Cara Duduk Tasyahhud Akhir dalam Setiap Sholat

بسم الله الرحمن الرحيم

Pendahuluan

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه، وعلى آله وصحبه وسلم.
أما بعد:

Sesungguhnya salah satu upaya menghindarkan diri dari fitnah yang melanda disetiap zaman adalah menyibukkan diri dalam menuntut ilmu, menghafal, muraja’ah, belajar , dan mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada yang lain, yang dengannya seseorang dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – bersabda:

(( نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ غَيْرَهُ فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ )).

“Semoga Allah memberikan kebahagiaan kepada seseorang yang mendengar dari kami satu hadits, lalu dia menghafalnya, hingga dia menyampaikan kepada yang lainnya. Boleh jadi orang yang membawa fiqih menyampaikan kepada yang lebih faqih, dan boleh jadi orang yang membawa fiqih tersebut tidak faqih.”

(HR. Tirmidzi (2656), Abu Dawud (3660), Ibnu Majah (230), dari hadits Zaid bin Tsabit – radhiyallahu ‘anhu – . Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi).

Dan risalah kecil ini merupakan salah satu risalah yang bersifat ilmiah untuk membuka wawasan ilmu fiqih yang ada pada kaum muslimin, sebagai pencerahan intelektual yang menuntut seorang muslim, khususnya kalangan para penuntut ilmu syar’i untuk bisa memahami setiap masalah hukum berdasarkan dalil-dalil dari sumbernya yang jernih, yaitu Al-Qur’an Al-Karim dan Sunnah Nabawiyyah yang shahih. Risalah ini menjelaskan tentang hukum dan tata cara duduk yang benar didalam shalat, disaat seorang yang melakukan shalat duduk pada tahiyyat akhir, dari shalat yang wajib maupun nafilah (sunnah), baik shalat yang berjumlah satu raka’at, dua raka’at, tiga raka’at dan seterusnya, baik shalat yang memiliki satu tasyahhud maupun dua tasyahhud. Dimana kita menyaksikan adanya perbedaan cara yang diamalkan kaum muslimin dalam cara duduk mereka, ada yang duduk iftirasy pada setiap shalat yang berjumlah dua raka’at, atau yang memiliki satu tasyahhud, dan ada pula yang melakukannya dengan cara duduk tawarruk. Sehingga sebagian kaum muslimin mempertanyakan tentang hal ini, apakah landasan masing-masing mereka yang melakukan cara duduk yang berbeda? Manakah yang benar?, manakah yang lebih sesuai dengan dalil?, apakah keduanya memang disebutkan dalam hadits? Dan yang semisalnya dari berbagai pertanyaan yang kerap diajukan kepada kami. Terlebih disaat sebagian kaum muslimin yang sudah terbiasa semenjak kecil dengan cara duduk tertentu, lalu kemudian merasa heran dengan cara yang dilakukan sebagian mereka yang shalat dengan cara duduk yang berbeda. Sehingga hal ini mendorong kami untuk mengeluarkan risalah kecil ini, agar bermanfaat bagi mereka yang ingin melihat permasalahan ini dengan kacamata ilmiah.

Memang ada sebagian para penuntut ilmu yang telah menulis tentang masalah ini walaupun dengan cara yang ringkas – semoga Allah membalas kebaikan mereka -, dan penulis juga memahami bahwa mungkin tulisan ini bersifat penjelasan, sekaligus bantahan terhadap sebagian tulisan tersebut, yang pada hakekatnya tidak memberikan hak yang semestinya terhadap bahasan ini.

Yang jelas, penulis telah berupaya semaksimal mungkin untuk menjelaskan masalah ini dengan cara ilmiah. Namun sebagai manusia biasa, keadaanya seperti kata pepatah “tiada gading yang tak retak”, sehingga kalau di dalamnya ada kekeliruan, baik isi maupun penulisan, kami dengan lapang dada menerima kritikan tersebut, dan semoga itu menjadi pahala tersendiri untuknya disisi Allah – jalla jalalahu -.

Balikpapan, Ma’had Ibnul Qoyyim
28 Sya’ban 1428 H

Abu Karimah Askari bin Jamal

============================ » Read more

“Ketika Sunnah Ditinggalkan?” Tabligh Akbar Cirebon bersama Al-Ustadz Luqman Ba’abduh hafidzahullah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillah,

📢 Insya Allah kembali hadir Kajian Ilmiyah Islamiyah / Tabligh Akbar di Cirebon

💺Pembicara:

💺Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh hafidzahullah (Pengasuh Ma’had As Salafy Jember)

📝Tema:

🔶 KETIKA SUNNAH DITINGGALKAN?

🕥 Hari Ahad, 03 Sya’ban 1438H / 30 April 2017 » Read more

Fatwa Ulama: Hukum Membangun Kuburan

Pertanyaan:
Saya perhatikan di daerah kami sebagian kuburan dicor dengan semen seukuran panjang 1 m dan lebar 1/2 m, dan dituliskan padanya nama mayit, tanggal wafatnya, dan sebagian kalimat seperti: “Ya Allah berilah rahmat kepada Fulan bin Fulan…”, demikian. Apa hukum perbuatan semacam ini?

Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz menjawab:

Tidak boleh membangun pada kubur, baik dengan cor ataupun yang lain, demikian pula menulisinya. Karena terdapat riwayat yang shahih dari Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ tentang larangan membangun di atas kuburan dan menulisinya. Al-Imam Muslim telah meriwayatkan dari hadits Jabir, ia berkata:
نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ

“Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ melarang kuburan dikapur, diduduki, dan dibangun.”
Al-Imam At-Tirmidzi dan yang lain meriwayatkan dengan sanad yang shahih dengan tambahan lafadz:
وَأَنْ يُكْتَبَ عَلَيْهِ
“dan ditulisi.”
» Read more

Audio Dauroh Cirebon: Berpegang dengan Sunnah Jalan Keselamatan dari Radikalisme di Tanah Air

بِسْمِ ٱللّٰهِ ٱلرَّحْمٰنِ ٱلرَّحِيمِ

📡 Audio Tabligh Akbar di Masjid Al Jamaah Kompleks Pertamina Cirebon: Berpegang Dengan Sunnah Jalan Keselamatan dari Radikalisme di Tanah Air

📆 Ahad, 26 Rabi’ul Awwal 1437 / 25 Desember 2016

🎙Pemateri :
💺 Al Ustadz Muhammad bin Umar Assewed hafidzahullah

💺Al Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi hafidzahullah

🎙Pembukaan Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed » Read more

Tabligh Akbar Cirebon: Berpegang Dengan Sunnah Jalan Keselamatan dari Radikalisme di Tanah Air

Alhamdulillah,

📢 Kembali hadir Kajian Ilmiyah Islamiyah/Tabligh Akbar di Cirebon, insya Allah

🔶 Menghadirkan Pemateri :

💺Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi,Lc, hafidzahullah (Pengasuh Ma’had As salafy Jember)

💺Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed, hafidzahullah (Pengasuh Ma’had Dhiyaus Sunnah, Cirebon)

📝Tema:

🔶 BERPEGANG DENGAN SUNNAH JALAN KESELAMATAN DARI RADIKALISME DI TANAH AIR » Read more

Masihkah Merayakan Maulid Nabi?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Merayakan hari kelahiran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah dilakukan oleh Salaf (yakni para sahabat) radhiallahu anhum, meski ada peluang dan tidak ada penghalang tertentu bagi mereka untuk melakukannya. Kalaulah perayaan maulid ini murni suatu kebaikan atau lebih besar kebaikannya, pastilah kaum Salaf radhiallahu anhum orang yang lebih berhak merayakannya daripada kita. Karena kecintaan dan pengagungan mereka kepada Rasul lebih besar dari yang kita miliki, demikian pula semangat mereka dalam meraih kebaikan lebih besar daripada kita. (Iqtidha’ Shirathil Mustaqim: 2/122)

Hari kelahiran Nabi mempunyai keutamaan di sisi Allah Subhanahu wata’ala. Berkata Ibnu Qayyim Al Jauziyyah rahimahullah: “Nabi Muhammad dilahirkan pada tahun gajah. Peristiwa ini (yakni dihancurkannya tentara bergajah yang dipimpin oleh Abrahah ketika hendak menyerang Ka’bah) adalah sebagai bentuk pemuliaan Allah kepada Nabi-Nya dan Baitullah Ka’bah.” (Zaadul Ma’ad: 1/74)

Lalu apakah dengan kemuliaan tersebut lantas disyari’atkan untuk memperingatinya? Para pembaca yang budiman, ketahuilah bahwa tolok ukur suatu kebenaran adalah Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah dari kalangan sahabat Nabi . Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman (artinya): “Jika kalian berselisih dalam suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah (yakni Al Qur’an) dan Rasul-Nya (yakni As Sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kiamat.” (An Nisaa’: 59) » Read more

Audio Kajian Kitab Syarhus Sunnah Syarah Asy Syaikh Sholeh Fauzan حفظه الله

بسم الله الرحمن الرحيم

? Audio Kajian Rutin Rabu Malam

========================

? Kitab Syarhus Sunnah

? Syarah Asy syaikh Sholeh Fauzan حفظه الله

? Pertemuan ke-61

================= » Read more

Audio Kajian Rutin Kitab Tafsir As Sa’dy QS. Al-Baqarah: 210-211

بسم الله الرحمن الرحيم
? Audio Kajian Rutin Selasa Malam

========================

? Kitab Tafsir As Sa’dy

? QS Al Baqarah : 210-211

? Pertemuan ke-118

====================
? Pemateri: Al Ustadz Muhammad bin Umar Assewed حفظه الله

? Selasa, 22 Shafar 1438 H / 22 November 2016 M

?  Ba’da Maghrib s/d selesai

? Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq, Ma”had Dhiyaus Sunnah Cirebon

 Radio Adh dhiya Cirebon

?www.salafycirebon.com

→→→→ ??←←←←

Baarokallohu fykum

✔ WhatsApp Salafy Cirebon

»»»»»»»  W S C «««««««««

? CHANNEL TELEGRAM :
http://bit.ly/salafycirebon



⬇ unduh kajian ⬇

http://bit.ly/2gce7Ps

Audio Kajian Rutin Kitab Syarah Syarhus Sunnah

بسم الله الرحمن الرحيم

? Audio Kajian Rutin Rabu Malam ? Kitab Syarah Syarhus Sunnah, Penulis Asy Syaikh Shaleh Fauzan حفظه الله ↪ Pertemuan ke-59 ↪ Poin 48

? Menghukumi seseorang secara dzohir bag-2

? Al Ustadz Muhammad bin Umar AsSewed حفظه الله

? Rabu, 09 Shafar 1438 H / 09 November 2016 M » Read more

1 2 3 14