BEDA ANTARA TA’ALUM & MUTA’ALIM

Syaikh Dr. Rabie’ bin Hadi –hafidzhahullah– ditanya: telah tersebar di negeri ini praktik-praktik ta’aalum (yaitu orang-orang yang sok tahu dalam agama) hingga sebagian salafiyin sangat berhati-hati dan tidak mau berbicara menyampaikan ilmu karena khawatir terjatuh dalam ta’aalum. Sebagian orang awam menganggap siapa yang mengajarkan Tauhid dan Sunnah adalah seorang yang muta’aalim (orang yang sok alim).

Maka bagaimanakah pendapatmu, semoga Allah menjagamu?

Jawab:
At ta’aalum adalah seorang dalam tingkatan tertentu, kemudian mengangkat dirinya di atas tingkatannya. » Read more

HUKUM SHALAT TANPA BERSUCI DAN DENGAN PAKAIAN YANG NAJIS BAGI ORANG YANG SAKIT

🔉Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:

“Seharusnya orang yang sakit, shalat sesuai kondisinya. Dia shalat dalam kondisi berwudhu. Namun jika tidak mampu wudhu, maka dia bertayamum. Jika tidak mampu tayamum, maka dia shalat meskipun tanpa wudhu dan tayamum.

👕Dia shalat dengan pakaian yang suci. Jika tidak mampu, maka dia shalat meskipun dengan pakaian yang najis dan tidak mengapa baginya.

Jika bisa hendaknya dia shalat di atas tempat tidur yang suci. Namun jika tidak bisa hendaknya dia menghamparkan sesuatu yang suci di atasnya. Jika tidak bisa, maka dia shalat meskipun ada najis karena darurat.
Yang penting orang yang sakit hendaknya tidak mengakhirkan shalat, bahkan hendaknya dia shalat bagaimanapun kondisinya berdasarkan firman Allah Ta’ala:
» Read more

MENISBATKAN KEPADA MADZHAB IMAM YANG EMPAT

4 madzhab🔉Syaikh Shalih bin Fawzan al-Fawzan hafizhahullah

Pertanyaan:
Bolehkah fanatik kepada suatu mazhab (pendapat) yang  seseorang menganutnya pada salah satu hukum syariat meskipun dalam hal ini menyelisihi dengan yang benar? Ataukah boleh meninggalkannya dan mengikuti madzhab yang benar pada sebagian hal? Dan apa hukum berpegang satu madzhab saja?

Jawaban:
Bermadzhab dengan salah satu madzhab imam yang empat yaitu madzhab imam ahlussunnah yang empat yang sudah terkenal yang ada, dihafal dan ditulis kaum muslimin serta  menisbatkan kepada salah satu madzhab tidak terlarang. Maka dikatakan: fulan Syafi’i, , fulan Hanafi, dan fulan Maliki. Julukan ini sudah ada sejak dulu diantara ulama bahkan pada ulama senior dikatakan fulan.Hanbali seperti dikatakan Ibnu Taimiyyah al-Hanbali, Ibnul Qayyim al-Hanbali dan lainnya tidaklah mengapa.
Sehingga sekedar menisbatkan kepada suatu madzhab tidak terlarang, namun dengan syarat tidak terbelenggu dengan madzhab tersebut sehingga diambil semua perkara yang ada, baik yang haq maupun batil, baik yang benar maupun yang salah. Akan tetapi diambil darinya perkara yang benar dan apa yang diketahui sebagai kesalahan tidak boleh diamalkan. Adapun jika tampak baginya pendapat yang kuat, maka dia wajib » Read more

Membuka Usaha Restoran atau Rumah Makan Sesuai Syariat

Bolehkah membuka usaha restoran dalam Islam?

Tanya:
Mohon nasehatnya, bagaimana pandangan syariat mengenai usaha restoran atau warung makan. Apakah boleh bagi kita membuka usaha tersebut?

Jawab:
Oleh Al Ustadz Abu Muawiyah Askary hafizhahullah

» Read more

Siapakah dr Zakir Naik? Mohon Penjelasannya?

MENGENAL dr ZAKIR NAIK

Pertanyaan :
Siapakah dr Zakir Naik? Mohon penjelasannya?

Dijawab Oleh :
Al Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah

LINK DOWNLOAD : http://bit.ly/1WaHvGo

 

Sumber :
WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Tanya Jawab bersama Al-Ustadz Muhammad As-Sewed‏ -Hafidzahullah-

Tanya Jawab Bersama: Al Ustadz Muhammad Umar as Seweed Hafidzhahulloh

 

1.       [Pertanyaan] Apakah seseorang yang taklid kepada seseorang dikatakan sebagai Ahlussunnah dan apakah batasan dikatakan sebagai muqallid?

Jawaban:  Download Audio disini

 

2.      [Pertanyaan] Bagaimana jika ada yang mengaku pondok Salafy tetapi berada di bawah kurikulum DIKNAS

Jawaban:  Download Audio disini

 

3.      [Pertanyaan] Apakah Ust Abdul Mu’ti,  Abdur Bar,  Sufyan Ruray,  Jafar Salih ikut rujuk bersama Ust. Dzulqarnain

Jawaban:  Download Audio disini

 

4.    [Pertanyaan] Jika seorang ikhwah Ahlussunah diketahui oleh yang lain dari kalangan Ahlussunnah, dia berteman & berta’awun dalam dakwah dengan seorang tokoh ahlul ahwa, apakah ketika dia bertaubat hanya sebatas antara dia dengan Allah?

Jawaban:  Download Audio disini 

 

5.      [Pertanyaan] Sebenarnya Apa sih yang menjadi Penyebab utama yang paling mendasar seorang ustadz menjadi sesat di mana mereka itu adalah seorang yang berilmu?

Jawaban:  Download Audio disini 

 

6.      [Pertanyaan] Apakah belajar ilmu kalam berdosa, apakah ilmu kalam sama dengan ilmu filsafat atau mencakup ilmu yang lainnya?

Jawaban:  Download Audio disini 

 

7.       [Pertanyaan] Pasca teleconference bersama Syaikh Hani telah banyak pembicaraan beredar di Indonesia dan Makassar secara khususnya kalam Syaikh Hani baru-baru ini, yang kesimpulan dari mereka adalah tahdzir Syaikh Rabi’ terhadap Dzulqarnain telah dihapus dan mansukh…

Apakah ada penjelasan langsung dari syaikh Rabi’ bahwasanya tahdzir itu memang telah dicabut, apakah Dzulqarnain tidak diminta pertanggungjawaban taubat dari kesalahannya selama ini.  Mohon penjelasannya?

Jawaban:  Download Audio disini 

 

8.       [Pertanyaan] (Syubhat) Syaikh Ibnu Utsaimeen tidak segencar Syaikh Rabi dalam masalah Tahdzir

Jawaban:  Download Audio disini

 

9.       [Pertanyaan] Bagaimana dengan ikhwan yang belajar di LIPIA Jakarta dengan alasan tidak ada larangan langsung dari ulama

Jawaban:  Download Audio disini

Sumber: http://forumsalafy.net/?p=1284