Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Perhatikanlah hikmah Allah ta’ala dalam menjadikan para raja, pemimpin dan pelindung umat manusia adalah sama dengan amalan-amalan rakyatnya bahkan perbuatan rakyat seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa mereka.
👉 Jika mereka rakyat lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka.
👉 Jika mereka rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka.
👉 Namun, jika rakyat berbuat zhalim, maka penguasa mereka akan ikut berbuat zhalim.
👉 Jika tampak tindak penipuan dan pengkhianatan di tengah-tengah rakyat, maka demikian pula hal ini akan terjadi pada pemimpin mereka.
👉 Jika rakyat menolak hak-hak Allah dan enggan memenuhinya, maka para pemimpin mereka dan pemegang urusan mereka juga enggan melaksanakan hak-hak rakyat dan enggan menerapkannya.
👉 Jika mereka rakyat mengambil sesuatu dari orang-orang yang mereka pandang lemah, maka pemimpin mereka akan mengambil hak yang mereka tidak pantas/layak menerimanya pada muamalah mereka dan menetapkan atas mereka cukai dan tugas-tugas.
👉Setiap kali rakyat mengeluarkan orang-orang lemah, maka pemimpin mereka akan mengeluarkan mereka dengan paksaan.
📌 Sehingga perbuatan rakyat akan tercermin/tampak pada gambaran-gambaran penguasa mereka.
📌 Bukanlah hikmah ilahiyyah untuk memberikan kepemimpinan terhadap orang-orang yang jahat dan bejat kecuali orang-orang dari jenis mereka.
👉Ketika masa-masa awal Islam merupakan sebaik-baik generasi, maka demikian pula pemimpin pada saat itu, maka tatkala rakyat mulai rusak, maka pemimpin mereka juga akan ikut rusak, maka hikmah Allah enggan memberikan kepada kita seperti pada zaman-zaman ini seperti Mu’awiyah, Umar bin Abdul Aziz, terlebih lagi dari semisal Abu Bakar dan Umar, maka tentu pemimpin kita itu sesuai dengan keadaan kita, begitu pula pemimpin orang-orang sebelum kita tersebut akan sesuai dengan kondisi rakyat pada saat itu dan masing-masing dari kedua hal tersebut merupakan konsekuensi dari hikmah Allah ta’ala dan tuntutannya “.
وتأمل حكمته تعالى في أن جعل ملوك العباد وأمراءهم وولاتهم من جنس اعمالهم بل كأن أعمالهم ظهرت في صور ولاتهم وملوكهم فإن ساتقاموا استقامت ملوكهم وإن عدلوا عدلت عليهم وإن جاروا جارت ملوكهم وولاتهم وإن ظهر فيهم المكر والخديعة فولاتهم كذلك وإن منعوا حقوق الله لديهم وبخلوا بها منعت ملوكهم وولاتهم ما لهم عندهم من الحق ونحلوا بها عليهم وإن اخذوا ممن يستضعفونه مالا يستحقونه في معاملتهم اخذت منهم الملوك مالا يستحقونه وضربت عليهم المكوس والوظائف وكلما يستخرجونه من الضعيف يستخرجه الملوك منهم بالقوة فعمالهم ظهرت في صور اعمالهم وليس في الحكمة الالهية ان يولى على الاشرار الفجار الا من يكون من جنسهم ولما كان الصدر الاول خِيَار الْقُرُون وابرها كَانَت ولاتهم كَذَلِك فَلَمَّا شابوا شابت لَهُم الْوُلَاة فَحكمه الله تأبى ان يولي علينا فِي مثل هَذِه الازمان مثل مُعَاوِيَة وَعمر بن عبد العزيز فضلا عَن مثل ابي بكر وَعمر بل ولاتنا على قَدرنَا وولاة من قبلنَا على قدرهم وكل من الامرين مُوجب الْحِكْمَة ومقتضاها.
📘Sumber: (Miftah Daaris Sa’adah 𝗰𝗲𝘁. Darul Kutub al-Ilmiyyah Beirut, jilid 1 hlm 253)
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
━━━━━━━━━━━━━
📡 SALAFY CIREBON
━━━━━━━━━━━━━
📲 WA Official
📢 t.me/salafy_cirebon
🌐 www.salafycirebon.com
📊 Media Artikel & Faidah Ilmiah
