Fawaid Umroh Asatidzah 1435H (Rabiul ‘awal – Rabiul tsani)

BIMBINGAN ULAMA AHLUSSUNNAH TERHADAP TAHDZIR SYAIKH RABI’ BIN HADI AL MADKHALI

ATAS DZULQARNAIN BIN SUNUSI AL MAKASSARY

A.   Al Ustadz Qamar hafizhahullah:  (Pertemuan dengan Syaikh Hani’ bin Buraik hafizhahullah)

     –  Audio bisa di download disini

B.   Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad As Sarbini hafizhahullah: (Kronologis Pertemuan dengan para Masyaikh dan Menjawab Syubhat Khidir Al Makasari)

     –  Audio bisa di download disini

C.   Al Ustadz Abdurrahim Pangkep hafizhahullah: (Hasil Pertemuan dengan para Masyaikh, Menjawab Syubhat Khidir Al Makasari, Persaksian Tala’ubnya Dzulqarnain dan pernyataan rujuk & taubat beliau)

     –  Audio bisa di download disini

D.   Al Ustadz Qamar Suaidi hafizhahullah: (Penajaman kronologis pertemuan dengan Syaikh Hani’ dan tanggapan terkait telekonferensi beliau dengan Dzulqarnain Al Makasari di AMWA) :

     –  Audio bisa di download disini

E.   Al Ustadz Muhammad Afifuddin hafizhahullah: (Kronologis pertemuan dengan masing-masing masyaikh serta sikap akhir masing-masing ulama tersebut terhadap Dzulqarnain hadahullah)

     –  Audio bisa di download disini:  Sesi Pertama dan Sesi Kedua

Mudah-mudahan Bermanfaat.

Rute Menuju Ma’had Dhiyaus Sunnah, Cirebon

Dari Luar Kota (angkutan):

Dari Terminal Cirebon – Naik Becak (ongkos Rp 5.000,-) –> turun langsung di Mahad Dhiyaus Sunnah.

Dari Terminal Cirebon – Naik Angkot D2, D3, D4, D5, D6 (ongkos Rp 1.500/2.000,-) –> turun di depan Mahad Dhiya Sunnah atau di lampu merah rajawali –> Jalan sekitar 100 m ke barat menuju Mahad Dhiyaus Sunnah.

Angkot yang berasal dari kabupaten Cirebon :

Angkot GS: Gunung Sari – Sumber  –> turun di Terminal Cirebon. Ikuti rute di atas.

Angkot GC: Gunung Sari – Plered –> turun di Terminal Cirebon. Ikuti rute di atas.

Dari Luar Kota (kendaraan pribadi):

(Arah Jakarta atau tol Ciperna) – dari Terminal Cirebon arah ke timur menyusuri Jalan Ahmad Yani –> Perempatan Lampu Merah Giant belok kiri –> Perempatan Lampu merah Rrajawali  belok kiri –> Mahad Dhiyaus Sunnah berjarak sekitar 100 m.
Dari arah tegal- jawa tengah- Perempatan Lampu Merah Giant belok kiri –> Perempatan Lampu merah elang(rajawali)  belok kiri –> Mahad Dhiyaus Sunnah berjarak sekitar 100 m.

Jalur lewat Kereta:
Turun di stasiun Kejaksan naik Angkot D5 atau D6 ikut rute di atas.
Turun di Stasiun Parujakan naik Angkot D6 ikut rute di atas

Atau bisa naik ojek Rp 15.000,-

Peta Menuju Mahad Dhiya' Sunnah
Peta Menuju Mahad Dhiya’ Sunnah

Fatwa Ulama tentang Valentine’s Day

Saudara pembaca, semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan hidayah kepada kita semua..

Jauh dari ilmu agama dan cinta terhadap dunia beserta segenap perhiasannya, adalah dua sebab mendasar yang membuat kaum muslimin semakin jauh dari agamanya. Di sisi lain arus deras dari kebudayaan barat (baca: kafir) terus merongrong umat ini, dengan embel-embel modernisasi, intelektual, aspiratif, dan lain sebagainya. Sehingga membuat segala sesuatunya (cara makan, gaya busana, pola hidup bermasyarakat, bahkan dalam berpolitik), baik atau tidaknya diukur dari budaya barat.

Dalam kondisi seperti inilah umat Islam yang ‘semakin minder’ dengan agamanya sangat mudah dipengaruhi, diombang-ambingkan, ikut-ikutan semata, bagaikan asap yang terbang mengikuti arah angin berhembus. Valentine’s Day misalnya, tidak sedikit dari kaum muslimin terkhusus kalangan remajanya ikut larut dalam perayaan ini, meski tidak tahu-menahu hakikat sebenarnya dari perayaan tersebut (lihat Al-Ilmu edisi 6/ II/ VII/ 1430). […]

Mitos Valentine’s Day

14 Februari, adalah tanggal yang telah lekat dengan kehidupan muda-mudi kita. Hari yang lazim disebut Valentine Day ini, konon adalah momen berbagi, mencurahkan segenap kasih sayang kepada “pasangan”-nya masing-masing dengan memberi hadiah berupa coklat, permen, mawar, dan lainnya. Seakan tak terkecuali, remaja Islam pun turut larut dalam ritus tahunan ini, meski tak pernah tahu bagaimana akar sejarah perayaan ini bermula.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala telah memilih Islam sebagai agama bagi kita, sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali ‘Imran: 19) […]

Dauroh Cirebon Sehari Bersama Al-Ustadz Muhammad Umar Sewed & Al-Ustadz Luqman Ba’abduh -Hafidzahumullah-

Bismillahirrahmaanirrahiim
Dengan mengharap ridho Allah Subhanahu wata’ala
Hadirilah Kajian Ilmiah Islamiyah 1 Hari.

Dengan Pembicara:

1. Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed -hafidzahullah-

Tema: Berbicara tentang Allah Tanpa Ilmu

#Kaum Jahmiyah (para pena’wil ayat-ayat dan sifat-sifat Allah)
#Kaum Khawarij (para pengkafir umat alias teroris)

2. Al-Ustadz Luqman Ba’abduh -hafidzahullah-

Tema: Bimbingan Ulama dalam Berakidah dan Bermanhaj


Tempat: Masjid Abu Bakar Ash-Shidiq Ma’had Dhiya As-Sunnah
Waktu: Ahad, Pukul 09.00 WIB s.d. selesai
Tanggal: 16 Rabiuts Tsani 1435 H / 16 Februari 2014 M
Alamat: Kompleks Ponpes Dhiya As-Sunnah, Jl. Elang Raya Dukuh Semar, Kecapi, Harjamukti, Cirebon

Kontak Person: 081312222345 (Ahmad Salafy)

Dauroh Cirebon Ustad Muhammad dan Ustadz Luqman
Dauroh Cirebon Ustad Muhammad dan Ustadz Luqman

 

Tanya Jawab bersama Al-Ustadz Muhammad As-Sewed‏ -Hafidzahullah-

Tanya Jawab Bersama: Al Ustadz Muhammad Umar as Seweed Hafidzhahulloh

 

1.       [Pertanyaan] Apakah seseorang yang taklid kepada seseorang dikatakan sebagai Ahlussunnah dan apakah batasan dikatakan sebagai muqallid?

Jawaban:  Download Audio disini

 

2.      [Pertanyaan] Bagaimana jika ada yang mengaku pondok Salafy tetapi berada di bawah kurikulum DIKNAS

Jawaban:  Download Audio disini

 

3.      [Pertanyaan] Apakah Ust Abdul Mu’ti,  Abdur Bar,  Sufyan Ruray,  Jafar Salih ikut rujuk bersama Ust. Dzulqarnain

Jawaban:  Download Audio disini

 

4.    [Pertanyaan] Jika seorang ikhwah Ahlussunah diketahui oleh yang lain dari kalangan Ahlussunnah, dia berteman & berta’awun dalam dakwah dengan seorang tokoh ahlul ahwa, apakah ketika dia bertaubat hanya sebatas antara dia dengan Allah?

Jawaban:  Download Audio disini 

 

5.      [Pertanyaan] Sebenarnya Apa sih yang menjadi Penyebab utama yang paling mendasar seorang ustadz menjadi sesat di mana mereka itu adalah seorang yang berilmu?

Jawaban:  Download Audio disini 

 

6.      [Pertanyaan] Apakah belajar ilmu kalam berdosa, apakah ilmu kalam sama dengan ilmu filsafat atau mencakup ilmu yang lainnya?

Jawaban:  Download Audio disini 

 

7.       [Pertanyaan] Pasca teleconference bersama Syaikh Hani telah banyak pembicaraan beredar di Indonesia dan Makassar secara khususnya kalam Syaikh Hani baru-baru ini, yang kesimpulan dari mereka adalah tahdzir Syaikh Rabi’ terhadap Dzulqarnain telah dihapus dan mansukh…

Apakah ada penjelasan langsung dari syaikh Rabi’ bahwasanya tahdzir itu memang telah dicabut, apakah Dzulqarnain tidak diminta pertanggungjawaban taubat dari kesalahannya selama ini.  Mohon penjelasannya?

Jawaban:  Download Audio disini 

 

8.       [Pertanyaan] (Syubhat) Syaikh Ibnu Utsaimeen tidak segencar Syaikh Rabi dalam masalah Tahdzir

Jawaban:  Download Audio disini

 

9.       [Pertanyaan] Bagaimana dengan ikhwan yang belajar di LIPIA Jakarta dengan alasan tidak ada larangan langsung dari ulama

Jawaban:  Download Audio disini

Sumber: http://forumsalafy.net/?p=1284

Kewajiban Taat Kepada Pemerintah

Kewajiban Taat Kepada Pemerintah

Oleh: Al-Ustadz Muhammad Umar as-Sewed

 

Kewajiban taat kepada pemerintah merupakan salah satu prinsip Islam yang agung. Namun di tengah karut-marutnya kehidupan politik di negeri-negeri muslim, prinsip ini menjadi bias dan sering dituding sebagai bagian dari gerakan pro status quo. Padahal, agama yang sempurna ini telah mengatur bagaimana seharusnya sikap seorang muslim terhadap pemerintahnya, baik yang adil maupun yang zalim.

KKN, represivitas penguasa, kedekatan pemerintah dengan Barat (baca: kaum kafir), seringkali menjadi isu yang diangkat sekaligus dijadikan pembenaran untuk melawan pemerintah. Dari yang ‘sekadar’ demonstrasi, hingga yang berujud pemberontakan fisik. […]

Fatwa Ringkas Demonstrasi

demo-1Fatwa Ringkas Demonstrasi

Al-Ustadz Muhammad Umar as-Sewed

Demonstrasi, unjuk rasa, dan semacamnya seolah telah menjadi elemen penting dalam denyut nadi demokrasi. Ia diagungkan sebagai gerakan moral untuk mengontrol kekuasaan yang dianggap melenceng dari “konstitusi”. Ketika aksi “turun ke jalan” mereka diberangus, maka istilah yang mengemuka adalah demokrasi telah dikhianati.

Namun Islam memandang lain terhadap perilaku ini. Telah ada riwayat dari ulama salaf, yang menggambarkan penentangan Islam terhadap demonstrasi dengan berbagai dampak buruknya. Bahkan Islam memandang demonstrasi sebagai bagian dari pemberontakan lisan. Bahasan berikut memang sangat ringkas karena berupa fatwa, namun insya Allah memberi manfaat. […]