Al-Imam Ibnul Qayyim berkata: “Asal mula setiap fitnah adalah mendahulukan akal (pendapat) di atas syariat dan mendahulukan hawa nafsu di atas akal.
Yang pertama merupakan asal fitnah syubhat dan yang kedua merupakan asal fitnah syahwat.
Fitnah syubhat dapat ditolak dengan keyakinan, sedangkan fitnah syahwat ditolak dengan kesabaran. Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى menjadikan kepemimpinan dalam agama bergantung pada dua perkara ini.
Allah berfirman:
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ اَىِٕمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوْاۗ وَكَانُوْا بِاٰيٰتِنَا يُوْقِنُوْنَ
“Dan Kami jadikan di antara mereka para pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, ketika mereka bersabar dan mereka meyakini ayat-ayat Kami.”
Ayat ini menunjukkan bahwa dengan kesabaran dan keyakinan, seseorang dapat meraih kepemimpinan dalam agama.
Allah juga menggabungkan keduanya dalam firman-Nya:
وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Dan mereka saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.”
Mereka saling menasihati dengan kebenaran yang menolak syubhat, dan dengan kesabaran yang menahan diri dari syahwat.
Dan Allah menggabungkan keduanya pula dalam firman-Nya:
وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ أُولِي الْأَيْدِي وَالْأَبْصَارِ
“Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq, dan Ya‘qub yang mempunyai kekuatan dan penglihatan.”
Yang dimaksud kekuatan (al-aidī) adalah kekuatan dan keteguhan dalam ketaatan kepada Allah, sedangkan penglihatan (al-abṣār) adalah ketajaman bashirah dalam urusan Allah.
Ungkapan para salaf seluruhnya berputar pada makna ini.
Ibnu ‘Abbas berkata: “Mereka memiliki kekuatan dalam menaati Allah dan pengetahuan tentang Allah.”
Al-Kalbi berkata: “Mereka memiliki kekuatan dalam ibadah dan pemahaman di dalamnya.”
Mujahid berkata: “Al-aidī adalah kekuatan dalam ketaatan kepada Allah, dan al-abṣār adalah ketajaman melihat kebenaran.”
Sa‘id bin Jubair berkata: “Al-aidī adalah kekuatan dalam beramal, dan al-abṣār adalah pemahaman mereka terhadap agama yang mereka jalani.”
Dan telah datang dalam sebuah hadits mursal: “Sesungguhnya Allah mencintai penglihatan (bashirah) yang tajam ketika datang syubhat, dan mencintai akal yang sempurna ketika muncul syahwat.”
Maka dengan sempurnanya akal dan kesabaran, fitnah syahwat dapat ditolak; dan dengan sempurna bashirah dan keyakinan, fitnah syubhat dapat ditolak. Dan hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan.”
وَأَصْلُ كُلِّ فِتْنَةٍ إِنَّمَا هُوَ مِنْ تَقْدِيمِ الرَّأْيِ عَلَى الشَّرْعِ، وَالْهَوَى عَلَى الْعَقْلِ.
فَالْأَوَّلُ: أَصْلُ فِتْنَةِ الشُّبْهَةِ، وَالثَّانِي: أَصْلُ فِتْنَةِ الشَّهْوَةِ.
فَفِتْنَةُ الشُّبُهَاتِ تُدْفَعُ بِالْيَقِينِ، وَفِتْنَةُ الشَّهَوَاتِ تُدْفَعُ بِالصَّبْرِ، وَلِذٰلِكَ جَعَلَ سُبْحَانَهُ إِمَامَةَ الدِّينِ مَنُوطَةً بِهٰذَيْنِ الْأَمْرَيْنِ، فَقَالَ:
﴿وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً ….﴾.
فَدَلَّ عَلَى أَنَّهُ بِالصَّبْرِ وَالْيَقِينِ تُنَالُ الْإِمَامَةُ فِي الدِّينِ.
وَجَمَعَ بَيْنَهُمَا أَيْضًا فِي قَوْلِهِ:
﴿وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ﴾.
فَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ الَّذِي يَدْفَعُ الشُّبُهَاتِ، وَبِالصَّبْرِ الَّذِي يَكُفُّ عَنِ الشَّهَوَاتِ.
وَجَمَعَ بَيْنَهُمَا فِي قَوْلِهِ:
﴿وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ أُولِي الْأَيْدِي وَالْأَبْصَارِ﴾.
فَالْأَيْدِي: الْقُوَى وَالْعَزَائِمُ فِي ذَاتِ اللَّهِ، وَالْأَبْصَارُ: الْبَصَائِرُ فِي أَمْرِ اللَّهِ.
وَعِبَارَاتُ السَّلَفِ تَدُورُ عَلَى ذٰلِكَ.
قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: «أُولِي الْقُوَّةِ فِي طَاعَةِ اللَّهِ، وَالْمَعْرِفَةِ بِاللَّهِ».
وَقَالَ الْكَلْبِيُّ: «أُولِي الْقُوَّةِ فِي الْعِبَادَةِ، وَالْبَصَرِ فِيهَا».
وَقَالَ مُجَاهِدٌ: «الْأَيْدِي: الْقُوَّةُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ، وَالْأَبْصَارُ: الْبَصَرُ فِي الْحَقِّ».
وَقَالَ سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ: «الْأَيْدِي: الْقُوَّةُ فِي الْعَمَلِ، وَالْأَبْصَارُ: بَصَرُهُمْ بِمَا هُمْ فِيهِ مِنْ دِينِهِمْ».
وَقَدْ جَاءَ فِي حَدِيثٍ مُرْسَلٍ:
«إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْبَصَرَ النَّافِذَ عِنْدَ وُرُودِ الشُّبُهَاتِ، وَيُحِبُّ الْعَقْلَ الْكَامِلَ عِنْدَ حُلُولِ الشَّهَوَاتِ».
فَبِكَمَالِ الْعَقْلِ وَالصَّبْرِ تُدْفَعُ فِتْنَةُ الشَّهْوَةِ، وَبِكَمَالِ الْبَصِيرَةِ وَالْيَقِينِ تُدْفَعُ فِتْنَةُ الشُّبْهَةِ.
وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ.
SALAFY CIREBON 🇮🇩, [2/16/2026 11:06 PM]
📘 ((Ighaatsatul Lahafaan Min Mashaayidisy Syaithaan, jilid 2 hlm 162))
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
━━━━━━━━━━━
📡 SALAFY CIREBON
━━━━━━━━━━
📲 WA Official
📢 t.me/salafy_cirebon
🌐 www.salafycirebon.com
📊 Media Artikel & Faidah Ilmiah
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
