Tata Cara Ringkas Shalat Gerhana (Bulan/Matahari)

Tata cara shalat gerhana Nabi Shallallahu โ€™alaihi wa sallam:

  1. Takbiratul ihram.

  2. Membaca doa istiftah, taโ€™awwudz, dan membaca basmalah secara sir (pelan).

  3. Membaca surah Al-Fatihah dan surah secara jahr (keras). Bacaan pada berdiri pertama rakaat pertama ini dipanjangkan, dalam hadits Ibnu โ€˜Abbas Radhiyallahu โ€˜anhuma diterangkan โ€œโ€ฆkurang lebih sepanjang surah Al-Baqarahโ€ฆโ€ (HR. Al-Bukhari no. 1052, Muslim no. 907).

  4. Bertakbir kemudian ruku dengan memanjangkan ruku. Membaca doa ruku dengan diulang-ulang.

  5. Kemudian berdiri dari ruku sambil mengucapkan, โ€Samiโ€™allahu liman hamidah,โ€ ketika badan sudah tegak sempurna mengucapkan, โ€Rabbana walakal hamd.โ€

  6. Setelah itu tidak sujud, namun terus berdiri panjang, dan kembali membaca Al-Fatihah dan surah. Namun berdiri kedua pada rakaat pertama ini agak lebih pendek dibandingkan berdiri pertama.

  7. Bertakbir kemudian ruku dengan memanjangkan ruku. Membaca doa ruku dengan diulang-ulang. Ruku kedua ini agak lebih pendek dibandingkan ruku pertama.

  8. Kemudian berdiri dan ruku sambil mengucapkan โ€Samiโ€™allahu liman hamidah,โ€ ketika badan sudah tegak sempurna mengucapkan, โ€Rabbana walakal hamd,โ€ ini adalah iโ€™tidal, dan dipanjangkan juga. Berdasarkan hadits dari sahabat Jabir Radhiyallahu โ€™anhu, โ€โ€ฆmaka Nabi memanjangkan berdiri sampai-sampai (sebagian makmum) tersungkur, lalu beliau ruku dan memanjangkannya, lalu bangkit berdiri dan memanjangkannya, lalu ruku dan memanjangkannya, kemudian bangkit berdiri dan memanjangkannya, kemudian beliau sujud dua kaliโ€ฆโ€ (HR. Muslim no. 904).

[…]