Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, beliau ﷺ bersabda: “Sesungguhnya di antara yang didapati manusia dari perkataan kenabian yang pertama adalah: “Jika kamu tidak malu, maka berbuatlah sesukamu.”
Dan hadits ini memiliki dua tafsiran:
Pertama: Maknanya adalah ancaman dan peringatan keras. Artinya, barangsiapa yang tidak punya rasa malu, maka ia akan melakukan apa saja dari perbuatan-perbuatan keji. Sebab, yang menahan seseorang dari keburukan adalah rasa malu. Jika tidak ada lagi rasa malu yang mencegahnya dari keburukan, maka ia pasti akan melakukannya. Ini adalah tafsir dari Abu ‘Ubaidah.
Kedua: Maknanya, jika suatu perbuatan itu tidak membuatmu malu kepada Allah, maka lakukanlah. Sesungguhnya yang seharusnya ditinggalkan hanyalah perbuatan yang membuatmu malu kepada Allah. Ini adalah tafsir Imam Ahmad dalam riwayat Ibnu Hani’.
📚 Sumber: Kitab Ad-Da’u wad Dawa’u: 68
وقال ﷺ «إن مما أدرك الناس من كلام النبوة الأولى: إذا لم تستح فاصنع ما شئت» وفيه تفسيران:
أحدهما: أنه على التهديد والوعيد، والمعنى من لم يستح فإنه يصنع ما شاء من القبائح، إذ الحامل على تركها الحياء، فإذا لم يكن هناك حياء يردعه عن القبائح، فإنه يواقعها، وهذا تفسير أبي عبيدة.
والثاني: أن الفعل إذا لم تستح منه من الله فافعله، وإنما الذي ينبغي تركه هو ما يستحى منه من الله، وهذا تفسير الإمام أحمد في رواية ابن هانئ.
━━━━━━━━━━━━━
📡 SALAFY CIREBON
━━━━━━━━━━━━━
📲 WA Official
📢 t.me/salafy_cirebon
🌐 www.salafycirebon.com
📊 Media Artikel & Faedah Ilmiah
