Nabi Muhammad Shallallahu โ€™alaihi Wasallam Tidak Pernah Merayakan Isra’ Mi’raj

โœ๐Ÿป Asy-Syaikh Muhaddits Muqbil bin Hadi Al-Wadii rahimahullah berkata:

ูˆู‡ู†ุง ุฃู…ุฑูŒ ุฃุฑูŠุฏ ุฃู† ุงู†ุจู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆู‡ูˆ : ุฃู†ู‡ ู„ู… ูŠุซุจุช ุฃู†ู‡ ุฃุณุฑูŠ ุจุงู„ู†ุจูŠ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… – ู„ูŠู„ุฉ ุณุจุนุฉ ูˆุนุดุฑูŠู† ู…ู† ุฑุฌุจ ุŒ ู†ุคู…ู† ุจุฃู† ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุฑู… ู†ุจูŠู‡ ูˆุฃุณุฑู‰ ุจู‡ ู‚ุจู„ ุงู„ู‡ุฌุฑุฉ ุงู„ู†ุจูˆูŠุฉ

Di sini ada perkara yang ingin saya ingatkan, yaitu: Bahwasanya tidak ada yang tsabit kalau Nabi shallallahuโ€™alaihi wasalam menjalani Isra dan Mi’raj pada malam 27 Rajab. Kita beriman kalau Allah telah memuliakan Nabi-Nya dan memperjalankan beliau (pada peristiwa Isra) sebelum hijrah kenabian.

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฃูŽุณู’ุฑูŽู‰ูฐ ุจูุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ู„ูŽูŠู’ู„ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุฃูŽู‚ู’ุตูŽู‰ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุจูŽุงุฑูŽูƒู’ู†ูŽุง ุญูŽูˆู’ู„ูŽู‡ู “*’

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya. (QS. Al-Isra: 1)

ู†ุคู…ู† ุจุฃู† ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุฑู… ู†ุจูŠู‡ ูˆุฃุณุฑู‰ ุจู‡ ุฅู„ู‰ ุจูŠุช ุงู„ู…ู‚ุฏุณ ุŒ ุซู… ุนูุฑุญ ุจู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ุณู…ุงุก ุงู„ุฏู†ูŠุง ุŒ ุซู… ุจุนุฏ ู‡ุฐุง ุฅู„ู‰ ุงู„ุณู…ุงูˆุงุช ุงู„ุนู„ู‰ ุŒ ูˆูุฑุถ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ูุฑุงุฆุถ ุŒ ูˆุฐู„ูƒู… ู‚ุจู„ ุงู„ู‡ุฌุฑุฉ ู†ุคู…ู† ุจู‡ุฐุง

Kita beriman kalau Allah memuliakan Nabi-Nya dan memperjalankan beliau ke Baitul Maqdis. Kemudian beliau diangkat ke langit dunia. Kemudian setelah itu ke langit yang tertinggi, dan Allah mewajibkan kepada beliau shalat lima waktu yang demikian itu sebelum hijrah. Kita beriman dengan hal ini. […]

Hukum Merayakan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam

Peringatan dari Bid’ahnya Perayaan Malam Isra Mir’aj

๐ŸŽ™Asy-Syaikh al-‘Allamah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz – ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ – berkata :

โ‡› Malam yang padanya terjadi isra dan mi’raj, tidak ada satupun hadis yang shahih tentang penentuannya, apakah pada bulan rajab atau pada bulan lainnya. Bahkan (kaidahnya) seluruh hadis yang menentukan waktu terjadinya (malam isra dan mi’raj) tidaklah benar dari Nabi ๏ทบ sebagaimana dijelaskan para ulama ahli hadis.

๐Ÿ•‹ Dan Allah ๏ทป mempunyai hikmah yang sangat mulia ketika menjadikan manusia lupa terhadap waktu kejadian isra dan mi’raj tersebut. Walaupun seandainya pasti penentuan waktunya tetap tidak dipe rbolehkan bagi kaum muslimin untuk menghususkan melakukan sesuatu dari ibadah-ibadah dan tidak diperbolehkan untuk merayakannya. Karena Nabi ๏ทบ dan para Sahabatnya ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู… tidak pernah merayakan malam isra dan mi’raj tersebut dan tidak pernah mengkhususkan dengan suatu amalanpun. […]