Al Imam Taqiyuddin Ahmad bin ‘Ali Al Muqriziy Asy Syafi’i —رحمه الله- (w. 845 H)
Beliau adalah seorang ulama yang ahli dalam berbagai bidang. Awal mulanya beliau bermazhab Hanafi lalu beliau berpindah ke madzhab Asy Syafi’i karena beliau memandang hujjah-hujjahnya lebih kuat dan lebih dekat kepada Sunnah. Beliau terkenal sebagai ahli tarikh.
Di antara karyanya yang terkenal:
- Al Mawa’idzh wal I’tibaar bi Dzikril Khuthothi wal Atsar
- Hawaditsud Duhur fi madal Ayyami wasy Syuhur
Beliau berkata: “Ketahuilah, bahwa Allah itu adalah Rabb, Raja, dan Ilah-nya segala sesuatu.
Rabb dalam bahasa Arab adalah bentuk mashdar (kata dasar) dari rabba-yarubbu-rabban. Kemudian [bentuk fa’il-nya adalah] : رَابٌّ.
Maka makna firman Allah ta’ala:
رَبِّ العَالَمينَ
Rabb semesta alam adalah : رَابِّ العَالَمينَ, karena sesungguhnya Rabb adalah pencipta yang menciptakan seluruh hamba-Nya, mengatur, memelihara, dan memperbaiki mereka, serta yang menjamin kemaslahatan mereka dengan penciptaan, rezeki, kesehatan, dan kebaikan agama maupun dunia.
Sedangkan makna al-Ilahiyyah adalah keadaan para hamba menjadikan-Nya sebagai Dzat yang paling dicintai, yang disembah, dan mengesakan-Nya dalam kecintaan, rasa takut, harapan, ketundukan, taubat, nadzar, ketaatan, berdoa, tawakal, dan yang semisal dengan ini (yakni dari segala bentuk ibadah).”
Kemudian beliau rahimakumullah berkata lagi: “Tauhid Uluhiyyah ini merupakan kedudukannya para shiddiqin. Dan tiada keraguan bahwasanya tauhid Rububiyyah tidaklah diingkari oleh orang-orang musyrik. Bahkan mereka mengakui bahwa Allah sajalah yang menciptakan mereka dan menciptakan langit dan bumi, serta hanya Dialah yang mengatur kemasalahatan bagi seluruh alam semesta. Hanya saja yang mereka ingkari adalah tauhid Uluhiyyah dan mahabbah (kecintaan).”
📚 Sumber: Kitab Tajriidut Tauhid al Mufiid, dicetak bersama syarahnya : Ifaadatul Mustafid, hlm. 19-24 & 34-36.
قال الإمام تقي الدين أحمد بن علي المقريزي الشافعي ( توفي ٨٤٥ هـ) رحمه الله تعالى :
اعلم أن الله سبحانه رب كل شيء ومالكه وإلههُ :
فالرب مصدر ربُّ يرُبُّ ربّاً فهو رابٌّ : فمعنى قوله تعالى : « رَبِّ الْعَالَمِينَ » رابِّ العالمين ، فإن الرب سبحانه وتعالى هو الخالق الموجد لعباده ، القائم بتربيتهم وإصلاحهم من خَلقٍ ورزقٍ وعافية وإصلاح دين ودنيا .
والإلهية كون العباد يتخذونه سبحانه محبوباً مألوهاً ويفردونه بالحب والخوف والرجاء والإخبات والتوبة والنذر والطاعة والطلب والتوكل ، ونحو هذه الأشياءِ .
ثم قال رحمه الله تعالى :
وهذا التوحيد مقام الصديقين .
ولا ريب أن توحيد الربوبية لم ينكره المشركون ، بل أقروا بأنه سبحانه وحده خالقهم وخالق السماوات والأرض ، والقائم بمصالح العالم كله ، وإنما أنكروا توحيد الإلهية والمحبة
📚 *( تجريد التوحيد طبع مع شرحه إفادة المستفيد : ١٩-٢٤ & ٣٤-٣٦)*
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯️ Channel Telegram || https://t.me/salafy_cirebon
🖥 Website Salafy Cirebon :
www.salafycirebon.com
📳 Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah
