Inilah Yang Benar Tentang Hukum Menggunakan Tasbih

HUKUM MEMAKAI BIJI-BIJI TASBIH

As-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah

Al Imam Mujahid Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullahu ta’ala ditanya:

Banyak manusia memakai biji-biji tasbih sehingga hal ini dianggap sunnah menurut sebagian mereka. Apakah ada dalil yang membolehkan memotongnya?

Beliau menjawab: Bolehkah memotongnya? Hal ini tidak pernah ada di zaman Rasullah, akan tetapi ada riwayat beberapa hadits tentang inkarul mungkar. Karena biji tasbih ini termasuk kemungkaran dan termasuk bidah dan kesesatan, karena itu adalah syiar-syiarnya orang hindu, dan termasuk syiar-syiarnya orang nasrani. Maka para pendeta dan ahli ibadahnya orang hindu merekalah yang memakainya, lalu orang-orang sufi dan rafidhah mengambil ini dari mereka, sebagaimana mereka telah mengambil dari mereka banyak dari masalah akidah dan manhaj yang rusak. […]

Apa Hukum Merayakan Ulang Tahun?

Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta’ yang saat itu diketuai[1] oleh Samahatusy Syaikh Abdul Aziz ibnu Abdillah ibnu Baz rahimahullah menjawab beberapa pertanyaan berikut ini.

Ada saudara-saudara kami, kaum muslimin, yang menyelenggarakan perayaan ulang tahun untuk diri mereka dan anak-anak mereka. Apa sebenarnya pandangan Islam dalam masalah “ulang tahun” ini?

Jawab:
Asal dalam perkara ibadah adalah tauqif/berhenti di atas nash (dalil Al-Qur’an dan as-Sunnah). Oleh karena itu, seseorang tidak boleh melakukan ibadah yang tidak disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, berdasar sabda Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang sahih:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Siapa yang mengada-adakan sesuatu dalam perkara kami ini padahal bukan bagian darinya maka amalan yang diada-adakan itu tertolak.” […]

Apa Hukum Mengusap Wajah Setelah Berdoa?

Mengusap Wajah Setelah Berdoa

Dalam Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah:

“Apabila doa itu adalah ibadah yang disyariatkan, dalam keadaan tidak ada (dalil) yang tetap dalam masalah mengusap wajah dengan kedua telapak tangan setelahnya, baik dalil sunnah ucapan (Nabi ) ataupun perbuatan, bahkan diriwayatkan hal itu dari jalan-jalan yang lemah, maka mengusap wajah dengan kedua telapak tangan setelah berdoa itu tidak disyariatkan.”

***

Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah -Al-Majmuah Al-Uula 4/445.

Sumber : Channel Syaikh Fawwaz al-Madkhali hafizhahullah. […]

Apa Hukum Memotong Jenggot?

Apa hukum mencukur jenggot sampai habis atau memotong sebagiannya?

Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al- Wadi’i rahimahullah menjawab, Orang yang mencukur jenggotnya sampai habis tergolong orang yang fasiq, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

احْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

“Potonglah kumis kalian dan biarkan jenggot kalian.”

dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pula,

وَفِّرُوا اللِّحَى

“Biarkanlah jenggot kalian menjadi banyak.”

Juga,

أَكْرِمُوا اللِّحَى

“Muliakanlah jenggot kalian.”

Juga,

ارْخُوا اللِّحَى

“Panjangkan jenggot kalian.”

Juga,

قَصُّوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

“Potonglah kumis kalian dan biarkanlah jenggot kalian.” […]