[ TANYA-JAWAB ] SEJAK KAPAN TAZKIYYAH ADA KADALUARSANYA​?

✍ Al-Ustadz Muhammad bin ‘Umar As-Sewed -Hafidzahullah

Ada seorang yang bertanya kepada saya dengan nada sinis:
⁉”Sejak kapan tazkiyyah ada kadaluarsanya?!”

✍ Saya tidak marah atau tersinggung karena saya tahu bahwa penanya adalah orang yang tidak berilmu.
Namun sepertinya kalau dibiarkan tanpa jawaban saya khawatir dia akan terus dalam ketidak tahuannya.

💬 Maka saya jawab disini bahwa tazkiyyah dan juga tahdzir bisa berubah sesuai dengan perubahan yang terjadi pada seseorang. Bukankah hati seseorang selalu berubah? Sebagaimana dalam hadits: […]

? Keutamaan Ilmu V (Akhir) ?

ilmu-hartaOleh
? Al- Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-
 

?Setelah kita mengetahui betapa pentingnya bimbingan para Ulama dalam memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka kitapun harus mengetahui keutamaan mereka dan kedudukan mereka. Termasuk di dalamnya keutamaan ilmu yang mereka bawa . Karena dengan ilmu itulah akan tegak Islam, sedangkan tanpa ilmu akan hilang agama dan tidak tersisa dari Islam kecuali nama.

? “Tegaknya ilmu mantapnya agama, hilangnya ilmu hilangnya agama”. (Riwayat Ad-Daarimi 1/57 No.16, Lihat juga Lamudduril Mantsur hal.22)

? Allah banyak menyebut ilmu dalam Al-Qur’an, diantaranya Allah berfirman :

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat”. (Al-Mujaadilah:11)

? Allah melarang kaum muslimin untuk berbicara, bersikap atau beramal kecuali dengan ilmu […]

? Keutamaan Ilmu IV?

Keutamaan ilmu 4

Oleh:
? Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-
 

? AHLI ILMU (ULAMA) LEBIH UTAMA DARI AHLI IBADAH?
 

? Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ وفي رواية كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الَكَوَاكِبِ

“Keutamaan ahli ilmu diatas ahli ibadah adalah seperti keutamaan diatas orang terendah kalian. (Dalam riwayat lain) Seperti bulan di malam purnama diantara bintang-bintang  lainnya”. (H.R. Ahmad, Abu Dawud,Tirmidzi,Ibnu Majah, Ad-Darimi dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Targhib wa  Tarhib dan Misykatul Mashaabiih)

? Yang demikian karena ahli ibadah tanpa ilmu, kemungkinan salahnya lebih besar daripada kemungkinan benarnya dan mereka tidak mendapatkan keutamaan ilmu dan kemuliaan yang Allah janjikan dalam ayat diatas. […]

? Keutamaan Ilmu III ?

kemuliaan ilmu3
Oleh:
? Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-

?SEORANG YANG BERILMU AKAN MENDAPATKAN KEMULIAAN?

? Allah -Subhanahu wa Ta’ala- akan mengangkat orang-orang beriman yang berilmu sehingga mereka menjadi orang-orang yang mulia dan terhormat.

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَات

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat”. (Al-Mujaadilah:11)

? Dalam riwayat Imam Muslim –rahimahullah– dari riwayat ‘Amir bin Waatsilah, bahwasanya pada suatu hari Naafi’ bertemu ‘Umar di daerah ‘Usfan. Waktu itu ‘Umar menjadikannya sebagai Gubenur di Makkah. Maka ‘Umar bertanya kepada Naafi’ :”Siapa yang engkau jadikan pemimpin dari penduduk Al-Waadi?” Naafi’ menjawab:”Ibnu Abza”. Umar bertanya:”Siapa Ibnu Abza itu?” Naafi’ menjawab:”Dia adalah Maula (bekas budak) dari Maula-maula kami”. Umar berkata:”Kalian menyerahkan kepemimpinan kepada seorang Maula?” Naafi’ menjawab:”(Ya) karena ia seorang pembaca Al-Qur’an dan faham dalam masalah Faraa’id”. Umar berkata:”(Kalau begitu..memang pantas) karena Nabi kalian –Shallallahu ‘alaihi wa sallam– mengatakan:

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا ، وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

Sesungguhnya Allah meninggikan derajat seseorang dengan Kitab ini (Al-Qur’an) dan merendahkan seseorang yang lainnya dengannya pula”. (H.R. Muslim)

? Al-Walid bin Muqri -rahimahullah-menceritakan dari Az-Zuhri (Z) ketika dia mendatangi Abdul Malik bin Marwan (A), dia ditanya oleh Abdul Malik bin Marwan; […]

?Keutamaan Ilmu bagian II?

? SEORANG Ykeutamaan ilmu 2ANG BERILMU AKAN TEGAR MENGHADAPI UJIAN ?
Oleh :
? Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-
 

✔ Seorang yang berilmu akan bertawakal kepada Allah, karena dia kenal Allah -Subhanahu wa Ta’ala- dengan nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya. Sehingga mereka berhati tenang dan penuh tawakal kepada Allah -Subhanahu wa Ta’ala-. Mereka tidak takut ancaman para pengancam sebesar apapun, mereka akan tegar istiqomah diatas Tauhid dan Sunnah.

? Sebagaimana firman Allah -Ta’ala-:

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُواْ لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَاناً وَقَالُواْ حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“(Yaitu) orang-orang (yang menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (Ali ‘Imran:173) […]

?Keutamaan Ilmu bagian I?

beda alim dan bodoh? SEORANG YANG BERILMU AKAN SELAMAT DARI PENYIMPANGAN ?
Oleh
? Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-
 

? Memang beda seorang yang berilmu dengan yang tidak berilmu. Seorang yang berilmu tentu akan lebih yakin daripada orang yang tidak berilmu. Seorang yang berilmu tentu akan beramal lebih tepat dan lebih sempurna daripada seorang yang beramal serampangan . Seorang yang berilmu akan bersikap lebih tepat daripada orang-orang yang bodoh yang diombang-ambingkan perasaan emosionalnya.

? Allah -Ta’ala- berfirman :

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ

Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (Az-Zumar:9)

? Pada ayat ini Allah katakan setelah menyebutkan orang-orang shalih yang berdiri di tengah-tengah malam, beribadah kepada Allah -Subhanahu wa Ta’ala- dengan khusyu dan ikhlas mengharapkan kebaikan di akhirat dan takut dari  adzab-Nya. […]

Kebodohan Merusak Kebersamaan

Kebodohan Merusak Kebersamaan

Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed

Orang-orang yang cerdas dan berilmu niscaya mengetahui betapa pentingnya kebersamaan. Sehingga mereka benar-benar menjaga kebersamaan dalam jamaah kaum muslimin dan penguasa (pemerintah)-nya. Adapun orang-orang yang bodoh, sama sekali tidak mengerti betapa pentingnya kehidupan berjamaah dengan satu penguasa. Bahkan mereka tidak mengerti mana yang lebih banyak antara satu dan sepuluh. Yakni, mana yang lebih besar antara korupsi, kolusi, atau nepotisme (KKN) dengan pertumpahan darah kaum muslimin dalam perang saudara.

Seorang yang berilmu mengetahui bahwa dengan mengikuti bimbingan Sunnah Rasulullah n berikut penerapannya yang dicontohkan salafus shalih, pasti kaum muslimin akan terbimbing ke jalan yang terbaik. Maka, ia akan menghadapi penguasa yang dzalim dengan petunjuk dan bimbingan dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Sedangkan orang-orang yang bodoh berjalan bersama emosi dan hawa nafsunya, tanpa meminta bimbingan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Mereka merasa lebih pandai dan lebih cerdas dari para nabi dan para ulama yang merupakan para pewarisnya. Merekalah kaum reaksioner Khawarij, yang selalu menyebabkan petaka dan bencana di setiap zaman. Mereka tidak memperbaiki keadaan –seperti pengakuan mereka– tetapi justru menghancurkan kebersamaan. […]