Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullāh ta‘ālā berkata: “Al-Qur’an secara bahasa adalah mashdar dari kata qara’a, dengan makna membaca, atau dengan makna mengumpulkan.
Engkau mengatakan: qara’a qar’an wa qur’ānan, sebagaimana engkau mengatakan: ghafara ghufran wa ghufrānan.
Berdasarkan makna yang pertama, yaitu membaca, maka Al-Qur’an adalah mashdar dengan makna isim maf‘ūl, yakni bermakna yang dibaca.
Adapun berdasarkan makna yang kedua, yaitu mengumpulkan, maka Al-Qur’an adalah mashdar dengan makna isim fā‘il, yaitu bermakna penghimpun, karena ia menghimpun berbagai kabar dan hukum-hukum.
Dan dimungkinkan pula bermakna isim maf‘ūl, yaitu yang dikumpulkan, karena Al-Qur’an dikumpulkan dalam mushaf-mushaf dan di dalam dada-dada (manusia).”
القُرْآنُ فِي اللُّغَةِ: مَصْدَرُ (قَرَأَ) بِمَعْنَى: تَلَا، أَوْ بِمَعْنَى: جَمَعَ، تَقُولُ: «قَرَأَ قَرْءًا وَقُرْآنًا»، كَمَا تَقُولُ: «غَفَرَ غَفْرًا وَغُفْرَانًا»، فَعَلَى المَعْنَى الأَوَّلِ: (تَلَا) يَكُونُ مَصْدَرًا بِمَعْنَى اسْمِ الْمَفْعُولِ، أَيْ: بِمَعْنَى مَتْلُوٍّ، وَعَلَى المَعْنَى الثَّانِي: (جَمَعَ) يَكُونُ مَصْدَرًا بِمَعْنَى اسْمِ الْفَاعِلِ، أَيْ: بِمَعْنَى (جَامِعٍ)؛ لِجَمْعِهِ الْأَخْبَارَ وَالْأَحْكَامَ.
ويُمكن أن يَكُونَ بِمَعْنَى اسْمِ المفعول أيضًا، أي: بمَعْنَى مَجْمُوع؛ لأنه جمع في المصاحف والصُّدُور.
📘 Sumber: (Kitab Ushul Fit Tafsiir, halaman 10)
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
━━━━━━━━━━━━━
📡 SALAFY CIREBON
━━━━━━━━━━━━━
📲 WA Official
📢 t.me/salafy_cirebon
🌐 www.salafycirebon.com
📊 Media Artikel & Faedah Ilmiah
