Khalil Ahmad As-Saharanfuri (wafat 1346 H) berkata:
إن في أصل اصطلاح بلاد الهند كان إطلاق الوهابي على من ترك تقليد الأئمة رضي الله تعالى عنهم، ثم اتسع فيه وغلب استعماله على من عمل بالسنة السنية، وترك الأمور المستحدثة الشنيعة والرسوم القبيحة حتى شاع في (بمبىء ) ونواحيها أن من منع عن سجدة قبور الأولياء وطوافها فهو وهابي، بل ومن أظهر حرمة الربا فهو وهابي، وإن كان من أكابر أهل الإسلام وعظمائهم، ثم اتسع حتى صار سباً !
فعلى هذا، لو قال رجل من أهل الهند لرجل : إنه وهابي، فهو لا يدل على أنه فاسد العقيدة، بل يدل على أنه سُنّي حنفي عامل بالسنة، مجتنب عن البدعة، خائف من الله تعالى في ارتكاب المعصية
“Sesungguhnya di negeri India, istilah wahabi pada mulanya digunakan untuk menyebut orang yang meninggalkan fanatisme kepada imam-imam (mazhab) radhiyallāhu ta‘ālā ‘anhum.
Kemudian istilah ini meluas penggunaannya hingga ditujukan kepada siapa saja yang mengamalkan sunnah nabawiyyah dan meninggalkan perkara-perkara baru yang mungkar serta simbol-simbol bid‘ah yang buruk.
Sampai-sampai di Bombay (Bamba) dan sekitarnya tersebar anggapan bahwa siapa saja yang melarang bersujud di kuburan para wali atau thawaf di sekitarnya, maka dia disebut wahabi.
Bahkan orang yang menampakkan keharaman riba pun disebut wahabi, meskipun dia termasuk ulama besar kaum muslimin dan tokoh terhormat di kalangan mereka. Akhirnya gelar tersebut semakin meluas dan menjadi kata cercaan.
Berdasarkan hal ini, jika seseorang dari penduduk India berkata kepada orang lain, ‘Sesungguhnya dia itu wahabi,’ maka hal itu tidak menunjukkan bahwa dia rusak aqidahnya.
Justru hal itu menunjukkan bahwa dia adalah seorang Ahlus Sunnah, pengikut madzhab Abu Hanifah, yang berpegang teguh pada sunnah, menjauhi bid‘ah, dan takut kepada Allah Ta‘ālā dalam meninggalkan maksiat.”
📘 Sumber: (Al-Muhannad ‘Alaa Al-Mufannad, halaman 43-44)
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
📳 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯️ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
📟 Website Salafy Cirebon :
www.salafycirebon.com
📊 Menyajikan artikel faedah ilmiah
