بسم الله الرحمن الرحيم
Nasihat As Syaikh Ahmad bin Yahya bin Khadir Az Zahrani, malam Kamis 16 Ramadan 1447 H selepas salat tarawih di Masjid Bin Ubaid, Syisah, Mekkah. Terkait eskalasi konflik di Timur Tengah.
“Sebelum memulai pelajaran, saya ingin menyampaikan beberapa point penting untuk diperhatikan. Saya berharap kalian mendengarkannya baik-baik. Baarakallahu fiikum.
Point pertama; Tentu tidak samar bagi kalian, apa yang saat ini terjadi secara faktual, yaitu perang, kerusuhan, dan kekacauan.
Termasuk akidah kita, akidah Salafus Salih, adalah mendoakan kebaikan untuk pemerintah dan pasukan penjaga yang pemberani, di timur, di barat, di utara, maupun di selatan. Di negara ini (Arab Saudi) maupun di negara-negara muslim lainnya.
Doakanlah kebaikan untuk pemerintah negara ini (Arab Saudi) dan para tentaranya, serta untuk semua negara muslim lainnya, agar mereka diberi kemenangan, kekuatan, keberhasilan, perlindungan, dan mampu menghalau musuh. Kita memohonkan agar semua diberi taufik untuk meraih semua kebaikan, serta menjauhkan kita dan mereka dari semua keburukan. Juga memberi taufik untuk pasukan pemberani di semua sektor, di negara ini dan negara-negara muslim lainnya, untuk menghalau musuh.
Kita memohon kepada Allah agar mereka kembali kepada kitabullah, sunnah Rasulullah, dan pemahaman Salafus Salih.
Point kedua; kaum ulama kita, _rahimahumullah,_ telah berpesan bahwa bentuk berpolitik yang baik adalah dengan menghindari pembahasan politik.
Orang-orang yang mengikuti jejak kaum ulama kibar, qaulan (ucapan/teori) dan fi’lan (perbuatan/praktik), tidak akan ikut-ikutan urusan semacam ini.
Orang-orang yang mengikuti jejak ulama kibar, qaulan dan fi’lan, tidak akan ikut-ikutan urusan semacam ini, tidak berdebat, dan tidak menentang urusan yang berhak. Sebagaimana Rasulullah memberitakan, ” Agar kita tidak menentang urusan yang berhak “.
Pemerintah lebih mengerti urusan seperti ini, dibandingkan saya maupun Anda. Pemerintah lebih mengerti cara mensikapi urusan-urusan semacam ini. Tugas Anda adalah mendoakan kebaikan untuk Pemerintah. Tugas Anda adalah mendoakan kebaikan untuk Pemerintah.
Jangan sibuk dengan urusan-urusan semacam ini. Jangan jadikan kebanyakan waktu Anda habis untuk hal-hal semacam ini. Anda ingin sekedar mengetahui apa yang sedang terjadi, tidak masalah. Namun, jangan sampai menjadi kebiasaan Anda, kebanyakan waktu Anda, apalagi sampai berdebat dengan orang lain di dunia maya. Sebab, pendapat saya dan pendapat Anda tidak berpengaruh sedikit pun. Kita bukan ahlul hall wal ‘aqdi yang berhak ikut berbicara. Tugas kita adalah mendoakan kebaikan untuk mereka.
Point ketiga; Di masa-masa isu tersebar sekarang ini, di tengah-tengah barisan muslimin menyusup lah orang-orang yang senang membuat rusuh dan kacau, serta kelompok-kelompok sesat. Mereka ingin mengganggu dan merusak nilai-nilai cinta, kasih sayang, dan hubungan baik antara pemerintah, ulama, dan rakyat.
Orang sufi ikut, orang IM ikut, orang jama’ah tabligh ikut, orang khawarij ikut, orang liberal, orang yahudi, orang nasrani, orang syi’ah rafidhah, semuanya ikut menulis di dunia maya menggunakan nama-nama palsu, lalu menyebar berita-berita bohong sehingga merusak dan mengacaukan masyarakat.
Oleh sebab itu, Kementerian Dalam Negeri (Arab Saudi) menerbitkan press release tentang keharusan mengakses berita-berita terpercaya dari sumber-sumber yang resmi. Sebab, sekarang ini banyak isu-isu. Banyak isu-isu.
Tentu tidak samar bagi kalian bahwa kaum ahli bid’ah dan kelompok sesat mereka mendominasi media-media sosial. Anda mendapati mereka siang malam menyebarkan berita-berita bohong, prediksi-prediksi yang rusak, dan pendapat-pendapat yang aneh dan ganjil . Kita memohon keselamatan kepada Allah.
Wahai hamba Allah, waspadalah dari hal-hal ini. Oleh sebab itu, kaum ulama berpesan; termasuk berpolitik yang baik adalah dengan menghindari pembahasan politik. Serahkan urusan politik kepada yang berhak.
Anda sebagai warga negara, beraktivitaslah untuk kepentingan Anda sendiri, siang dan malam. Sebagaimana sudah kami jelaskan kemarin malam terkait sabda Nabi, ” Thalabul ilmi adalah kewajiban”. Imam Ahmad menerangkan, ” Ia menuntut ilmu untuk yang ia perlukan siang malam nya”
Saat ini, kita menjalani bulan mulia, dan sebentar lagi menyambut sepuluh hari terakhir Ramadhan, kita perlu belajar dan mencari bekal ilmu karena akan banyak problem yang akan kita hadapi, sehingga kita harus mempersiapkan diri.
Sepuluh hari terakhir nanti harus kita maksimalkan untuk membersihkan jiwa dan mendoakan kebaikan untuk Pemerintah dan pasukan yang pemberani, di negara ini maupun negara-negara muslim lainnya.
Saya memohon kepada Allah agar menjauhkan kita dan kalian dari semua keburukan. Saya memohon kepada Allah agar menjauhkan kita dan kalian dari semua keburukan. Saya memohon kepada Allah agar menjauhkan kita dan kalian dari semua keburukan.
Semoga Allah memudahkan kita dan semua saudara-saudara kita untuk kembali kepada kitabullah, sunnah Rasulullah, dan pemahaman Salafus Salih, semoga Allah meridhai mereka.
Hendaknya kita semua jujur dalam hal ini, qaulan (ucapan/teori) dan fi’lan (perbuatan/praktik). ”
✍🏼 *Ustadz Abu Nashim Mukhtar* _hafizhahullah_
https://t.me/anakmudadansalaf
