Menuju Giat Kemping Santri MDS, Brimob Beri Atensi

menuju-giat-kemping-santri-mds-brimob-beri-atensi
NYES ADEM. Salah satu sudut Buper Ipukan, Palutungan, Kuningan, September 2020. (Foto: dok pribadi)

CIREMAI adalah soal keindahan dan kesejukan. Jalan setapaknya menantang. Menyilakan kita lewat. Membelah barisan pinus-pinus, dengan dahan hijau terhunus. Menaungi.

Tidak! Kita tidak sedang melintasi prosesi pedang pora. Kita baru memasuki gerbang Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang eksotis.

Kabut pun turun perlahan. Menyambar segala penat. Menerjang segala gundah. Aku berdiri terpaku. Memandang kedalaman lembah. Jurang-jurang diam membisu.

Keheningan menyambut. Dingin setia membelai. Gemuruh air terjun dan kicau burung, berlomba. Mengucapkan selamat datang. Selamat meninggalkan keramaian kota, dan tiba di kelebatan hutan.

Siapkan perbekalan kalian. Doa jangan tertinggal. Kita akan belajar di alam. Menghirup udara bersih. Sedikit polusi. Insyaallah santri Ma’had Dhiya’us Sunnah (MDS) akan berangkat kemping. Back to nature, ceunah hehe…

Tingkat Marhalah Mutawasithoh (MM) ke atas, rencana di Bumi Perkemahan (Buper) Sidomba, Kuningan. Berlangsung Insyaallah, Rabu-Kamis (20-21 Juli 2022).

Tingkat Marhalah Ibtidaiyah (MI/SD) khusus kelas 5 dan 6 di Buper Ipukan, Palutungan, Kuningan. Pelaksanaan Insyaallah, Rabu-Kamis (3-4 Agustus 2022).

Tim survei kemping MI mengunjungi Ipukan, Sabtu (25/6). Dipimpin Koordinator Kesantrian, Ustad Yahya Tendjolayar dan Mudir MI, Ustad Abdurahman Agung. Turut menyertai Ustad Akhmad Salafy, Ustad Muadz Assewed, Ustad Hamzah Fathin, Ustad Luqman Bajuber dan penulis.

Kami memesan kavling tempat berkemah bagi santri dan panitia. Tidak jauh dari mushola dan toilet. Juga memastikan jalur hiking / jalan pagi bagi santri. Menempuh rute setapak melewati hutan pinus, menuju ladang penduduk, kebun sayur-mayur, dan finish di air terjun Cisurian. Segernya rek…

“Total ada 26 toilet siap pakai,” kata pengelola Buper Ipukan, Jawil (47). “Rute hiking juga aman, tinggal panitia mengawasi saja,” tambahnya.

Dia menekankan agar peserta kemping memerhatikan perlengkapan yang dibawa. Terutama pakaian ganti dan jaket tebal. “Jangan sampai kedinginan,” ujarnya.

Brimob Mendukung

Sementara itu, guna memaksimalkan kebutuhan menginap santri dalam kegiatan kemping, panitia sudah berkoordinasi dengan Batalyon C Satbrimobda Polda Jabar, yang bermarkas di Talun.

Alhamdulillah, mereka memberi atensi. Meminjamkan dua tenda peleton. Kapasitas 40 orang per tenda. Pemasangan akan dilakukan langsung oleh personel Brimob. Sedangkan truk dinas, bisa digunakan mengangkut peserta kemping dengan penggantian bahan bakar.

“Insyaallah (truk) bisa dipakai, selama tidak kami gunakan,” kata Danyon Brimob Cirebon, AKBP Bagus Amrullah NH SFarm Apt melalui Pasi Ops AKP Abang Mulyana SH, saat ditemui di ruang kerja, Senin (27/6).

Abang menegaskan Brimob Cirebon dan Ma’had Dhiya’us Sunnah sudah seperti saudara. Pihaknya mendukung giat kemping santri MDS. “Memang bisa dipinjam buat umum (tenda/truk dinas). Apalagi buat saudara sendiri,” tuturnya seraya menitipkan salam untuk Pembina Ma’had Dhiya’us Sunnah, Ustad Muhammad bin Umar Assewed. (Humas MDS)

Baca juga:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.