Jangan Sibukkan Diri dengan Politik

โœ๐Ÿป Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:

โ€”ุงู„ุญุฏูŠุซ ููŠ ุฃู…ูˆุฑ ุงู„ุณูŠุงุณุฉ ุฅุฐุง ุตุฏุฑ ู…ู† ุงู„ุฌู‡ุงู„ ูˆู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุฃู‡ูˆุงุก ูˆุงู„ุฃุบุฑุงุถ ูˆุงู„ูุชู† ูŠุถุฑ ุจุงู„ุฃู…ุฉ ููŠ ุฏูŠู†ู‡ุง ูˆุฏู†ูŠุงู‡ุง ูˆุฃู…ู†ู‡ุง”

“Pembicaraan tentang urusan politik jika muncul dari orang-orang bodoh dan dari orang yang mengikuti hawa nafsunya, dan memiliki tujuan-tujuan tertentu serta menginginkan fitnah, maka akan membahayakan umat, baik pada agamanya, dunianya dan keamanannya.”

[Hukmu al-Muzhaharat 41]

Fatwa Ulama tentang Hukum Menyimpan Uang di Bank

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

*๐Ÿ’ฐ๐Ÿ Hukum menitipkan uang di bank*

๐Ÿ“Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i ย rahimahullah ditanya:

Apa hukum menyimpan uang di bank tanpa mengambil bunganya dengan berdalil dengan firman Allah Ta’ala, artinya: “bagi kalian pokok harta kalian…”?

Jawaban:ย  […]

Nasihat Bagi Yang Suka Selfie

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah pernah ditanya:

Pertanyaan:

Saya seorang pemuda yang senang bergambar dan berfoto. Tidaklah berlalu sebuah momen penting kecuali pasti aku mengambil gambar untuk kenang-kenangan. Lalu foto-foto tersebut aku simpan dalam album. Sudah berlalu beberapa bulan ini aku belum membuka album tersebut dan melihat-lihat fotonya. Apa hukum foto-foto tersebut yang sengaja aku ambil dan mengabadikannya (yakni foto-foto manusia/makhluk bernyawa, pen)? […]

Fatwa Ulama: Hukum Membangun Kuburan

Pertanyaan:
Saya perhatikan di daerah kami sebagian kuburan dicor dengan semen seukuran panjang 1 m dan lebar 1/2 m, dan dituliskan padanya nama mayit, tanggal wafatnya, dan sebagian kalimat seperti: โ€œYa Allah berilah rahmat kepada Fulan bin Fulanโ€ฆโ€, demikian. Apa hukum perbuatan semacam ini?

Asy-Syaikh Abdul โ€˜Aziz bin Abdullah bin Baz menjawab:

Tidak boleh membangun pada kubur, baik dengan cor ataupun yang lain, demikian pula menulisinya. Karena terdapat riwayat yang shahih dari Nabi ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ tentang larangan membangun di atas kuburan dan menulisinya. Al-Imam Muslim telah meriwayatkan dari hadits Jabir, ia berkata:
ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‰ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฌูŽุตู‘ูŽุตูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุจู’ุฑู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูู‚ู’ุนูŽุฏูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูุจู’ู†ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู

โ€œRasulullah ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ melarang kuburan dikapur, diduduki, dan dibangun.โ€
Al-Imam At-Tirmidzi dan yang lain meriwayatkan dengan sanad yang shahih dengan tambahan lafadz:
ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠููƒู’ุชูŽุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู
โ€œdan ditulisi.โ€
[…]