Transkrip Audio Rekaman Taushiyah Peduli Gempa Lombok, Palu dan sekitarnya

Taushiyah Peduli Gempa Lombok, Palu dan sekitarnya bersama Al Ustadz Muhammad bin Umar As Sewed -hafidzahullah-

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه والتابعين و تابع التابعين و من تابعهم بإحسان إلى يوم الدين

Ikhwani fiddin a‘azzakumullah, sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa musibah demi musibah terjadi di negeri ini, khususnya dan terjadi pula di tempat-tempat lain.
Maka ini adalah –barakallahu fiikum– suatu pesan dari Allah -Subhanahu wa Ta’ala- setelah gempa lombok, yang memporak porandakan sekian desa dan kota di sana,kemudian gempa dan tsunami di Palu dan sekitarnya, tidak berapa lama kemudian gunung meletus di Sulawesi Utara.
Ini –barakallahu fiikum– merupakan fitnatun, wa fitnatun, wa fitnah…
Fitnah yang pertama, fitnah bermakna adzab yang Allah -Subnahu wa ta’ala- berfirman :

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً

“Takutlah kalian pada satu fitnah (satu bencana) yang tidak hanya menimpa orang dholim saja di antara kalian.” (Q.S Al Anfaal : 25)
Artinya akan merata, karena di tengah-tengah kalian ada orang yang dholim, yang layak diadzab, maka Allah turunkan adzab yang mengenai mereka dan mengenai selain mereka.
Ikhwani fiddin a‘azzakumullah…Allah Maha Adil, sehingga -barakallahu fiikum- digambarkan dalam hadits yang shahih seperti sebuah kapal yang ada 2 tingkatan, tingkatan yang di atas dan tingkatan yang di bawah. Yang di bawah kalau mau mengambil air dia harus ke atas. Sampai kemudian salah seorang merka berkata, “Kenapa tidak kita lubangi saja kapal ini. Kita akan mendapatkan air dengan mudah.”
Maka kata Nabi ﷺ, kalau dibiarkan orang ini melubangi kapal, maka

هلك..وهَلَكُوا جَمِيعًا

Orang tadi binasa dan semua sekapal binasa. Tetapi kalu diingkari, “Jangan!” dihalangi, Maka

نَجَوْا، وَنَجَوْا جَمِيعًا

Dia selamat dan juga selamat seluruhnya.”
Berarti masalahnya adalah tegakkah amar Ma’ruf Nahi Munkar?
Ini Fitnah yang pertama adalah dalam bentuk Adzab. Kepada sebagian mereka yang memang layak diadzab.

Wa Fitnatun…Fitnah yang kedua adalah Ujian.
Ujian bagi mereka-mereka yang sesungguhnya mereka tidak layak diadzab, hanya saja karena mereka ditengah-tengah orang-orang yang layak diadzab maka mereka ikut terkena adzab. Bagi mereka fitnah ujian, dan itu mesti terjadi dalam berbagai macam bentuk, di antaranya bentuk-bentuk musibah, yaitu ucapan Allah -Subhanahu wa Ta’ala- :

الم (.) أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Alif laam Miim…Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan menyatakan bahwa mereka beriman tanpa diuji?” (Q.S Al Ankabuut 1-2)
fitnah kedua fitnah bermakna ujian, pasti diuji, apakah sabar…sabar di atas keimanan, sabar di atas hukum Allah, sabar di atas Sunnah Rasulullah ﷺ, sabar di atas agama.
Tidak karena ujian berat, lapar, haus kemudian jadi liar, jadi perampok, jadi penjarah..ila akhirih… Diuji oleh Allah, sabarkah?

Ikhwani fiddin ‘azzakumullah… wa fitnatun…
Fitnah yang ketiga adalah fitnah bermakna peringatan dari Allah -Subhanahu wa Ta’ala-:

وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

“Tidaklah Kami turunkan tanda-tanda kekuasan-Ku, kecuali untuk menakut-nakuti.” (Q.S Al Israa : 59)
Yakni di sini umum, tidak hanya tempat yang tertimpa bencana, tetapi juga yang di luar, yang tidak terkena bencana, mereka mendapatkan dari Allah Tanbih (peringatan), bahwa kalian pun belum aman, jangan dikira itu hanya terjadi di sana dan tidak mungkin terjadi di negeri yang lain atau di tempat yang lain. Jangan merasa “tidak mungkin terjadi di tempat kami, tidak mungkin terjadi di kota kami,” jangan mengatakan seperti itu.

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ

“Apakah mereka merasa aman dari rencana Allah?” (Q.S Al A’raaf : 99)

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan aman atau mereka tidak takut akan datangnya adzab di malam hari dalam keadaan mereka tidur?” (Q.S Al A’raaf : 97)
Siapa yang tahu, siapa yang sadar ketika kita di tempat ini, di Cirebon terjadi gempa tiga koma sekian skala richter.
Ada yang merasa? kebetulan cuman 3 koma sekian…kalau delapan koma mungkin kita sudah mati (Wallahu a’lam). Karena kita sedang tidur lelap, Tidak tahu menahu sama sekali, bagaimana akan menyelamatkan diri?

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ

“Apakah mereka merasa aman..kata Allah…tidak takut kalau Allah merencanakan adzab di malam hari ketika mereka sedang tidur??

أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ

Atau -kata Allah- “Tidakkah mereka khawatir akan turun adzab di waktu pagi ketika mereka masih bersenda gurau??”(masih main-main??”) (Q.S Al A’raaf : 98)

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ

“Apakah mereka merasa aman dari adzab Allah??”
Ini Barakallahu fiikum fitnah yang ketiga.

Fitnah yang keempat bahwa ini ujian berikutnya buat seluruh kaum muslimin yang tidak tertimpa musibah, apakah peduli kepada mereka??ataukah tidak peduli?? Apakah punya rahmat kepada mereka??Atau tidak punya rahmat??
Nabi ﷺ berkata kepada seseorang, (sesungguhnya sebab terucapnya hadits itu adalah masalah anak, tetapi al lafdzu akan diambil faedahnya secara umum..

العِبْرَة بِعُمُوم اللَّفْظ لا بِخُصوص السَبَب

“Pelajaran yang diambil adalah dari keumuman lafadznya, tidak hanya pada kekhususan sebabnya.”

Ketika Rasulullah ﷺ mencium cucunya, ada seorang yang berkata, ” Ya Rasulullah aku punya 10 anak laki-laki, tidak pernah ada yang kucium dia..Kata Nabi, “Bagaimana lagi kalau Allah sudah mencabut rahmat dari dirimu?”

مَن لا يَرْحمْ لاَ يُرْحَمْ

Dua kalimat inilah yang saya maksud… العِبْرَة بِعُمُوم اللَّفْظ…pelajaran yang kita ambil dari keumuman lafadz, kalau orang yang tidak punya rahmat, tidak dirahmati oleh Allah –Subhanahu wa Ta’ala– .

Maka ini ujian bagi seluruh kaum muslimin, di negeri ini dan di negri lain yang mendengar kasus bencana di Lombok dan juga di Palu, kemudian diam tidak punya rahmat, tidak punya kasih saying?? walaa doa sedikit pun. Ini barakallahu fiikum ujian berikutnya. Kita diuji, pedulikah denga saudara-saudara kalian, mereka muslimin atau sebagian besar muslimin, walaupun di antara sebagian mereka ada yang bermaksiat, tapi mereka masih muslimin, kita bukan khowarij, mereka butuh bantuan, mereka butuh pertolongan, mereka butuh relawan-relawan yang bisa membantu mereka, menolong mereka. Agar mereka merasa bahwa mereka punya saudara.
Muslim dengan muslimin lainnya

كمثل الجسد الواحد

seperti satu tubuh…

إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالحمى والسهر

Permisalan kaum muslimin dengan muslim lainnya, kaum mukminin dengan mukminin lainnya seperti satu tubuh, kalau yang satu merasa sakit satu anggota badannya, maka seluruh tubuhnya menggigil…dan tidak bisa tidur, sahr (tidak bisa tidur) humma (demam, menggigil) padahal yang sakit cuma di tangannya saja, itulah satu tubuh.
Demikian pula walaupun nun jauh di sana, di sebrang pulau sana, tapi mereka muslimin, kita muslimin, kal jasadil waahid, maka seharusnya kita merasa terpanggil, merasa demamnya, merasa gelisahnya, bagaimana mereka di sana?
Mereka sudah kelaparan, mereka sudah kehausan, walhamdulillah sebagian kaum muslimin sudah mulai berbondong-bondong membantu mereka, menolong mereka dan mengirimkan bahan makanan dan lainnya, tetapi -barakallahu fiikum-, masih-masih sangat kurang. Sehingga kita ingatkan dengan dua perkara,atau tiga perkara ;
Yang pertama, hendaklan kita bertaubat kepada Allah -Subhanahu wa Ta’ala- dan berdoa kepada Allah agar jangan kita ditimpa malapetaka seperti yang Allah timpakan kepada yang lainnya, yakni jangan sampai kita diberikan ujian yang berat yang kita tidak sanggup memikulnya.
Yang kedua, agar kita berupaya untuk bisa membantu mereka, menolong mereka, dengan apa yang kita bisa, tenaga kita, harta kita dan apapun yang kita bias.
Yang ketiga, yang paling mudah dan paling bisa dilakukan oleh seluruh kaum muslimin, adalah mendoakan mereka, agar Allah menolong mereka, menyelamatkan mereka, memudahkan urursan mereka, memberikan jalan keluar kepada mereka.

Ini ikhwani fiddin a‘azzakumullah yang bisa saya sampaiakan pada malam hari ini, agar kita betul-betul merasa bahwa itu teguran dari Allah untuk kaum muslimin seluruh dunia, khususnya kaum muslimin di Indonesia dan lebih khusus lagi, kaum muslimin yang sudah diingatkan dengan gempa tiga koma sekian skala richter yaitu Cirebon, Kuningan dan sekitarnya. Itu diingatkan oleh Allah, kamu juga bisa kena!

Ini –barakallahu fiikum-…

تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا

Perbaiki amalan-amalan kita, bertaubatlah kepada Allah –Subhanahu wa Ta’ala– dan tetap menegakkan amar ma’ruf nahi munkar karena itu yang mencegah turunnya adzab.
Ketika Malaikat disuruh oleh Allah untuk mengahancurkan sebuah desa, Malaikat kembali kepada Allah bertanya ”Ya Rabb..di desa tersebut ada orang yang shalih yang aabid (ahli ibadah) ila akhirih…hancurkan mulai dari dia…
Mengapa demikian? Karena ahli ibadah ini tidak amar ma’ruf nahi munkar, dibiarkan mereka dalam kemungkaran, dalam kesyirikan, dalam kesesatan. Maka selama amar maruf nahi munkar, dakwah tauhid, dakwah Sunnah tegak…mudah-mudahan akan terhalang turunnya adzab –barakallahu fiikum-.

نسأل الله التوفيق و الأفية و الهداية و الرحمة

Walhamdulillah berita gembiranya, bahwa kaum muslimin ahlussunnah, ikhwan-ikhwan kita sudah membentuk relawan untuk berangkat kesana dan mengirimkan bantuan ila akhirihi…yakni sebagai kepedulian kita kepada saudara-saudara kita yang mendapatkan musibah, sehingga -barakallahu fiikum- kita tinggal mendukung dan memabantunya dengan apa yang kita punya.

نسأل الله التوفيق و الأفية و الهداية و الرحمة
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Silahkan download audio tersebut di https://bit.ly/2ICHOs0

Dengarkan Audionya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.