Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dalam al-Muṣannaf (1/52), dan juga Ibnu Nashr, dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallāhu ‘anhu:

مَنْ صَلَّى بَعْدَ الْعِشَاءِ الْآخِرَةِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ؛ كُنَّ كَعَدْلِهِنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ.

“Barangsiapa melaksanakan shalat empat rakaat setelah Isya, maka pahalanya seperti melaksanakannya pada malam Lailatul Qadar.”

Riwayat ini sanadnya shahih.

Ibnu Abi Syaibah juga meriwayatkan atsar semisal dari ‘Aisyah, Ibnu Mas‘ud, Ka‘ab bin Maati‘, Mujahid, dan ‘Abdurrahman bin al-Aswad, semuanya secara mauquf.

Syaikh al-Albani rahimahullah berkata:

والأسانيد إليهم كلهم صحيحة – باستثناء كعب – وهي وإن كانت موقوفة فلها حكم الرفع؛ لأنها لا تقال بالرأي؛ كما هو ظاهر.

“Sanad-sanad riwayat tersebut semuanya shahih—kecuali riwayat Ka‘ab (yang hasan). Walaupun riwayat-riwayat itu mauquf, namun ia memiliki hukum marfu‘, karena perkara semacam ini tidak mungkin dikatakan berdasarkan ra’yu semata, sebagaimana yang tampak.”

📘 (Silsilah al-Aḥādīts adh-Ḍa‘īfah wal-Mauḍū‘ah, jilid 11, hlm. 103)


Catatan Penting:

1⃣ Shalat empat rakaat setelah Isya ini bukan termasuk shalat sunnah rawatib, melainkan shalat sunnah muthlaq. Namun, menurut fuqaha Hanafiyyah, shalat empat raka’at setelah Isya termasuk sunnah ratibah ba‘diyyah.

2⃣ Hadits-hadits marfu‘ yang secara khusus menyebutkan keutamaannya, berderajat dha‘if.

3⃣ Yang lebih utama, shalat empat raka’at ini dikerjakan dengan satu salam, sebagaimana dalam atsar Abdullah bin Mas‘ud radhiyallāhu ‘anhu:

مَنْ صَلَّى أَرْبَعًا بَعْدَ الْعِشَاءِ لَا يَفْصِلُ بَيْنَهُنَّ بِتَسْلِيمٍ عَدَلْنَ بِمِثْلِهِنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ.

4⃣ Disunnahkan untuk terus mengamalkan shalat ini secara rutin, agar memperoleh pahala besar sebagaimana yang disebutkan dalam atsar-atsar tersebut.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

📳 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯️ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
📟 Website Salafy Cirebon :
www.salafycirebon.com

📊 Menyajikan artikel Faidah ilmiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *