Sebagian orang mengira kalau Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mendha’ifkan tambahan : وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ dan menyatakan syadz hadits tersebut. Benarkah demikian?
Mungkin yang dia maksud adalah ucapan Syaikhul Islam:

لَمْ يَقُلْ: وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ

“Rasulullah ﷺ tidak mengatakan : setiap kesesatan itu di neraka.”

📘 (Majmu’ Al-Fatawa, jilid 19 hlm 191)

Padahal ini sama sekali beliau tidak mengatakan hadits tersebut dha’if atau syadz, karena memang dalam sebagian riwayat tidak disebutkan tambahan tersebut.

Berikut akan kami sampaikan beberapa ucapan beliau yang menyatakan shahihnya tambahan tersebut dan bahkan dijadikan sebagai hujjah:

1. Dalam Al-Fataawa Al-Kubra :

رَوَاهُ النَّسَائِيّ بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ وَزَادَ: «فَكُلُّ بِدْعَةٍ فِي النَّارِ»

Imam An-Nasa’i meriwayatkannya dengan sanad yang 𝗦𝗛𝗔𝗛𝗜𝗛, dan menambahkan “setiap bid’ah di neraka.”

📘 (Al-Fatawa Al-Kubra cet. Daarul Kutub Al-‘Ilmiyyah, 6/78)

2. Dalam kitab Iqtidha’ Ash-Shiraathil Mustaqim, beliau sebutkan redaksi riwayat tersebut, kata beliau:

وَفِي رِوَايَةٍ لِلنَّسَائِيِّ: وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.

Dan dalam riwayat an-Nasā’ī disebutkan: “Dan setiap kesesatan berada di neraka.”

Setelah Syaikhul Islam menyebutkan hadits-hadits yang lain yang mencela kebid’ahan, beliau katakan:

“Ini adalah sebuah kaidah yang telah ditunjukkan oleh Sunnah dan ijma‘ (kesepakatan para ulama), serta juga memiliki dalil dalam Kitab Allah. Allah ta‘ālā berfirman:

 أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ

“Ataukah mereka mempunyai sekutu-sekutu yang mensyariatkan bagi mereka dalam agama ini sesuatu yang tidak diizinkan oleh Allah?”

وَهَذِهِ قَاعِدَةٌ قَدْ دَلَّتْ عَلَيْهَا السُّنَّةُ وَالْإِجْمَاعُ، مَعَ مَا فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنَ الدَّلَالَةِ عَلَيْهَا أَيْضًا.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى:

 أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ

📘 (Iqtidhâ’ Ash-Shiraathil Mustaqim cet. Daar Isybiliya, jilid 2 hlm 82-84)

3. Masih dalam kitab yang sama Iqtidhâ Ash-Shiraathil Mustaqim, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan redaksi hadits : وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ adalah termasuk nash Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau (Syaikhul Islam) mengatakan :

“Adapun ucapan :

“Sesungguhnya seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara yang diada-adakan, dan setiap bid‘ah adalah kesesatan, *dan setiap kesesatan berada di neraka”.*

Serta peringatan dari perkara-perkara yang diada-adakan, maka ini adalah 𝗻𝗮𝘀𝗵/𝘁𝗲𝗸𝘀 (sabda yang jelas) dari 𝗥𝗮𝘀𝘂𝗹𝘂𝗹𝗹𝗮𝗵 ﷺ.

Maka tidak halal bagi siapa pun untuk menolak petunjuk Rasulullah tentang celaan terhadap bid‘ah. Dan siapa yang menentang petunjuk beliau, maka dia adalah orang yang memusuhinya “.

أَمَّا الْقَوْلُ: إِنَّ شَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ، وَالتَّحْذِيرُ مِنَ الْأُمُورِ الْمُحْدَثَاتِ، فَهَذَا نَصُّ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، فَلَا يَحِلُّ لِأَحَدٍ أَنْ يَدْفَعَ دَلَالَتَهُ عَلَى ذَمِّ الْبِدَعِ، وَمَنْ نَازَعَ فِي دَلَالَتِهِ فَهُوَ مُرَاغِمٌ.

📘 (Iqtidhâ’ Ash-Shiraathil Mustaqim cet. Daar Isybiliya, jilid 2 hlm 88)

Kesimpulan, dengan ini jelas bahwasanya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah tidak melemahkan redaksi hadits : وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ “dan setiap kesesatan berada di neraka”. Wa billhit taufiq.

 

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

 

━━━━━━━━━━━━━
📡 SALAFY CIREBON
━━━━━━━━━━━━━
📲 WA Official
📢 t.me/salafy_cirebon
🌐 www.salafycirebon.com
📊 Media Artikel & Faedah Ilmiah

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.