Syaikh Muhammad bin Shalih Al-:Utsaimin rahimahullah ta’ala

Pertanyaan:

“Apa batasan bagi musafir di bulan Ramadan? Apakah ia boleh berbuka di rumahnya kemudian berangkat, ataukah ia harus melewati batas pemukiman terlebih dahulu baru boleh berbuka?”

Jawaban:

“Tidak boleh bagi seseorang mengambil rukhsah (keringanan) safar—baik meninggalkan puasa, mengqashar shalat, menjamak shalat, maupun bertayamum—hingga ia benar-benar keluar dari wilayah tempat tinggalnya.

Selama ia masih berada di dalam batas negerinya, meskipun sudah bersiap dan bertekad untuk safar, ia tetap dihukumi sebagai penduduk setempat. Karena itu, ia belum boleh mengambil keringanan safar.”

السؤال :

ما هو الضابط للمسافر في رمضان؟ هل يفطر في بيته ثم ينطلق، أم يجاوز البيوت حتى يفطر؟

الجواب :

لا يجوز للإنسان أن يترخص برخص السفر، لا في ترك الصيام، ولا في قصر الصلاة، ولا في جمعها، ولا التيمم؛ حتى يغادر البلد، فما دام في البلد ولو كان قد شد رحله فهو في البلد، فلا يترخص.

💠 Liqaa’ al-Bab al-Maftuh 2.

 

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

━━━━━━━━━━━━━
📡 SALAFY CIREBON
━━━━━━━━━━━━━
📲 WA Official
📢 t.me/salafy_cirebon
🌐 www.salafycirebon.com
📊 Media Artikel & Faedah Ilmiah

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.