Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidzahullah berkata: “Dibolehkannya mengqashar shalat dimulai ketika seorang musafir telah keluar dari daerah tempat tinggalnya. Hal ini karena Allah membolehkan qashar bagi orang yang bepergian di muka bumi. Adapun sebelum ia keluar dari negerinya, maka ia belum disebut sedang bepergian di muka bumi dan belum dianggap sebagai musafir.
Nabi ﷺ pun dahulu mengqashar shalat apabila beliau telah berangkat bepergian.
Selain itu, lafal safar secara bahasa bermakna isfâr, yaitu keluar menuju tanah lapang. Disebutkan dalam bahasa Arab:
“Safaratil mar’atu ‘an wajhiha,” yakni apabila seorang wanita menyingkap wajahnya.
Maksudnya, apabila seseorang belum keluar menuju tempat terbuka yang menjadikannya tampak telah keluar dari pemukiman dan rumah-rumah penduduk, maka ia belum dianggap sebagai musafir.”
📚 Sumber: Kitab Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
📘وَيَبْدَأُ الْقَصْرُ بِخُرُوجِ الْمُسَافِرِ مِنْ عَامِرِ بِلَادِهِ؛ لِأَنَّ اللَّهَ أَبَاحَ الْقَصْرَ لِمَنْ ضَرَبَ فِي الْأَرْضِ، وَقَبْلَ خُرُوجِهِ مِنْ بَلَدِهِ لَا يَكُونُ ضَارِبًا فِي الْأَرْضِ وَلَا مُسَافِرًا، وَلِأَنَّ النَّبِيَّ ﷺ إِنَّمَا كَانَ يَقْصُرُ إِذَا ارْتَحَلَ، وَلِأَنَّ لَفْظَ السَّفَرِ مَعْنَاهُ الْإِسْفَارُ، أَيْ: الْخُرُوجُ إِلَى الصَّحْرَاءِ، يُقَالُ: سَفَرَتِ الْمَرْأَةُ عَنْ وَجْهِهَا إِذَا كَشَفَتْهُ، فَإِذَا لَمْ يَبْرُزْ إِلَى الصَّحْرَاءِ الَّتِي يَنْكَشِفُ فِيهَا مِنْ بَيْنِ الْمَسَاكِنِ، لَمْ يَكُنْ مُسَافِرًا.
💐💐💐💐💐💐
━━━━━━━━━━━━━
📡 SALAFY CIREBON
━━━━━━━━━━━━━
📲 WA Official
📢 t.me/salafy_cirebon
🌐 www.salafycirebon.com
📊 Media Artikel & Faidah Ilmiah
