Hukum Wanita Haid Membaca Al Quran dan Kitab Berisi Doa-Doa

📖👓APAKAH BOLEH WANITA HAIDH MEMBACA KITAB YANG BERISI DOA-DOA❓

▪ Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan:
Hukum wanita haidh dan nifas membaca kitab doa-doa yang mengandung ayat-ayat al Qur’an?

Jawaban:
Tidak mengapa wanita haidh dan nifas membaca doa-doa yang tertulis di petunjuk manasik haji. Boleh juga ia membaca al Qur’an menurut pendapat yang benar. Karena tidak adanya dalil shahih yang dengan tegas menyebutkan wanita haidh dan nifas terlarang membaca al Qur’an. Yang ada hanyalah penyebutan secara khusus orang yang junub tidak boleh membaca al Qur’an ketika ia junub, berdasarkan hadits Sahabat Ali Radhiyallahu ‘Anhu Waardhahu. Adapun wanita haidh dan nifas maka keduanya tersebut dalam hadits Sahabat Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma: Janganlah orang yang haidh maupun junub membaca sedikitpun dari al Qur’an. Namun hadits ini dhaif (lemah) dikarenakan hadits ini dari riwayat Isma’il bin ‘Iyas dari al Hijaziyyin dan ia seorang yang lemah dalam meriwayatkan dari jalan para perawi ini.

Hanya saja wanita haidh dan nifas ini membacanya dengan hafalan tanpa menyentuh mushaf al Qur’an.

Adapun orang yang junub, maka tidak boleh ia membaca al Qur’an baik dengan hafalan maupun melalui mushaf al Qur’an hingga ia mandi junub.”

📙Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 10/209 […]

BOLEHKAH NADA DERING DENGAN SUARA ADZAN DAN BOLEHKAH PROGRAM AL-QUR’AN DI HANDPHONE

💡🔆🔆💡

🎓 Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhary hafizhahullah;

🔒 Pertanyaan:
Apa hukum menginstall suara adzan di handphone untuk mengingatkan waktu shalat atau untuk membangunkan dari tidur dan yang semisalnya?

🗝 Jawaban:
Jangan engkau lakukan!..
Saya katakan: jangan lakukan hal ini! Adzan adalah ibadah. Terkadang suara adzan muncul dan meninggi, yaitu suara di HP, padahal engkau sedang berada di WC atau kamar kecil atau selainnya. Jika engkau ingin bangun maka jadikanlah sesuatu untuk mengingatkanmu! Kenapa harus dengan suara adzan?! Jelas? Ini merupakan kesalahan, baarakallahu fiikum. […]

Hukum Mengucapkan Selamat Ied dengan: “Semoga Setiap Tahun Anda dalam Keadaan Baik”

Fatwa ulama terkait Hukum Mengucapkan Selamat Ied dengan: “Semoga Setiap Tahun Anda dalam Keadaan Baik”

Fatwa Syaikh al-Albâni rahimahullâh

Apa hukum mengucapkan selamat dengan: “Semoga setiap Tahun Anda dalam Keadaan Baik” (كل عام وأنتم بخير)

🎙 Al-Imâm al-Albâni rahimahullâh berkata : “Ucapan (كل عام وأنتم بخير) tidak ada dasarnya. Cukup untukmu (mengucapkan): “Semoga Allah menerima amal ketaatanmu.”

Adapun (كل عام وأنتم بخير) ini adalah salam penghormatan orang-orang kafir yang datang kepada kita, kaum muslimin, di saat kita lalai. Dan berilah peringatan, sebab sungguh peringatan itu bermanfaat bagi kaum mukminin.”

(Sumber : Silsilah al-Hudâ wan Nûr kaset no. 323) […]

Bolehkah Menikah dengan Anak Tiri Ayah?

Pertanyaan:  Ayah saya menikah dengan seorang wanita yang memiliki anak perempuan yang masih menyusu. Setelah pernikahannya dengan ayah saya, wanita tersebut menyapih anak perempuannya. Ayah saya berkeinginan kelak bila anak perempuan tersebut telah besar, ia hendak menikahkan saya dengannya. Pertanyaannya, apakah hal tersebut dibolehkan bagi saya?

Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin  menjawab:

Boleh ia menikah dengan anak perempuan yang merupakan rabibah (anak tiri/anak istri) ayahnya tersebut. Boleh bagi anak laki-laki suami menikah dengan rabibah ayahnya.

Yang menjadi kaidah di sini, pernikahan yang diharamkan dalam hubungan mushaharah atau hubungan yang terjalin karena pernikahan seorang pria dengan seorang wanita adalah ushul dan furu’ [1] istri bagi si suami secara khusus dan tidak bagi kerabat suami [2]. Demikian pula ushul dan furu’ suami menjadi haram untuk menikahi si istri secara khusus dan tidak haram untuk menikahi kerabat si istri. Akan tetapi, tiga golongan darinya, diharamkan dengan semata-mata akad, sedangkan satu golongan lagi harus disertai dengan dukhul [3], dengan perincian sebagai berikut: […]

Bolehkah Menjadikan Bunyi Klakson Sebagai Pengganti Salam

Hukum Menyalakan Klakson Sebagai Pengganti Salam

❍ Berkata Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin رحمہ الله تـــعالـــﮯ :

❍ وأما ما يفعله بعض الناس إذا مرّ وهو يركب سيارته فإنه يضرب البوق ، فإن هذا لا يكفي في السلام ، وليس من السنة، اللهم إلا أن بعض الناس يقول : ( أنا لا أريد به السلام ؛ لكن أريد أن ينتبه ثم أسلم عليه ) هذا أرجو ألا يكون به بأس ، وأما أن يجعله بدلاً عن السلام ، فإن هذا – لا شك – خلاف السنة ، ( فالسنة أن يسلم الإنسان بلسانه -وإذا كان الصوت لا يُسمع- فإنه يشير بيده ؛ حتى ينتبه البعيد أو الأصم . . ❍

📚 شرح رياض الصالحين ( ٤ / ٤٠٤)

“Adapun apa yang dilakukan oleh sebagian orang apabila dia melewati (seseorang) ketika dia mengendarai mobilnya, kemudian dia menyalakan klakson, hal ini tidak cukup sebagai salam, dan bukan termasuk sunnah, kecuali mungkin sebagian orang mengatakan:” Aku tidak menginginkan dengannya salam, akan tetapi aku hanya ingin agar dia lebih perhatian setelah itu aku mengucapkan salam padanya,” […]

Hukum Berjabat Tangan Setelah Salam dari Shalat?

Bid’ah Berjabat Tangan Setelah Salat

Pertanyaan keenam dari fatwa nomor 16843

Pertanyaan 6 :

Seorang imam dari Turki membiasakan berjabat tangan setelah salat Idul Fitri. Hal itu juga ia lakukan pada setiap selesai salat lima waktu selama lebih dari empat tahun. Imam tersebut berdiri di tempat salatnya lalu para makmum mendatanginya dan berjabat tangan dengannya satu per satu. Orang yang pertama kali berjabat tangan berdiri di sampingnya, kemudian orang kedua berdiri di samping orang pertama, orang ketiga berdiri di samping orang kedua, dan seterusnya hingga selesai meskipun jumlah makmum ratusan orang. Seorang imam Arab juga biasa berjabat tangan setelah salat Subuh. Ketika kami bertanya kepadanya, dia menjawab: “Kami melihat saudara-saudara kami dari Turki melakukan demikian.” Kami telah melarangnya, tetapi dia tetap melakukannya. Bagaimana pendapat Anda tentang masalah ini?

Jawaban 6:

Kebiasaan berjabat tangan setelah salat fardu antara imam dan makmum atau antara makum yang satu dan yang lainnya, termasuk bid’ah dan tidak memiliki dasar, dan wajib ditingalkan, […]

Fatwa Ulama tentang Hukum Menyimpan Uang di Bank

بسم الله الرحمن الرحيم

*💰🏠Hukum menitipkan uang di bank*

📝Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i  rahimahullah ditanya:

Apa hukum menyimpan uang di bank tanpa mengambil bunganya dengan berdalil dengan firman Allah Ta’ala, artinya: “bagi kalian pokok harta kalian…”?

Jawaban:  […]

Teori Darwin Manusia Berasal dari Monyet, Bagaimana Hukumnya?

🍌 HUKUM PENDAPAT :
“MANUSIA BERASAL DARI MONYET”

🌿 Syaikh Ibnu Utsaimin -rohimahulloh ta’ala- berkata : “Pendapat ini tidak benar! Yaitu bahwa asal-usul manusia dari kera. Akan tetapi justru orang yang berpendapat seperti itulah yang monyet, karena akal dan pandangannya telah berubah. Maka pantas kita namai dia itu MONYET dan bukan manusia walaupun bersosok manusia.” […]

Hukum Shalat di Mushala Jika Ada Masjid Besar

🏡🌴Asy Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah ditanya:

💡Disisi kami terdapat “pondokan” yang kami shalat didalamnya shalat lima waktu, karena didalamnya di kumandangkan adzan akan tetapi tidak ditegakkan shalat berjamaah, maka apa hukum shalat kami di dalamnya?

☑️ Beliau menjawab:
🔅Jika yang dimaksud dengan “pondokan” tersebut adalah mushalla, maka tidak diperbolehkan shalat di dalamnya jika terdapat masjid besar.

🔅Jika terdapat masjid besar, maka shalat berjamaah harus dilaksanakan di masjid besar yang terdapat di dalamnya imam dan muadzin masjid.

🔅Jika di satu kampung hanya ada “pondokan” dan masjid kecil, maka diperbolehkan shalat berjamaah di pondokan tersebut dengan mengumandangkan adzan dan iqamah, dan menunjuk imam yang bertugas mengimami jamaah di setiap waktu shalat. Jika tidak ada imam, maka yang menjadi imam adalah siapa saja yang hadir dalam jamaah namun ia termasuk ahli istiqamah dan layak menjadi imam. Jika tidak ada muadzin tetap, maka yang menjadi muadzin adalah siapa saja yang bisa adzan. […]