Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan miqat (batas tempat memulai ihram) bagi penduduk Madinah di Dzul Hulaifah, bagi penduduk Syam di Al-Juhfah, bagi penduduk Najd di Qornan (Qorn Al-Manazil), dan bagi penduduk Yaman di Yalamlam, (dan bagi penduduk Irak di Dzat ‘Irq).
Beliau bersabda: “Tempat-tempat itu adalah miqat bagi penduduk negeri-negeri tersebut dan juga bagi siapa saja yang melewatinya dari selain penduduknya, yang ingin berhaji dan umrah.
Barangsiapa yang tempat tinggalnya di daerah di bawah miqat-miqat itu (yakni dekat dengan Makkah), maka miqatnya adalah dari tempat tinggalnya, begitu seterusnya, sampai penduduk Makkah, mereka memulai ihram dari Makkah. ” (HR. Al-Bukhari no. 1524 dan Muslim no. 1181)
Catatan:
(1) Dalam riwayat Muslim: Najd Qorn Al-Manazil.
(2) Bagian di antara dua kurung siku (yaitu: dan bagi penduduk Irak di Dzat ‘Irq) tidak ada dalam riwayat Al-Bukhari dan ada dalam riwayat Muslim dari Hadits Jabir.
Miqot adalah batas geografis yang ditentukan oleh syariat Islam sebagai titik awal untuk memulai ibadah haji dan umrah.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: وَقَّتَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لِأَهْلِ الْمَدِينَةِ ذَا الحُلَيْفَةِ وَلِأَهْلِ الشَّامِ الْجُحْفَةَ، وَلِأَهْلِ نَجْدٍ قَرْنًا، وَلِأَهْلِ الْيَمَنِ يَلَمْلَمَ، (وَلِأَهْلِ الْعِرَاقِ ذَاتَ عِرْقٍ) قَالَ: وَهُنَّ لَهُنَّ وَلِمَنْ أَتَى عَلَيْهِنَّ مِنْ غَيْرِ أَهْلِهِنَّ، فَمَنْ أَرَادَ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ فَمَا كَانَ دُونَهُنَّ فَمِنْ أَهْلِهِ وَكَذَا فَكَذَلِكَ حَتَّى أَهْلُ مَكَّةَ يُهِلُّونَ مِنْهَا.
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
━━━━━━━━━━━━━
📡 SALAFY CIREBON
━━━━━━━━━━━━━
📲 WA Official
📢 t.me/salafy_cirebon
🌐 www.salafycirebon.com
📊 Media Artikel & Faedah Ilmiah
