Ibnul Qayyim rahimahullah ta’ala berkata:

“Adapun ucapan selamat terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus dengan kekufuran tersebut adalah haram dengan kesepakatan para ulama, seperti memberikan selamat terhadap hari-hari raya mereka dan puasa mereka, (seperti) dia mengatakan kepada mereka :

“Hari raya yang semoga diberkahi kepadamu” atau dia mengucapkan “Selamat hari raya” atau yang semisalnya.

Ini kalaupun orang yang mengatakannya selamat dari kekufuran maka hal tersebut termasuk perkara-perkara yang haram (tidak sampai derajat kekafiran) seperti kedudukan mengucapkan selamat atas sujudnya terhadap salib, bahkan lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih besar kemurkaannya dari pada mengucapkan selamat minum khamar, mengucapkan selamat membunuh orang, mengucapkan selamat melakukan perbuatan zina dan semisalnya

Dan banyak orang yang tidak menghargai agamanya jatuh pada perkara tersebut dalam keadaan dia tidak tahu betapa jeleknya apa yang dia kerjakan, maka barangsiapa yang mengucapkan selamat kepada seseorang dengan selamat bermaksiat, selamat melakukan bid’ah, selamat melakukan kekufuran maka sungguh dia telah menantang kemurkaan Allah dan amarahnya.

Dahulu orang-orang yang wara’ (menjaga diri) dari kalangan para ulama, mereka menghindari mengucapkan selamat kepada orang-orang yang zalim dengan kekuasaan yang mereka dapatkan, mengucapkan selamat terhadap orang-orang yang bodoh saat mendapat kedudukan di mahkamah, menjadi guru, menjadi pemberi fatwa, dalam rangka menjauhi murka Allah dan jatuhnya (kedudukan) mereka dari mata Allah.

Jika seseorang ditimpa musibah dengan hal tersebut (susah menghindari, ed.) kemudian melakukannya dalam rangka mencegah kejelekan dari mereka, kemudian dia berjalan menuju mereka dan tidak mengatakan kecuali kebaikan dan mendo’akan mereka agar diberikan hidayah taufiq dan kelurusan (masuk Islam,ed.), maka tidak mengapa dengan hal tersebut, Wabillahit Taufiq.”

๐Ÿ“š Sumbr: Kitab Ahkam Ahlidz Dzimmah 1/441


โ—๏ธุญูƒู… ุชู‡ู†ุฆุฉ ุงู„ูƒูุงุฑ ุจุฃุนูŠุงุฏู‡ู…โ‰๏ธ

โœ๏ธ ู‚ุงู„ ุงุจู† ุงู„ู‚ูŠู… – ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰ – :

( ูˆุฃู…ุง ุงู„ุชู‡ู†ุฆุฉ ุจุดุนุงุฆุฑ ุงู„ูƒูุฑ ุงู„ู…ุฎุชุตุฉ ุจู‡ ูุญุฑุงู… ุจุงู„ุงุชูุงู‚ุŒ ู…ุซู„ ุฃู† ูŠู‡ู†ุฆู‡ู… ุจุฃุนูŠุงุฏู‡ู… ูˆุตูˆู…ู‡ู…ุŒ ููŠู‚ูˆู„: ุนูŠุฏ ู…ุจุงุฑูƒ ุนู„ูŠูƒุŒ ุฃูˆ ุชู‡ู†ุฃ ุจู‡ุฐุง ุงู„ุนูŠุฏ ูˆู†ุญูˆู‡ุŒ

๐Ÿ”นูู‡ุฐุง ุฅู† ุณู„ู… ู‚ุงุฆู„ู‡ ู…ู† ุงู„ูƒูุฑ ูู‡ูˆ ู…ู† ุงู„ู…ุญุฑู…ุงุชุŒ ูˆู‡ูˆ ุจู…ู†ุฒู„ุฉ ุฃู† ูŠู‡ู†ุฆู‡ ุจุณุฌูˆุฏู‡ ู„ู„ุตู„ูŠุจุ› ุจู„ ุฐู„ูƒ ุฃุนุธู… ุฅุซู…ุงู‹ ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆุฃุดุฏ ู…ู‚ุชุงู‹ ู…ู† ุงู„ุชู‡ู†ุฆุฉ ุจุดุฑุจ ุงู„ุฎู…ุฑ ูˆู‚ุชู„ ุงู„ู†ูุณ ูˆุงุฑุชูƒุงุจ ุงู„ูุฑุฌ ุงู„ุญุฑุงู… ูˆู†ุญูˆู‡.

๐Ÿ’กูˆูƒุซูŠุฑ ู…ู…ูŽู† ู„ุง ู‚ุฏุฑ ู„ู„ุฏูŠู† ุนู†ุฏู‡ ูŠู‚ุน ููŠ ุฐู„ูƒุŒ ูˆู„ุง ูŠุฏุฑูŠ ู‚ุจุญ ู…ุง ูุนู„ุŒ ูู…ู† ู‡ู†ุฃ ุนุจุฏุงู‹ ุจู…ุนุตูŠุฉ ุฃูˆ ุจุฏุนุฉ ุฃูˆ ูƒูุฑ ูู‚ุฏ ุชุนุฑุถ ู„ู…ู‚ุช ุงู„ู„ู‘ู‡ ูˆุณุฎุทู‡.

๐ŸŒฟูˆู‚ุฏ ูƒุงู† ุฃู‡ู„ ุงู„ูˆุฑุน ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ูŠุชุฌู†ุจูˆู† ุชู‡ู†ุฆุฉ ุงู„ุธู„ู…ุฉ ุจุงู„ูˆู„ุงูŠุงุชุŒ ูˆุชู‡ู†ุฆุฉ ุงู„ุฌู‡ุงู„ ุจู…ู†ุตุจ ุงู„ู‚ุถุงุก ูˆุงู„ุชุฏุฑูŠุณ ูˆุงู„ุฅูุชุงุก ุชุฌู†ุจุงู‹ ู„ู…ู‚ุช ุงู„ู„ู‡ ูˆุณู‚ูˆุทู‡ู… ู…ู† ุนูŠู†ู‡ุŒ

๐Ÿ”ธ ูˆุฅู† ุจูู„ูŠ ุงู„ุฑุฌู„ ุจุฐู„ูƒ ูุชุนุงุทุงู‡ ุฏูุนุงู‹ ู„ุดุฑ ูŠุชูˆู‚ุนู‡ ู…ู†ู‡ู… ูู…ุดู‰ ุฅู„ูŠู‡ู… ูˆู„ู… ูŠู‚ู„ ุฅู„ุง ุฎูŠุฑุงู‹ุŒ ูˆุฏุนุง ู„ู‡ู… ุจุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุงู„ุชุณุฏูŠุฏ ูู„ุง ุจุฃุณ ุจุฐู„ูƒุŒ ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚)

๐Ÿ“š *ุฃุญูƒุงู… ุฃู‡ู„ ุงู„ุฐู…ุฉ (441/1).*

๐Ÿ“ฒู‚ู†ุงุฉ ุงู„ุฅู…ุงู… ุงุจู† ุงู„ู‚ูŠู… ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

https://t.me/Ibn_Alqayyimm

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด

 

๐ŸŒŽ WhatsApp Salafy Cirebon
โฏ๏ธ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
๐Ÿ–ฅ Website Salafy Cirebon :
www.salafycirebon.com

๐Ÿ“ณ Menyajikan artikel faedah ilmiah

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.