Hukum Berjabat Tangan Setelah Salam dari Shalat?

Bid’ah Berjabat Tangan Setelah Salat

Pertanyaan keenam dari fatwa nomor 16843

Pertanyaan 6 :

Seorang imam dari Turki membiasakan berjabat tangan setelah salat Idul Fitri. Hal itu juga ia lakukan pada setiap selesai salat lima waktu selama lebih dari empat tahun. Imam tersebut berdiri di tempat salatnya lalu para makmum mendatanginya dan berjabat tangan dengannya satu per satu. Orang yang pertama kali berjabat tangan berdiri di sampingnya, kemudian orang kedua berdiri di samping orang pertama, orang ketiga berdiri di samping orang kedua, dan seterusnya hingga selesai meskipun jumlah makmum ratusan orang. Seorang imam Arab juga biasa berjabat tangan setelah salat Subuh. Ketika kami bertanya kepadanya, dia menjawab: “Kami melihat saudara-saudara kami dari Turki melakukan demikian.” Kami telah melarangnya, tetapi dia tetap melakukannya. Bagaimana pendapat Anda tentang masalah ini?

Jawaban 6:

Kebiasaan berjabat tangan setelah salat fardu antara imam dan makmum atau antara makum yang satu dan yang lainnya, termasuk bid’ah dan tidak memiliki dasar, dan wajib ditingalkan, […]

3 Rahasia Agar Shalat Kita Menjadi Khusyu’

Untuk mencapai kesempurnaan dalam ibadah shalat, kita harus melaksanakannya dengan khusyu. Sebagaimana Firman Allah,

قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي صَلَاتِهِمۡ خَٰشِعُونَ ٢

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalat mereka.” (al-Mu’minun: 1—2).

Pengertian Khusyu’

Ibnu Rajab rahimahullah berkata bahwa inti dari khusyuk adalah lembutnya hati, lunak, tenang, tunduk, dan leburnya hati. Apabila hati ini khusyu’ maka akan diikuti dengan khusyu’nya anggota badan. (Al-Khusyu’ fish Shalat, hlm. 17)

Obat Khusyu’ di dalam Shalat

Berkata Syaikh al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali haifizhahullah, “Bersemangatlah untuk senantiasa khusyu’ dalam shalatmu dengan engkau: […]

Keutamaan Tarawih

Oleh :
💻  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed –hafidzahullah

Shalat tarawih sangat dianjurkan oleh Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wa sallam-walaupun beliau tidak mewajibkannya.  Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa siapa yang menegakkan qiyamur ramadhan dengan keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Disyariatkan qiyamur ramadlan atau shalat tarawih secara berjama’ah, maka inilah yang lebih utama daripada shalat tarawih sendirian.
Diriwayatkan dari Abu Dzar bahwa dia berkata:
“Kami berpuasa bersama Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pada bulan Ramadhan, maka beliau tidak menegakkan qiyamul lail bersama kami hingga tersisa tujuh hari.  Kemudian menegakkan qiyamul lail bersama kami ketika sudah tersisa sepertiga malam terakhir. Kemudian ketika tersisa enam hari, beliau tidak menegakkan qiyamul lail bersama kami. Kemudian ketika tersisa lima hari, beliau menegakkan qiyamul lail bersama kami, hingga lewat pertengahan malam.  Kemudian aku (Abu Dzar) berkata: “Wahai Rasulullah, alangkah baiknya sekiranya engkau menambahi shalat sunnah pada sisa malam ini untuk kami!.” Maka Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
“Sesungguhnya seseorang jika shalat bersama imam  hingga selesai, maka dicatat baginya sebagai shalat seluruh malam”. […]

HUKUM SHALAT TANPA BERSUCI DAN DENGAN PAKAIAN YANG NAJIS BAGI ORANG YANG SAKIT

🔉Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:

“Seharusnya orang yang sakit, shalat sesuai kondisinya. Dia shalat dalam kondisi berwudhu. Namun jika tidak mampu wudhu, maka dia bertayamum. Jika tidak mampu tayamum, maka dia shalat meskipun tanpa wudhu dan tayamum.

👕Dia shalat dengan pakaian yang suci. Jika tidak mampu, maka dia shalat meskipun dengan pakaian yang najis dan tidak mengapa baginya.

Jika bisa hendaknya dia shalat di atas tempat tidur yang suci. Namun jika tidak bisa hendaknya dia menghamparkan sesuatu yang suci di atasnya. Jika tidak bisa, maka dia shalat meskipun ada najis karena darurat.
Yang penting orang yang sakit hendaknya tidak mengakhirkan shalat, bahkan hendaknya dia shalat bagaimanapun kondisinya berdasarkan firman Allah Ta’ala:
[…]

Kegiatan Shalat Iedul Adha 1437 H

بسم الله الرحمن الرحيمimg-20160911-wa0028

? Ikutilah

? *(((( SHOLAT ‘IDUL ADHA 1437 H / 2016 M ))))*

? Senin, 10 Dzulhijjah 1437 H / 12 September 2016

? Pkl. 06.15 wib s.d Selesai

?Imam dan Khothib Al Ustadz Muhammad bin Umar Assewed حفظه الله

? Tema :

*UNTUK TETAP ISTIQOMAH KITA HARUS SIAP BERKORBAN*

??Lapangan Kantor Porsida, Jl. By.Pass Ahmad Yani, depan SMP 8 Cirebon.

©Penyelenggara
?? Ponpes Dhiyaus Sunnah Cirebon

??????

Ini Dia Tata Cara Shalat Gerhana

TATA CARA SHALAT GERHANA

Hukum Shalat Gerhana

Shalat kusuf (gerhana) disyariatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan dan mencontohkannya. Para ulama berbeda pendapat tentang hukum shalat kusuf:

  1. Kebanyakan ulama berpandangan bahwa hukumnya adalah sunnah muakaddah (yang ditekankan).
  2. Ulama yang lain berpendapat bahwa shalat kusuf hukumnya wajib.

Ini yang dikuatkan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullah. Beliau menyebutkan bahwa ini juga pendapat Ibnu Khuzaimah, Abu Awanah, dan dipilih oleh asy- Syaukani rahimahullah serta Shiddiq Hasan Khan.

Tata Cara Shalat Gerhana

Berikut ini beberapa hal terkait dengan tata cara shalat gerhana. […]

Audio Kajian Kitab Taisir Alam Kitab Shalat Tentang Shalat Memakai Sandal

Audio Kajian Kitab Taisir Alam Kitab Shalat Hadits ke-90 Tentang Shalat Memakai Sandal dari hadits Abu Maslamah Said bin Yazid dengan pemateri Al Ustadz Muhammad Umar As-Sewed hafidzahullah.

Anda bisa mendownload audionya pada link di bawah ini. Atau jika anda membuka melalui komputer/laptop maka bisa langsung mendengarkan audionya. Selamat menikmati.