tujuh langkah menuju arah makamnya niscaya kebutuhannya akan dipenuhi. Ucapan ini termasuk ucapan kesyirikan (lihat Majmu Fatawa 27/126-127).

Ghuluw terhadap Syaikh Abdul Qadir bisa kita saksikan pula dalam buku Lubabul Ma’ani. Buku ini terkenal dengan sebutan manaqib Syaikh Abdul Qadir Jailani. Di dalamnya kisah perjalanan hidup Syaikh Abdul Qadir dan karomah-karomahnya. […]

Inilah Syaikh Al-Albani Pakar Ilmu Hadits Abad Ini

Syaikh Al-Albani Pakar Ilmu Hadits Abad Ini

Soal:

Afwan ustadz ana mau tanya: kenapa syaikh al albany rahimahulloh bisa jadi seorang muhaddits? keutamaan apa yg beliau miliki dibanding ulama² yg lain? dan siapa saja guru² beliau? jazakumullohu khoiron

Jawab:

Untuk menjawab sebagian pertanyaan di atas, berikut kita nukilkan sebagian dari tulisan Al Ustadz Qomar Su’aidi di majalah Asy-Syariah.

Asy Syaikh al-Bani Pakar Ilmu Hadits Abad Ini

Dari Asma’ bintu Yazid, ia berkata bahwa Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam bersabda:

مَنْ ذْبَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيْهِ بِالْغَيْبَةِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُعْتِقَهُ مِنَ النَّارِ

“Barang siapa membela kehormatan saudaranya bukan di hadapannya, maka pasti Allah l akan membebaskannya dari neraka.” (Sahih, HR. Ahmad, Ibnu Abid Dunya, ath-Thabarani, dan yang lain. Lihat Shahih at-Targhib no. 2847)

Orangnya sangat berwibawa, namun begitu dekat dengan orang lain. Kecakapannya dalam berbicara membuat orang tak bosan bermajelis dengannya. Posturnya tinggi, gagah, bertopikan kopiah, dadanya bidang. Warna kulitnya putih kemerahan, layaknya orang-orang Eropa. Jenggot putih menghiasi penampilannya, apalagi saat dipoles dengan semir merah kecokelatan, semakin menambah ketampanannya. Langkah kakinya lebar, selaras dengan tubuhnya yang besar. Tak mudah seseorang mengimbanginya, walau ia telah berusia senja.
Dialah asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani bin Nuh Najati, berkuniah dengan Abu Abdurrahman.

Al-Albani adalah nisbat kepada negeri asalnya, Albania.
Beliau dilahirkan di kota Ashqadar, ibu kota Albania pada waktu itu, pada tahun 1333 H atau 1914 M. Beliau tinggal di kota tersebut selama kurang lebih sembilan tahun.

Ayah beliau adalah seorang ulama di negeri tersebut, ahli fikih Hanafi, yang dahulunya belajar ilmu syar’i di Istanbul. […]