Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengisyaratkan hal ini dalam Kitab-Nya ketika menyebutkan hukuman-hukuman dosa. Bahwa Dia menjerumuskan para pelakunya disebabkan perbuatan mereka sendiri, menutup hati mereka, dan menguncinya karena dosa-dosa mereka.

Dia melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan-Nya. Dia menghinakan mereka sebagaimana mereka menghinakan agama-Nya. Dia menelantarkan mereka sebagaimana mereka menelantarkan perintah-Nya.

Karena itulah Allah Ta’ala berfirman dalam ayat tentang sujudnya makhluk kepada-Nya:

ومن يهن الله فما له من مكرم

“Barangsiapa yang dihinakan Allah, maka tidak ada seorang pun yang dapat memuliakannya.” [QS. Al-Hajj: 18]

Sebab ketika mereka menganggap remeh sujud kepada-Nya, merendahkannya dan tidak melakukannya, maka Allah pun menghinakan mereka. Tidak ada yang bisa memuliakan mereka setelah Allah menghinakannya. Lalu siapa yang bisa memuliakan orang yang sudah dihinakan Allah? Atau siapa yang bisa menghinakan orang yang sudah dimuliakan Allah?

📚 Sumber: Kitab Ad-Da’u wad Dawa’u: 70


وقد أشار سبحانه إلى هذا في كتابه عند ذكر عقوبات الذنوب، وأنه أركس أربابها بما كسبوا، وغطى على قلوبهم، وطبع عليها بذنوبهم، وأنه نسيهم كما نسوه، وأهانهم كما أهانوا دينه، وضيعهم كما ضيعوا أمره، ولهذا قال تعالى في آية سجود المخلوقات له: ﴿ومن يهن الله فما له من مكرم﴾ [سورة الحج: ١٨] فإنهم لما هان عليهم السجود له واستخفوا به ولم يفعلوه أهانهم الله فلم يكن لهم من مكرم بعد أن أهانهم الله، ومن ذا يكرم من أهانه الله؟ أو يهن من أكرمه الله؟

━━━━━━━━━━━━━
📡 SALAFY CIREBON
━━━━━━━━━━━━━
📲 WA Official
📢 t.me/salafy_cirebon
🌐 www.salafycirebon.com
📊 Media Artikel & Faidah Ilmiah

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.