Benarkah Bencana Tidak Berkaitan Dengan Kesyirikan Dan Dosa Tapi Hanya Fenomena Alam Biasa??

(Dia ambi dari tema asli yang berjudul KARENA DOSA yang ditulis Oleh Qomar Zaenudin Abdullah Lc)

Ada orang bilang, jangan kaitkan bencana dengan dosa. โ€œDosa tidak bisa dijadikan alat ukur terjadi bencana sebab ada orang atau komunitas lain yang lebih banyak dosanya, justru tidak mendapatkannya.โ€
โ€œJadi, adanya gempa bumi atau tsunami, itu adalah bencana dari peristiwa alam.โ€
โ€œBencana gempa bumi harus dilihat ilmu geologi. Mereka melihatnya dari sisi lempengan bumi menggerak. Di atas magma di dalam perut bumi. Ada yang ahli di bidang itu,โ€

Saudaraku, kalau yang mengucapkan kata-kata di atas adalah seorang ateis anti tuhan, akan kami katakan: […]

Syirik dan Maksiat Sebab Munculnya Bencana, Gempa, Tsunami Dan Lain-Lain

(Disadur ulang menjadi 2 tulisan dari artikel Sebab Musibah Menimpa yang ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin โ€“hafidzahullah-)

Di antara perkara yang menjadi sebab terjadinya musibah adalah sebagai berikut.

  1. Syirik dan mendustakan (ajaran) para rasul

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahumullah berkata dalam nasihat beliau seputar masalah gempa bumi, โ€œAbu Syaikh al-Ashbahani telah meriwayatkan dari Mujahid rahimahumullahtentang tafsir ayat:

Katakanlah, โ€˜Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu.โ€™ (al-Anโ€™am: 65)

Ia berkata, โ€˜Yaitu suara keras yang mengguntur, batu, dan angin.โ€™

โ€˜Atau dari bawah kaki kalian.โ€™

Ia berkata, โ€˜Yaitu gempa bumi, dibenamkan ke dalam bumi (beserta segala sesuatu yang ada di atasnya)โ€™.โ€ […]

Bertaubatlah…Karena Bencana Alam Bukan Sekedar Kejadian Alam Biasa

(Disadur ulang menjadi 2 tulisan dari artikel Sebab Musibah Menimpa yang ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin –hafidzahullah-)

Banyak manusia yang tidak mengetahui tentang berbagai hal yang menjadi sebab terjadinya musibah, hikmah Allah Subhanahuwataโ€™ala dalam hal ini, dan berbagai pengaruh bencana serta musibahโ€”yang syarโ€™i atau qadari (alami)โ€”terhadap orang yang terkena musibah. Yang perlu dipahami, bukanlah suatu kemestian bahwa musibah menimpa sebagian orang karena dosa mereka lebih besar ketimbang dosa selain mereka yang tidak terkena musibah.

Musibah yang terjadi di negeri muslim dan tidak terjadi di negeri-negeri yang zalim, tidak menunjukkan bahwa negeri zalim itu selamat dari bencana. Ketahuilah, bencana yang terjadi tidak hanya berwujud gempa, tsunami, letusan gunung berapi, badai, dan yang lainnya. Akan tetapi, bencana bisa berwujud kekacauan keamanan, lemahnya perekonomian, menyebarnya penyakit, kebakaran yang menakutkan, peperangan yang menghancurkan, yang semuanya berujung pada kematian sekian ribu jiwa. Semua ini terjadi di negeri-negeri zalim yang secara lahir selamat dari bencana alam. Berapa ratus ribu jiwa penduduk Eropa yang mati selama dua kali perang dunia? Berapa banyak Amerika dan Rusia kehilangan tentaranya pada tahun-tahun terakhir invasi yang mereka lakukan?

Britania Raya (Inggris) dulu dikenal sebagai negara yang tidak pernah matahari tenggelam di sana. Uni Soviet terkenal dengan berpuluh-puluh negara bagiannya. Namun, tiba-tiba kedua negara tersebut tercerai-berai menjadi negara-negara kecil. Berapa banyak negara yang dahulu mereka cerai-beraikan serta berapa banyak mereka dahulu melakukan penindasan dan kezaliman?

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-โ€˜Utsaimin berkata, โ€œSesungguhnya mayoritas manusia pada hari ini mengaitkan musibah yang terjadiโ€”baik dalam hal perekonomian, keamanan, maupun politikโ€”dengan sebab yang bersifat materi saja. […]

[IBROH] KISAH ASHABUL UKHDUD

Kisah Ashabul Ukhdud adalah kisah yang haq dari lisan Rasulullah-shalallahu โ€˜alaihi wa sallam- dalam riwayat Muslim -rahimahullah-. Bukan dongeng atau khurafat yang diucapkan oleh para juru kunci tempat-tempat keramat.
Kisah yang juga disingung dalam Al-Qurโ€™an ini menunjukkan ketabahan orang-orang yang beriman di masa pemerintahan thoghut yang dhalim. Sungguh kisah mereka sangat mengagumkan dan banyak pelajaran yang bisa kita ambil daripadanya. Bahkan diantara keistimewaan orang-orang beriman tersebut adalah dengan diabadikannya kisah mereka dalam Al-Qurโ€™an.
Kisah tersebut sebagai berikut:
Diriwayatkan dalam Shahih Muslim (nomer hadits 3005) dari Shahabat Shuhaib bin Sinan -radhiyallahu โ€˜anhu-; bahwasanya Rasulullah -shalallahu โ€˜alaihi wa sallam- bersabda :
โ€œPada zaman dahulu sebelum kalian, hidup seorang raja yang memiliki tukang sihir. […]

๐Ÿ—“ BERDZIKIR KEPADA ALLAH -AZZA WA JALLA- DI HARI-HARI TASYRIQ

๐Ÿ“– Allah -Azza wa Jalla- berfirman :
((ูˆุงุฐูƒุฑูˆุง ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุฃูŠุงู… ู…ุนุฏูˆุฏุงุช ….. ุงู„ุขูŠุฉ)).ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุจู‚ุฑุฉ.
“Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari-hari tertentu…” (Al Baqarah).

๐Ÿ’ฌ Ibnu Abbas -radhiallahu anhu- berkata: “Firman Allah Ta’ala, “Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari-hari tertentu.” Yang dimaksud hari-hari tertentu adalah hari-hari tasyriq yaitu 3 hari setelah Iedul Adha.” (Tafsir Ath Thabari/ Tafsir surat Al Baqarah) […]

FAIDAH-FAIDAH BERKAITAN SEPUTAR HARI IED

1. Berhias pada hari Ied*)

ุนู† ุจู† ุนุจุงุณ ู‚ุงู„ ูƒุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ูŠู„ุจุณ ูŠูˆู… ุงู„ุนูŠุฏ ุจุฑุฏุฉ ุญู…ุฑุงุก. ุงู„ุณู„ุณู„ุฉ ุงู„ุตุญูŠุญุฉ (1279)

Dari Ibnu โ€˜Abbas –radhiallahu ‘anhuma– berkata : โ€œBahwasanya Rasulullah ๏ทบ memakai burdah berwarna merah pada hari ied”.
Silsilah As Shahihah (1279)

*) memakai pakain bagus dan miyak wangi khusus bagi laki-laki -penj.

2. Mengambil jalan berbeda ketika berangkat dan pulang dari shalat ied. […]

[ ANTI TERORISME ] DIA DALAM NERAKA!

โœ๐Ÿผ Al-Ustadz Muhammad bin ‘Umar As-Sewed -hafidzahullah

*ููŠ ุงู„ุตุญูŠุญูŠู†* ุนู† ุณู‡ู„ ุจู† ุณุนุฏ ุงู„ุณุงุนุฏูŠ ู€ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡: ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู„ุชู‚ู‰ ู‡ูˆ ูˆุงู„ู…ุดุฑูƒูˆู† ูุงู‚ุชุชู„ูˆุงุŒ ูู„ู…ุง ู…ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅู„ู‰ ุนุณูƒุฑู‡ ูˆู…ุงู„ ุงู„ุขุฎุฑูˆู† ุฅู„ู‰ ุนุณูƒุฑู‡ู…ุŒ ูˆููŠ ุฃุตุญุงุจ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฑุฌู„ ู„ุง ูŠุฏุน ู„ู‡ู… ุดุงุฐุฉ ูˆู„ุง ูุงุฐุฉ ุฅู„ุง ุงุชุจุนู‡ุง ูŠุถุฑุจู‡ุง ุจุณูŠูู‡ุŒ ูู‚ุงู„ูˆุง: ู…ุง ุฃุฌุฒุฃ ู…ู†ุง ุงู„ูŠูˆู… ุฃุญุฏ ูƒู…ุง ุฃุฌุฒุฃ ูู„ุงู†ุŒ ูู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ุฃู…ุง ุฅู†ู‡ ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ู†ุงุฑุŒ ูู‚ุงู„ ุฑุฌู„ ู…ู† ุงู„ู‚ูˆู…: ุฃู†ุง ุตุงุญุจู‡ุŒ ู‚ุงู„: ูุฎุฑุฌ ู…ุนู‡ ูƒู„ู…ุง ูˆู‚ู ูˆู‚ู ู…ุนู‡ ูˆุฅุฐุง ุฃุณุฑุน ุฃุณุฑุน ู…ุนู‡ุŒ ู‚ุงู„: ูุฌุฑุญ ุงู„ุฑุฌู„ ุฌุฑุญุง ุดุฏูŠุฏุง ูุงุณุชุนุฌู„ ุงู„ู…ูˆุช ููˆุถุน ู†ุตู„ ุณูŠูู‡ ุจุงู„ุฃุฑุถ ูˆุฐุจุงุจู‡ ุจูŠู† ุซุฏูŠูŠู‡ ุซู… ุชุญุงู…ู„ ุนู„ู‰ ุณูŠูู‡ ูู‚ุชู„ ู†ูุณู‡ุŒ ูุฎุฑุฌ ุงู„ุฑุฌู„ ุฅู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูู‚ุงู„: ุฃุดู‡ุฏ ุฃู†ูƒ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ุŒ ู‚ุงู„: ูˆู…ุง ุฐุงูƒุŸ ู‚ุงู„: ุงู„ุฑุฌู„ ุงู„ุฐูŠ ุฐูƒุฑุช ุขู†ูุง ุฃู†ู‡ ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ู†ุงุฑุŒ ูุฃุนุธู… ุงู„ู†ุงุณ ุฐู„ูƒุŒ ูู‚ู„ุช: ุฃู†ุง ู„ูƒู… ุจู‡ ูุฎุฑุฌุช ููŠ ุทู„ุจู‡ ุซู… ุฌุฑุญ ุฌุฑุญุง ุดุฏูŠุฏุง ูุงุณุชุนุฌู„ ุงู„ู…ูˆุช ููˆุถุน ู†ุตู„ ุณูŠูู‡ ููŠ ุงู„ุฃุฑุถ ูˆุฐุจุงุจู‡ ุจูŠู† ุซุฏูŠูŠู‡ ุซู… ุชุญุงู…ู„ ุนู„ูŠู‡ ูู‚ุชู„ ู†ูุณู‡ุŒ ูู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุนู†ุฏ ุฐู„ูƒ: ุฅู† ุงู„ุฑุฌู„ ู„ูŠุนู…ู„ ุนู…ู„ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฌู†ุฉ ููŠู…ุง ูŠุจุฏูˆ ู„ู„ู†ุงุณ ูˆู‡ูˆ ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ู†ุงุฑุŒ ูˆุฅู† ุงู„ุฑุฌู„ ู„ูŠุนู…ู„ ุนู…ู„ ุฃู‡ู„ ุงู„ู†ุงุฑ ููŠู…ุง ูŠุจุฏูˆ ู„ู„ู†ุงุณ ูˆู‡ูˆ ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุฌู†ุฉ

Dalam dua kitab shahih Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Saโ€™ad As-Saโ€™idiy, bahwa: Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bertemu dengan orang-orang musyrik dan terjadilah peperangan. Setelah Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- kembali kepada pasukannya dan yang lain pun kembali kepada pasukan mereka, dan diantara pengikut Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- ada seorang yang tidak membiarkan seorang musuhpun yang lari tanpa mengejarnya dan memukulnya dengan pedang, orang-orang berkata, โ€œPada hari ini, tak seorang pun diantara kita yang bertempur sehebat si Fulanโ€. Mendengar hal itu Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, โ€œKetahuilah, dia termasuk ahli nerakaโ€. […]

(Audio) Rekaman Dauroh Sehari Di Ma’had Dhiya’us Sunnah Cirebon

๐Ÿ”ถ Menghadirkan :

๐Ÿ”– Pemateri 1 :
๐Ÿ’บ Al Ustadz Luqman bin Muhammad ba Abduh hafidzohulloh
( Pengasuh Ma’had as Salafy, Jember – Jatim)

๐Ÿ“ Tema :

๐Ÿ›‘ ISTIQOMAH DI ATAS SUNNAH DALAM TERPAAN FITNAH

๐Ÿ”– Pemateri 2 :

๐Ÿ’บ Al ustadz Muhammad bin Umar As sewed hafidzahullahu
(Pengasuh Ma’had Dhiya’us Sunnah Cirebon)

๐Ÿ“ Tema :

๐Ÿ›‘ ORANG HIDUP TIDAK AMAN DARI FITNAH

Link Download Audio :

[…]

(Audio) Rekaman Dauroh PERAN ULAMA DAN UMARO DALAM MEMBINA UMAT

๐Ÿ”ถ Pembicara :

๐Ÿ’บ Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh hafidzohulloh (Pengasuh Ma’had As Salafy Jember – Jatim)

๐Ÿ“Tema:

๐Ÿ”ถ PERAN ULAMA DAN UMARO DALAM MEMBINA UMAT

๐Ÿ“† Hari Ahad, 13 Sya’ban 1439H / 29 April 2018 M

โฐ Waktu : pkl.09.00 wib s.d Selesai

Tempat : Masjid AL JAMA’AH, Komplek Pertamina, Jl. Raya- Gunung jati,Klayan Cirebon

Link Download: […]

MUHADHOROH ILMIAH ISTIQOMAH DI ATAS SUNNAH DALAM TERPAAN FITNAH

๐ŸŒ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐ŸŒ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐ŸŒ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐ŸŒ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐ŸŒ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Alhamdulillah,

๐Ÿ“ข Kembali hadir Muhadhoroh di kota Cirebon, in syaa Alloh

๐Ÿ”ถ Menghadirkan :

๐Ÿ”– Pemateri 1 :
*๐Ÿ’บAl Ustadz Luqman bin Muhammad ba Abduh hafidzohulloh*
( Pengasuh Ma’had minhajul Atsar As-Salafy, Jember – Jawa Timur)

๐Ÿ”– Pemateri 2 :

๐Ÿ’บ *Al ustadz Muhammad bin Umar As sewed hafidzahullahu*
(Pengasuh Ma’had Dhiya’us Sunnah, Cirebon, Jawa Barat) […]