Bahaya Islam Nusantara Penerus Islam Liberal

Islam Nusantara Penerus Islam Liberal

Ditulis oleh al-Ustadz Muhammad Umar as-Sewed

 

Umat Islam di Indonesia yang masih mencintai al-Qur’an dan as-Sunnah, kian dibuat sakit hati dengan munculnya orang-orang yang memiliki keyakinan bebas berbicara atas nama agama seenaknya. Merekalah orang-orang liberal yang tergabung dalam Jaringan Islam Liberal (JIL).

Para liberalis seperti mereka memiliki pemikiran bahwa agama Islam bisa dibuat warna-warni, tergantung pada penafsirnya. Menurut mereka, kita bisa menafsirkan agama sesuai dengan akal dan pemikiran yang kita miliki. Semua orang tidak boleh mengklaim bahwa penafsirannya paling benar.

Jika demikian yang mereka inginkan, sungguh hal ini mengerikan. Orang bisa menafsirkan agama Islam sesuai selera masing-masing; sementara semua orang wajib saling menghormati penafsiran setiap individu. Artinya, kebenaran yang diyakini oleh seseorang bisa jadi benar, bisa jadi pula salah. Lebih parah lagi: agama Islam belum tentu benar, karena agama lain bisa jadi memiliki kebenaran.

Astaghfirullah. Mereka tidak meyakini bahwa agama Islam adalah agama yang paling benar. Jika pernyataan di atas dilontarkan oleh nonmuslim, bisa dimaklumi. Akan tetapi, mereka menyatakan diri sebagai muslim. Sebagian mereka membanggakan diri sebagai anggota salah satu ormas Islam besar di Indonesia.

Berawal dari obrolan di Jl. Utan Kayu No. 68H, Jakarta Timur, mereka membuat sebuah forum sederhana. Tokoh liberal pun bermunculan, seperti Goenawan Mohamad (redaktur senior Majalah “Tempo”), Akhmad Sahal, Nong Darol Mahmada (aktivis perempuan), M. Luthfi Assyaukani, dan Ulil Abshar Abdalla—yang sebenarnya diharapkan menjadi tokoh kiai Nahdhatul Ulama (NU).

Forum tersebut pada hakikatnya adalah kumpulan pegandrung sastra, seni, teater, musik, film, dan seni rupa. Awalnya mereka berbicara di dunia maya lewat milis (mailing list). Kemudian berlanjut di radio-radio dengan tema “Agama dan Toleransi”. Jalur media cetak juga mereka tempuh dengan menulis bahasan “Kajian Islam”. […]

Siapakah Khawarij itu? Kafirkah Mereka?

TERORIS KHAWARIJ DALAM PANDANGAN AL-IMAM IBNU BAZ

(Mufti Kerajaan Arab Saudi Terdahulu)

❓ Pertanyaan:

“Siapakah Khawarij itu? Apakah mereka tergolong orang-orang kafir atau termasuk kaum muslimin?”

📌 Jawaban:

“Khawarij adalah kelompok yang memiliki sikap ghuluw (berlebihan). Mereka memiliki kesungguhan dalam agama, mereka bersungguh-sungguh dalam masalah shalat, membaca al-Qur’an, dan selain itu (dari perkara ibadah), tetapi mereka memiliki sikap ghuluw. Mereka mengkafirkan pelaku maksiat karena kerasnya sikap ghuluw mereka. Mereka berpandangan orang yang berzina kafir, peminum khamr kafir, durhaka pada kedua orang tua kafir, mereka mengkafirkan (manusia) karena dosa-dosa. Nabi ﷺ bersabda tentang mereka: {Akan keluar sekelompok manusia di suatu waktu…dari kalangan muslimin salah seorang kalian akan meremehkan shalatnya dibanding shalat mereka, bacaan al-Qur’annya dibanding bacaan mereka, (tetapi) mereka keluar dari Islam kemudian tidak kembali lagi padanya}. […]