Fadhilatusy Syaikh Bin Baz ditanya, jika janin meninggal di perut ibunya, apakah orang tuanya harus menyembelih aqiqahnya?
Jawaban:
“Aqiqah itu (hukumnya) sunnah muakkad (yang ditekankan) dan tidak wajib. Dari seorang bayi laki-laki dua ekor kambing dan dari seorang bayi perempuan seekor kambing. Sunnahnya menyembelih pada hari ketujuh walaupun meninggal karena keguguran.
Disunnahkan juga memberi nama dan menggundul rambutnya pada hari ketujuh. Jika memberinya nama pada hari pertama tidaklah mengapa. Sebab, hadits-hadits shahih meriwayatkan dari Nabi tentang hal itu.
Telah tetap dari beliau bahwa beliau memberi nama anak beliau Ibrahim pada hari dilahirkan. Dan beliau memberi nama Abdullah bin Abi Thalhah al-Anshari pada hari dilahirkan.
Telah tsabit dari beliau dari hadits Samurah bin Jundub bahwa beliau bersabda:
كُلُّ غُلَامٍ مُرْتَهَنَّ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى
“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh juga digundul dan diberi nama.” (HR. Imam Ahmad dan ahlussunan yang empat dengan sanad yang shahih)
Telah tsabit dari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dari hadits Ummu Kurzin al-Ka’biyyah dari hadits Aisyah bahwasanya beliau shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengaqiqahi anak laki-laki dengan dua ekor kambing yang sepadan dan untuk anak perempuan dengan seekor kambing.
Telah tsabit dari beliau shallallahu alaihi wa sallam dari hadits ‘Amr bin Syua’ib dari ayahnya dari kakeknya dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, bahwasannya beliau bersabda:
مَنْ وُلِدَ لَهُ وَلَدٌ فَأَحَبَّ أَنْ يَنْسَكَ عَنْهُ فَلْيَنْسَكْ عَنِ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُتَكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ
“Barangsiapa yang dilahirkan untuknya seorang bayi, lalu ia ingin menyembelih aqiqahnya, hendaklah ia menyembelihkannya. Untuk bayi laki-laki dua ekor kambing yang sepadan dan untuk seorang bayi perempuan seekor kambing.”
Hadits-hadits ini mencakup yang keguguran dan selainnya jika telah ditiupkan ruh padanya. Yakni yang dilahirkan pada bulan kelima dan setelahnya.
Dan disyariatkan agar dimandikan, dikafani, dan dishalati apabila mati keguguran dan disyariatkan juga memberi nama dan mengaqiqahinya karena keumuman hadits-hadits yang telah disebutkan.
Allahlah yang memberikan taufik.”
📘 Sumber: Kitab Majmu’ al-Fatawa, 18/48
حكم العقيقة
سُئِلَ فَضِيلَةُ الشَّيْخِ ابْنِ بَازٍ ـ رَحِمَهُ اللهُ ـ :
إِذَا مَاتَ الْجَنِينُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ فَهَلْ يَلْزَمُ وَالِدَهُ أَنْ يَذْبَحَ عَنْهُ عَقِيقَةً؟
فَأَجَابَ بِقَوْلِهِ: الْعَقِيقَةُ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ وَلَيْسَتْ وَاجِبَةً، عَنِ الذَّكَرِ شَاتَانِ، وَعَنِ الْأُنْثَى وَاحِدَةٌ. وَالسُّنَّةُ أَنْ تُذْبَحَ فِي الْيَوْمِ السَّابِعِ وَلَوْ سَقَطَ مَيِّتًا، وَالسُّنَّةُ أَنْ يُسَمَّى أَيْضًا، وَيُحْلَقَ رَأْسُهُ فِي الْيَوْمِ السَّابِعِ، وَإِنْ سُمِّيَ فِي الْيَوْمِ الْأَوَّلِ فَلَا بَأْسَ؛ لِأَنَّ الْأَحَادِيثَ الصَّحِيحَةَ وَرَدَتْ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ.
فَقَدْ ثَبَتَ عَنْهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ سَمَّى ابْنَهُ إِبْرَاهِيمَ يَوْمَ وُلِدَ، وَسَمَّى عَبْدَ اللهِ بْنَ أَبِي طَلْحَةَ الْأَنْصَارِيَّ يَوْمَ وُلِدَ.
وَثَبَتَ عَنْهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ حَدِيثِ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: «كُلُّ غُلَامٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ، تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ، وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى» أَخْرَجَهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَأَهْلُ السُّنَنِ الْأَرْبَعِ بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ.
وَثَبَتَ عَنْهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ حَدِيثِ عَائِشَةَ وَأُمِّ كُرْزٍ الْكَعْبِيَّةِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ أَنْ يُعَقَّ عَنِ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُتَكَافِئَتَانِ، وَعَنِ الْأُنْثَى شَاةٌ.وَثَبَتَ عَنْهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ حَدِيثِ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «مَنْ وُلِدَ لَهُ وَلَدٌ فَأَحَبَّ أَنْ يَنْسُكَ عَنْهُ فَلْيَنْسُكْ عَنِ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُتَكَافِئَتَانِ، وَعَنِالْجَارِيَةِ شَاةٌ».
وَهَذِهِ الْأَحَادِيثُ تَعُمُّ السِّقْطَ وَغَيْرَهُ إِذَا كَانَ قَدْ نُفِخَتْ فِيهِ الرُّوحُ، وَهُوَ الَّذِي وُلِدَ فِي الشَّهْرِ الْخَامِسِ وَمَا بَعْدَهُ.
وَالْمَشْرُوعُ أَنْ يُغَسَّلَ وَيُكَفَّنَ وَيُصَلَّى عَلَيْهِ إِذَا سَقَطَ مَيِّتًا، وَيُشْرَعُ أَيْضًا أَنْ يُسَمَّى وَيُعَقَّ عَنْهُ؛ لِعُمُومِ الْأَحَادِيثِ الْمَذْكُورَةِ.
وَاللهُ وَلِيُّ التَّوْفِيقِ.
م ج ١٨ / ٤٨
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
━━━━━━━━━━━━━
📡 SALAFY CIREBON
━━━━━━━━━━━━━
📲 WA Official
📢 t.me/salafy_cirebon
🌐 www.salafycirebon.com
📊 Media Artikel & Faidah Ilmiah
