Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Bāz رحمه الله
Pertanyaan:
Seorang wanita ingin mengqadha puasa Ramadhan yang lalu, namun ia tidak mampu karena menderita anemia, sedang hamil, merasa lemah, dan khawatir jika berpuasa akan membahayakan kesehatannya serta kesehatan janinnya. Ia juga khawatir Ramadhan berikutnya datang sementara ia belum sempat mengqadha Ramadhan yang lalu karena terus berada dalam kondisi hamil dan tidak mampu berpuasa. Bagaimanakah hukumnya?
Jawaban:
“Ia wajib melakukan sesuai dengan kemampuannya. Hendaknya ia berusaha berpuasa jika mampu dan bersabar hingga dapat menyelesaikannya sebelum datang Ramadhan, karena itulah kewajiban asal baginya.
Namun, jika ia benar-benar tidak mampu, maka ia boleh menundanya hingga setelah Ramadhan dan tidak berdosa.
Allah Ta‘ala berfirman:
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
“Barangsiapa di antara kalian sakit atau dalam perjalanan, maka hendaklah ia mengganti pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)
Wanita hamil dan menyusui hukumnya seperti orang sakit. Jika ia tidak mampu berpuasa, maka ia boleh menundanya dan tidak wajib membayar fidyah. Apabila ia sudah kuat, maka ia wajib mengqadha puasanya meskipun setelah Ramadhan, dan tidak ada kewajiban tambahan apa pun atasnya karena adanya uzur.
Namun, hendaknya ia tetap berusaha dan memperhatikan kondisinya, karena sebagian wanita hamil tetap mampu berpuasa tanpa membahayakan dirinya maupun janinnya, khususnya pada awal masa kehamilan.”
حُكْمُ تَأْخِيرِ قَضَاءِ رَمَضَانَ لِلْمَرْأَةِ الْحَامِلِ إِلَى بَعْدَ رَمَضَانَ الثَّانِي
السُّؤَالُ:
إِذَا أَرَادَتِ الْمَرْأَةُ أَنْ تَصُومَ قَضَاءَ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِي مَضَى، وَلَكِنَّهَا لَا تَسْتَطِيعُ لِإِصَابَتِهَا بِفَقْرِ دَمٍ، وَهِيَ حَامِلٌ، وَتَتَأَلَّمُ، وَتَخَافُ إِذَا صَامَتْ أَنْ يُؤَثِّرَ عَلَى صِحَّتِهَا، وَصِحَّةِ جَنِينِهَا، وَكَذَلِكَ تَخَافُ أَنْ يَأْتِيَ الشَّهْرُ الْمُقْبِلُ وَهُوَ رَمَضَانُ، وَمَعَ ذٰلِكَ لَمْ تَقْضِ الشَّهْرَ الْأَوَّلَ؛ لِأَنَّهَا بَدَأَتِ الْحَمْلَ، وَلَمْ تَسْتَطِعْ… فَمَا الْحُكْمُ؟
الْجَوَابُ:
عَلَيْهَا أَنْ تَعْمَلَ مَا تَسْتَطِيعُ، تُجَرِّبُ إِنِ اسْتَطَاعَتْ أَنْ تَصُومَ، وَتَصْبِرَ حَتَّى تُكْمِلَ قَبْلَ رَمَضَانَ، فَهٰذَا هُوَ الْوَاجِبُ عَلَيْهَا.
فَإِنْ عَجَزَتْ؛ أَجَّلَتْ إِلَى بَعْدِ رَمَضَانَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ:
﴿فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ﴾ [الْبَقَرَةِ: 184].
وَالْحُبْلَى وَالْمُرْضِعُ فِي حُكْمِ الْمَرِيضِ، فَإِذَا عَجَزَتْ؛ تُؤَجِّلُ، وَلَيْسَ عَلَيْهَا إِطْعَامٌ، وَلَكِنَّهَا تُؤَجِّلُ، فَإِذَا قَوِيَتْ؛ صَامَتْ وَلَوْ بَعْدَ رَمَضَانَ، وَلَيْسَ عَلَيْهَا شَيْءٌ لِأَجْلِ الْعُذْرِ.
وَلَكِنَّهَا تُجَرِّبُ، تَنْظُرُ؛ لِأَنَّ بَعْضَ الْحُبْلَى مَا يَضُرُّهُنَّ، كَثِيرٌ مِنَ الْحَامِلَاتِ فِي أَوَّلِ الْأَمْرِ مَا يَضُرُّهُنَّ.
💠 Sumber: (Al-Mauqi’ Ar-Rasmi Li Samaahatisy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz)
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
📳 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯️ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
📟 Website Salafy Cirebon :
www.salafycirebon.com
📊 Menyajikan artikel faedah ilmiah
