Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Adapun di alam barzakh maka azabnya dibarengi dengan:
1. Rasa sakit karena perpisahan yang tak ada harapan untuk kembali.
2. Rasa sakit karena luputnya nikmat yang agung yang terlewatkan akibat ia sibuk dengan lawannya — yaitu maksiat.
3. Rasa sakit karena terhijab dari Allah — terhalang dari melihat-Nya.
4. Rasa sakit karena penyesalan yang merobek-robek hati.
Maka rasa cemas, duka, dan kesedihan bekerja pada jiwa mereka sebagaimana serangga dan cacing bekerja pada jasad mereka. Bahkan dampaknya pada jiwa itu terus-menerus tanpa henti, sampai Allah mengembalikan ruh mereka ke jasadnya. Maka saat itulah azab berpindah ke bentuk yang lebih dahsyat dan lebih pahit.
Maka di manakah azab itu bila dibandingkan dengan kenikmatan orang yang hatinya menari-nari karena gembira, bahagia, dan akrab dengan Rabb-nya; karena rindu kepada-Nya, karena nyaman dengan cinta-Nya, dan karena tenang dengan dzikir kepada-Nya?
Sampai-sampai sebagian mereka berkata dalam keadaan sakaratul maut: “Wâ tharabâh!” — “Alangkah bahagianya aku!”
📚 Sumber: Ad-Da’u wad Dawa’u: 77
وأما في البرزخ: فعذاب يقارنه ألم الفراق الذي لا يرجو عودة وألم فوات ما فاته من النعيم العظيم باشتغاله بضده، وألم الحجاب عن الله، وألم الحسرة التي تقطع الأكباد، فالهم والغم والحزن تعمل في نفوسهم نظير ما يعمل الهوام والديدان في أبدانهم، بل عملها في النفوس دائم مستمر، حتى يردها الله إلى أجسادها، فحينئذ ينتقل العذاب إلى نوع هو أدهى وأمر
فأين هذا من نعيم من يرقص قلبه طربا وفرحا وأنسا بربه، واشتياقا إليه، وارتياحا بحبه، وطمأنينة بذكره؟ حتى يقول بعضهم في حال نزعه: واطرباه.
━━━━━━━━━━━━━
📡 SALAFY CIREBON
━━━━━━━━━━━━━
📲 WA Official
📢 t.me/salafy_cirebon
🌐 www.salafycirebon.com
📊 Media Artikel & Faedah Ilmiah
