BEDA ANTARA TA’ALUM & MUTA’ALIM

Syaikh Dr. Rabie’ bin Hadi –hafidzhahullah– ditanya: telah tersebar di negeri ini praktik-praktik ta’aalum (yaitu orang-orang yang sok tahu dalam agama) hingga sebagian salafiyin sangat berhati-hati dan tidak mau berbicara menyampaikan ilmu karena khawatir terjatuh dalam ta’aalum. Sebagian orang awam menganggap siapa yang mengajarkan Tauhid dan Sunnah adalah seorang yang muta’aalim (orang yang sok alim).

Maka bagaimanakah pendapatmu, semoga Allah menjagamu?

Jawab:
At ta’aalum adalah seorang dalam tingkatan tertentu, kemudian mengangkat dirinya di atas tingkatannya. […]

Tazkiyyah Asy Syaikh Rabi’ Terhadap Syaikh Hani’ bin Buraik – Hafidzahumullah – (Terbaru)

Ziarohku ke Madinah al Munawwaroh
(Hari Rabu, 13 Jumadil Awal 1436 H)

“Aku mendengar dari Syaikh kami, al Allamah Rabi’ bin Hadiy -semoga Allah senantiasa meluruskan langkahnya- beliau mengatakan tentang al Akh asy Syaikh Hani’ bin Buraik :

“Sungguh manusia tidak senang terhadap Hani’ dan berusaha mengacaukan urusannya, bahkan sekarang memusuhinya.

Akan tetapi HANI’ : SEORANG MUJAHID; ORANG YANG MENJAGA; CERDAS DAN FASIH LISANNYA.

[maka Syaikh pun tersenyum] dan beliau pun mendoakan kebaikan untuk Syaikh Hani’.

Ditulis oleh : asy Syaikh Usamah al Amriy hafidzahullah

Forum Salafy Purbalingga

—-

في زيارتي للمدينة النبوية
يوم اﻷربعاء 13جمادى الاول /1436

سمعت شيخنا العلامة
ربيع بن هادي- سدده الله- يقول عن اخي الشيخ هاني بن بريك:

(لقد شوش اناس على هاني ويحارب اﻵن
ولكن
هاني
مجاهد
وحافظ
وذكي
ولسن “وتبسم شيخنا”

ودعا له )

كتبه الشيخ أسامة العمري
في زيارته للمدينة النبوية

يوم اﻷربعاء 13جمادى الاول /1436هـ

Nasihat asy-Syaikh Al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah terhadap Beberapa Masalah Manhajiyyah di Indonesia

Alhamdulillah berkat rahmat dan taufiq dari Allah telah terjadi jalsah (pertemuan) para du’at/asatidzah Indonesia dengan al-Walid asy-Syaikh al-’Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah di kediaman beliau pada Ramadhan 1433 H lalu, guna menanyakan beberapa permasalahan manhajiyyah yang menjadi perselisihan antara para duat di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, turut hadir pula asy-Syaikh Khalid azh-Zhafiri hafizhahullah.

Tentunya, hasil dari pertemuan tersebut bisa menjadi bimbingan dan pedoman dalam menyelesaikan perselisihan yang selama ini terjadi.Tapi, kenyataan yang ada sangat menyedihkan.Setelah pertemuan tersebut justru muncul interpretasi dan persepsi yang berbeda-beda terhadap nasehat dan arahan yang disampaikan oleh asy-Syaikh Rabi’, bahkan sebagian pihak ada yang berani membantah ucapan asy-Syaikh Rabi’.Sehingga perselisihan yang ada terus berkelanjutan. […]