Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah ta’ala berkata:
“Apakah darah manusia itu najis atau tidak najis? Jawabannya adalah: Sesuatu yang keluar dari jalan (dubur dan qubul) adalah najis tanpa ada masalah lagi padanya. Sedangkan sesuatu yang keluar dari selain jalan tersebut, seperti yang keluar karena mimisan, luka pada sebagian anggota badan dan yang semisalnya, maka mayoritas ulama berpendapat bahwasanya hal tersebut adalah najis, tetapi hal tersebut dimaafkan jika sedikit, karena sulit menjaga diri darinya.
Akan tetapi, yang nampak bagi saya bahwasanya hal tersebut tidaklah najis, karena sesuatu yang najis membutuhkan dalil, padahal tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa darah yang keluar selain dari dua jalan tersebut menjadi najis.
Bahkan bisa dikatakan bahwasanya dalil menunjukkan atas kesuciannya karena kaum muslimin ketika dalam jihad mereka berubahlah warna pakaian mereka dengan darah, demikian juga badan mereka, dan mereka pun tetap mengerjakan shalat.
Dan tidak ada riwayat yang dinukilkan bahwasanya mereka diperintahkan agar mensucikan pakaian atau badan (mereka dari darah).”
📚 Sumber:《Syarh Shahih Muslim, jilid 1 hlm. 612》
قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله تعالى :
دم الآدمي هل هو نجس أو ليس بجسا ؟
والجواب : ما خرج من السبيل فهو نجس لا إشكال فيه، وما خرج من غير السبيل كالخارج بالرعاف وجرح بعض الأعضاء وما أشبه ذلك فأكثر العلماء يقولون إنه نجس، لكنه يعفى عن يسيره لمشقة التحرز منه.
ولكن الذي يظهر لي أنه ليس بنجس، لأن النجاسة تحتاج إلى دليل، وليس هناك دليل على أن الدم الذي يخرج من غير السبيلين يكون نجسا،
بل ربما يقال: إن الدليل يدل على الطهارة، لأن المسلمين في جهادهم تتلون ثيابهم بالدماء، وكذلك أبدانهم ويصلون، ولم ينقل أنهم كانوا يؤمرون بتطهير الثياب أو تطهير الأبدان.
📚 《شرح صحيح مسلم ج ١ ص ٦١٢》
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯️ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
🖥 Website Salafy Cirebon :
www.salafycirebon.com
📳 Menyajikan artikel faedah ilmiah
