Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Seorang anak dari kalangan orang saleh terbunuh di jalan Allah ‘azza wa jalla . Maka sang ayah pun menangis.
Lalu dikatakan kepadanya, “Mengapa engkau menangis padahal anakmu telah gugur sebagai syahid?”

Ia menjawab, “Aku menangis bukan karena kematiannya, tetapi aku menangis memikirkan bagaimana keadaan ridhanya kepada Allah ‘ azza wa jalla ketika pedang-pedang menebasnya.”

Jika ada yang berkata, “Sabar itu dapat dibayangkan, tetapi bagaimana mungkin ridha terhadap sesuatu yang dibenci dapat terbayangkan?”

Maka jawabannya: “Ketidaksukaan tabiat terhadap sesuatu yang menyakitkan tidaklah bertentangan dengan keridhaan hati terhadap takdir. Karena sesungguhnya kita ridha terhadap keputusan Allah, meskipun kita membenci apa yang ditetapkan itu.”

📚 Sumber: Kitab Ats-Tsabat ‘Indal Mamat: 36.


وقتل لبعض الصالحين ولد في سبيل الله عز وجل فبكى فقيل له أتبكي وقد استشهد فقال إنما أبكي كيف كان رضاه عن الله عز وجل حين أخذته السيوف
فإن قيل قد يتصور الصبر فأما الرضا بالمكروه فكيف يتصور
فالجواب أن نفور الطبع من المنافي لا يضاد رضى القلب بالقدر فإنما نرضى بالقضاء وإن كرهنا المقضى.

📳 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯️ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
📟 Website Salafy Cirebon :
www.salafycirebon.com

📊 Menyajikan artikel FaEdah ilmiah

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.