Bolehkah Menjadikan Bunyi Klakson Sebagai Pengganti Salam

Hukum Menyalakan Klakson Sebagai Pengganti Salam

❍ Berkata Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin رحمہ الله تـــعالـــﮯ :

❍ وأما ما يفعله بعض الناس إذا مرّ وهو يركب سيارته فإنه يضرب البوق ، فإن هذا لا يكفي في السلام ، وليس من السنة، اللهم إلا أن بعض الناس يقول : ( أنا لا أريد به السلام ؛ لكن أريد أن ينتبه ثم أسلم عليه ) هذا أرجو ألا يكون به بأس ، وأما أن يجعله بدلاً عن السلام ، فإن هذا – لا شك – خلاف السنة ، ( فالسنة أن يسلم الإنسان بلسانه -وإذا كان الصوت لا يُسمع- فإنه يشير بيده ؛ حتى ينتبه البعيد أو الأصم . . ❍

📚 شرح رياض الصالحين ( ٤ / ٤٠٤)

“Adapun apa yang dilakukan oleh sebagian orang apabila dia melewati (seseorang) ketika dia mengendarai mobilnya, kemudian dia menyalakan klakson, hal ini tidak cukup sebagai salam, dan bukan termasuk sunnah, kecuali mungkin sebagian orang mengatakan:” Aku tidak menginginkan dengannya salam, akan tetapi aku hanya ingin agar dia lebih perhatian setelah itu aku mengucapkan salam padanya,” […]

Kapan Ta’dil Tetap Didahulukan?

kitab jarh wa tadil

Beberapa kondisi Ta’dil global tetap lebih didahulukan daripada Jarh Mufassar

KETIGA, Apabila sang mu’addil (pemberi ta’dil) mengetahui ucapan sang jarih (pemberi jarh) dan ia (mu’addil) menjelaskan dengan hujjah dan bukti bahwa jarh (kritik/celaan) sang jarih – meskipun merupakan jarh mufassar dan sang jarih bersih dari ta’ashshub dan hawa nafsu – namun jarh-nya tersebut tidak cukup untuk menjatuhkan kedudukan pihak yang dikritik olehnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Terkadang seorang mujtahid meyakini dha’ifnya seseorang, namun bisa jadi mujtahid lainnya justru meyakini ketsiqahan orang tersebut.

Bisa jadi kebenaran bersama mujtahid pertama yang melemahkannya karena ia mengetahui sebab-sebab yang tersembunyi/tidak diketahui oleh mujtahid kedua yang meyakini ketsiqahannya. […]

Hukum Berjabat Tangan Setelah Salam dari Shalat?

Bid’ah Berjabat Tangan Setelah Salat

Pertanyaan keenam dari fatwa nomor 16843

Pertanyaan 6 :

Seorang imam dari Turki membiasakan berjabat tangan setelah salat Idul Fitri. Hal itu juga ia lakukan pada setiap selesai salat lima waktu selama lebih dari empat tahun. Imam tersebut berdiri di tempat salatnya lalu para makmum mendatanginya dan berjabat tangan dengannya satu per satu. Orang yang pertama kali berjabat tangan berdiri di sampingnya, kemudian orang kedua berdiri di samping orang pertama, orang ketiga berdiri di samping orang kedua, dan seterusnya hingga selesai meskipun jumlah makmum ratusan orang. Seorang imam Arab juga biasa berjabat tangan setelah salat Subuh. Ketika kami bertanya kepadanya, dia menjawab: “Kami melihat saudara-saudara kami dari Turki melakukan demikian.” Kami telah melarangnya, tetapi dia tetap melakukannya. Bagaimana pendapat Anda tentang masalah ini?

Jawaban 6:

Kebiasaan berjabat tangan setelah salat fardu antara imam dan makmum atau antara makum yang satu dan yang lainnya, termasuk bid’ah dan tidak memiliki dasar, dan wajib ditingalkan, […]

Tips Menggapai Ketenteraman Hati dari Imam Asy Syafi’i -Rahimahullah-

📊🛤⏳ *Kunci Kebahagiaan*

🔹Aku matikan harapan-harapanku kepada manusia, sehingga tenteramlah jiwaku.

🔹Sesungguhnya jiwa ini akan terhina selama terus mengikuti ketamakanku.

🔹Kemudian aku hidupkan sifat qona’ah yang telah mati padaku.

🔹Dengan hidupnya sifat tersebut terjagalah kehormatanku. […]

Fatwa Ulama tentang Hukum Menyimpan Uang di Bank

بسم الله الرحمن الرحيم

*💰🏠Hukum menitipkan uang di bank*

📝Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i  rahimahullah ditanya:

Apa hukum menyimpan uang di bank tanpa mengambil bunganya dengan berdalil dengan firman Allah Ta’ala, artinya: “bagi kalian pokok harta kalian…”?

Jawaban:  […]

Mengganti “faidah” dengan FAIDAH

(Ralat terhadap copas saya tentang keutamaan memandang istri)

✍🏼 Al-Ustadz Muhammmad bin ‘Umar As-Sewed حفظه الله

Alhamdulillaah was sholatu was salam ala Rasulillah wa ala aalihi wa ashhabihi wa man tabi’a hudahu ila yaumil qiyamah.
Tulisan ini sebagai ralat dan penyesalan saya yang mengcopas faidah tanpa merujuk ke kitab aslinya. Hanya karena berhusnudzhan dengan penulis dan grupnya yang notabene ada orang-orang yang lebih berilmu dari saya.

Namun yang juga mendorong saya mengcopas adalah isinya yang sangat menarik dan mendidik.
Agar kita menyalurkan hasrat syahwat kita kepada yang halal.
Agar kita mensyukuri nikmat istri yang telah Allah berikan.
Juga agar kita berbagi keceriaan satu sama lain.

Tetapi karena hadits ini dha’if bahkan maudhu’. Maka tidak bisa dijadikan hujjah.
Sedangkan kita ingin agar faidah yang kita harapkan tetap kita dapati. Karena seringkali sebagian orang mengira jika hadits itu dhaif maka yang benar adalah sebaliknya. Padahal tidak mesti demikian. Kadang hadits itu dha’if, tetapi maknanya benar dan terkandung dalam hadits-hadits shahih.

Maka kita bawakan beberapa hadits yang shahih yang menggantikan bahkan menyempurnakan faidah-faidah yang kita harapkan: […]

Teori Darwin Manusia Berasal dari Monyet, Bagaimana Hukumnya?

🍌 HUKUM PENDAPAT :
“MANUSIA BERASAL DARI MONYET”

🌿 Syaikh Ibnu Utsaimin -rohimahulloh ta’ala- berkata : “Pendapat ini tidak benar! Yaitu bahwa asal-usul manusia dari kera. Akan tetapi justru orang yang berpendapat seperti itulah yang monyet, karena akal dan pandangannya telah berubah. Maka pantas kita namai dia itu MONYET dan bukan manusia walaupun bersosok manusia.” […]

[ NASIHAT ] TERUNTUK PARA SANTRI DAN ORANG TUA SANTRI

بسم الله الرحمن الرحيم

🔊 *Audio Tausiyah wali santri/ pembagian rapor semester -1*

=================

💺 *Al Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Assewed حفظه الله*

📆 Ahad , 28 Rabiul Awal 1439 H /17 Desember 2017 M

🕟 “`Pukul. 09.00 wib s/d selesai

💽 Masjid Abu Bakr Ash Shiddiq, Ma”had Dhiyaus Sunnah Cirebon

 Radio Adh dhiya Cirebon“`

📲 Link download Kajian :
http://bit.ly/tausiyahwalisantri2017 atau http://bit.ly/2BySgzS

→→→→ 🚪🚪←←←←

Baarokallohu fiikum

✔ WhatsApp Salafy Cirebon

»»»»»»» W S C «««««««««



⬇ Dengarkan  kajiannya ⬇ […]

[ NASIHAT ] Hikmah Ilahi dibalik Musibah Gempa Bumi dan Tsunami

Musibah, betapa pun kecilnya, selalu akan meninggalkan duka. Lebih-lebih bila musibah itu skalanya besar, duka itu bisa menjelma menjadi nestapa yang berkepanjangan. Apa sebenarnya makna dari sebuah musibah? Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari peristiwa yang telah merenggut ratusan ribu nyawa manusia dan harta yang demikian besar itu? Berikut ini penjelasan asy-Syaikh Muqbil tentang hakikat gempa, yang kita bisa mengambil pelajaran darinya dalam musibah gempa bumi dan tsunami.

Orang-orang berbeda pendapat dalam (menjelaskan penyebab terjadinya) gempa. Ada yang mengatakan bahwa gempa merupakan peristiwa yang bersifat alami, tidak ada kaitannya dengan agama. Sebagian lainnya mengatakan bahwa gempa merupakan ketentuan dan takdir Allah subhanahu wa ta’ala yang tidak ada kaitannya dengan dosa.

Ada lagi yang mengatakan bahwa gempa merupakan kejadian untuk membuat takut manusia dan tiada kaitannya dengan dosa. Sebagian lagi mengatakan bahwa gempa terjadi disebabkan oleh dosa manusia.

Jawabannya, […]

Sesungguhnya Di Atas Al Haq Ada Cahaya

🌤 SESUNGGUHNYA DIATAS AL HAQ ADA CAHAYA

✍🏻 Ditulis oleh Al Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad Afifuddin As Sidawy حفظه الله

Al hakim dalam Mustadrok nya meriwayatkan dr Mu’adz bin Jabal رضي الله عنه beliau berkata:

فإنّ على الحق نورا

Atsar diatas dishohihkan Al Hakim dan disetujui oleh Adz Dzahaby. Al haq yg dibawa dan di ajarkan rosulullah صلى الله عليه و سلم telah sempurna, menyeluruh dan bercahaya, dapat dilihat dg jelas dan dikenali dg baik oleh setiap muslim yg punya iman, ilmu dan fithroh yg masih lurus lagi bersih.

Cahaya al haq terkadang begitu benderang bagi siapa saja namun terkadang tertutup oleh kabut tebal ragam kebathilan, syahwat dan syubhat. Al haq pun menjadi samar atas kebanyakan pihak bahkan sampai pada tingkat al haq di anggap al bathil dan al bathil diyakini sebagai al haq.

Hal tsb sering kali terjadi manakala muncul fitnah besar lagi dahsyat yg melibatkan pihak2 yg selama ini dikenal sebagai pembawa panji2 sunnah dan pengibar bendera al haq. Jangankan kaum muslimin yg awam, banyak ahlul haq yg mengalami kebingungan dalam menghadapi situasi yg demikian; apalagi ketika suasana diperkeruh dg adanya fenomena masing2 pihak mengklaim “kembali kepada bimbingan ulama”.

Apabila kondisinya sudah sampai pada tingkat ini maka sangat penting bagi yg mendambakan keselamatan untuk mengenali cahaya al haq dg memperhatikan ciri-ciri berikut: […]