[ TANYA-JAWAB ] SEJAK KAPAN TAZKIYYAH ADA KADALUARSANYA​?

✍ Al-Ustadz Muhammad bin ‘Umar As-Sewed -Hafidzahullah

Ada seorang yang bertanya kepada saya dengan nada sinis:
⁉”Sejak kapan tazkiyyah ada kadaluarsanya?!”

✍ Saya tidak marah atau tersinggung karena saya tahu bahwa penanya adalah orang yang tidak berilmu.
Namun sepertinya kalau dibiarkan tanpa jawaban saya khawatir dia akan terus dalam ketidak tahuannya.

💬 Maka saya jawab disini bahwa tazkiyyah dan juga tahdzir bisa berubah sesuai dengan perubahan yang terjadi pada seseorang. Bukankah hati seseorang selalu berubah? Sebagaimana dalam hadits:

إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ

Hati-hati manusia di dua jemari Allah, Allah bolak balikan sekehendaknya (H.R Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silisilah Ash-Shohihah no. 2091)

✍ Sesungguhnya seseorang itu mendapatkan tazkiyyah dari amalannya sendiri. Sebagaimana ucapan Syaikh Ubaid Al JabiriHafidzahullah-:

انما يزكي الرجل اعماله

Sesungguhnya yang mentazkiyyah seseorang adalah amalannya sendiri
(Lihat di https://www.sahab.net/forums/index.php?app=forums&module=forums&controller=topic&id=137598 dan http://www.ajurry.com/vb/attachment.php?attachmentid=29498&d=1372717947)

✔ Maka tentunya tazkiyyah pada seseorang akan berubah bahkan hilang atau kadaluarsa jika amalan orang tersebut berubah menjadi jelek atau menyimpang.

➡ Demikian pula sebaliknya seseorang yang ditahdzir, kalau ternyata dia bertaubat dan berubah jadi baik, kembali kepada Sunnah dan jalan yang lurus, maka tahdzir pun otomatis tercabut dan kadaluarsa.

📖 Allah berfirman tentang ucapan Nabiyyullah Ibrahim -Alaihis-Salam-:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja” (Al-Mumtahanah:4)

🔭 Lihatlah, bahkan baro’ah kepada kaum musyrikin saja ada batas akhirnya yaitu kalau mereka kembali kepada tauhid, beriman kepada Allah sendirinya.

🔭 Tidakkah dia melihat beberapa orang yang awalnya dipuji dan diberi tazkiyyah oleh para Ulama, namun tiba-tiba berubah sesat dan menyimpang?! Seperti Ali Hasan Abdul Hamid, Yahya Al Hajury atau Muhammad Al Imam?!
❓ Bagaimana pendapatmu dengan tazkiyyah para Ulama yang terdahulu kepada mereka?

🔥 Kebiasaan kaum hizbiyyin sejak dulu adalah mencari tazkiyyah dari Ulama kibar dengan bermuka manis dan bersandiwara. Setelah mereka mendapatkan tazkiyyah mulailah mereka memasukkan syubhat-syubhatnya dengan bertameng tazkiyyah para Ulama​.

🤛🏻 Maka peganglah hujjah wahai Ahlassunnah! Jangan terkecoh dengan tazkiyyah kalau sudah terbukti salah.

✔ Demikian pula sebaliknya, wahai Ahlassunnah! Jangan terkecoh dengan tahdzir jika tanpa hujjah.

🏷 *SESUNGGUHNYA YANG MENGANGKAT ATAU MENJATUHKAN SESEORANG ITU AMALANNYA SENDIRI*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *