Rekaman Audio Daurah Nasional Ke 13 Di Masjid Agung Manunggal Bantul Yogyakarta

KAJIAN ISLAM ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH ASY-SYARIAH KE-13 TAHUN 1437 H / 2016 M

Rekaman Audio Daurah Nasional Kajian Umum

di Masjid Agung Manunggal Bantul, Yogyakarta

3-4 Dzulqa’dah 1437 H / 6-7 Agustus 2016

Sesi Pembukaan

*Sambutan dari Perwakilan Panitia Daurah
*Sambutan dari Perwakilan Pemerintah Bantul

atau download di sini

Sesi 1 Peringatan dan Solusi Terhadap Bahaya Radikalisme

asy-Syaikh Khalid Azh Zhafiri hafizhahullah – Penerjemah Al Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi

atau download di sini

Sesi 2 Taat Kepada Pemerintahan

asy-Syaikh Muhammad Ghalib hafizhahullah – Penerjemah Al Ustadz Usamah Faisol Mahri

atau download di sini

Sesi 3 Problematika Remaja dan Solusinya

asy-Syaikh Usamah al Amri hafizhahullah – Penerjemah Al Ustadz Qomar Su’adi

atau download di sini

Sesi 4

asy-Syaikh Hamed al Junaibi hafizhahullah – Penerjemah Al Ustadz Askary

atau download di sini

Sesi 5

asy-Syaikh Khalid Azh Zhafiriy hafizhahullah – Penerjemah Al Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi

atau download di sini

Sesi 6

asy-Syaikh Usamah al Amri – Penerjemah Al Ustadz Usamah Faisol Mahri

atau download di sini

Penutupan

*Penutupan Oleh asy-Syaikh Khalid Azh Zhafiriy hafizhahullah
*Penutupan Oleh Bupati Bantul Drs. H. Suharsono

atau download di sini

Sumber: http://daurahnasional.com/rekaman-audio-daurah-nasional-ke-13-di-masjid-agung-manunggal-bantul-hari-ke-1/ dan http://daurahnasional.com/rekaman-audio-daurah-nasional-ke-13-di-masjid-agung-manunggal-bantul-hari-ke-2/

Barometer Bagi Para Pencela Tokoh Sunnah

BAROMETER BAGI  PARA PENCELA TOKOH  SUNNAH

(Sebuah catatan kecil untuk Firanda dan semisalnya)

 

Penjelasan di sela pembahasan Shahih Bukhari: Al Ustadz  Abu Muawiyah Askary hafizhahullah

————–

Diriwayatkan dari Nu’aim bin hammad rahimahullahu ta’ala, beliau mengatakan;

إذا رأيت العراقي يتكلم في أحمد بن حنبل فاتهمه في دينه  وإذا رأيت الخراساني يتكلم في إسحاق بن راهويه فاتهمه في دينه وإذا رأيت البصري يتكلم في وهب بن جرير فاتهمه في دينه ( تاريخ بغداد ( 6 / 348 )  وتاريخ دمشق ( 8 / 132 )

Apabila engkau melihat orang Iraq itu menjelekkan, membicarakan, mengkritik Ahmad bin Hambal, maka tuduh agamanya dia. Kenapa? Karena al imam Ahmad adalah imam as sunnah, pembela sunnah pada masanya. Siapa yang membenci imam Ahmad, ini orang dipertanyakan, tuduh agamanya. Ada kemungkinan dia ini dari kalangan ahlul bid’ah.

Apabila engkau melihat seorang dari Khurasan menjelek-jelekan Ishaq bin Rahuyah, maka tuduh agamanya, ragukan agamanya. Apabila engkau melihat seorang datang dari Bashrah, lalu dia menjelek-jeleakkan Wahb bin Jarir, maka tuduh agamanya. Dan ucapan para ulama as salaf yang semakna dengan ini banyak sekali. Ini menunjukkan bahwa mereka menjadikan orang-orang tertentu dari kalangan tokoh-tokoh sunnah yang membenci kepadanya, itu menjadi pertanyaan besar tentang orang ini. Kenapa dia membencinya? […]

Download Audio Dauroh “Siapa Salafy? Siapa Wahabi?” (Hari Ke-2)

Download Audio Dauroh “Siapa Salafy? Siapa Wahabi?”
hari Ahad 22 Mei 2016 di Masjid  Al ittihad, Islamic Center Tuparev Cirebon
Pemateri Al Ustadz Abu Karimah Askari hafidzahullah

Sesi 4: http://bit.ly/1WKyl5P
Durasi 1:04:06 menit

Sesi 5: http://bit.ly/1TBDmdV
Durasi 50:09 menit

Sesi 6 + tanya jawab: http://bit.ly/1YOtXA2
Durasi 50:34 menit

Download Audio Dauroh “Siapa Salafy? Siapa Wahabi?”

Download Audio Dauroh “Siapa Salafy? Siapa Wahabi?” hari Sabtu 21 Mei 2016 di Masjid  Al ittihad, Islamic Center Tuparev Cirebon
Pemateri Al Ustadz Abu Karimah Askari hafidzahullah

Sesi 1: http://bit.ly/1VesqUI
Durasi 55:58 menit

Sesi 2: http://bit.ly/1WI9SNS
Durasi 45:05 menit

Sesi 3 + tanya jawab: http://bit.ly/1qBFPJN
Durasi 44:31 menit

Rekaman Dauroh Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Azab Api Neraka

Rekaman Dauroh Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Azab Api Neraka

Pemateri Al Ustadz Asykari

? Hari/ Tanggal : Sabtu, 21 Mei 2016

2⃣ Tempat : Mahad As-Salafy, Babakan
⏰ Waktu : 09:00 s.d 11:30 WIB
? Materi : Jagalah dirimu dan keluargamu dari azab api Neraka.

Download : https://archive.org/details/001JagalahDirimuDanKeluargamuDariApiNeraka

Tanya Jawab
Download : https://archive.org/details/002TanyaJawab

Penerimaan Santri Baru TA 2016/2017 Ma’had Dhiya’us Sunnah Cirebon

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّ‌حْمَـٰنِ الرَّ‌حِيمِ

Penerimaan Santri Baru (Putra dan Putri)
Tahun Ajaran 2016/2017
Ma’had Dhiya’us Sunnah Cirebon

I. LANDASAN

Allah Ta’ala berfirman:

  وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَ‌بَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّ‌يَّاتِنَا قُرَّ‌ةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا ﴿٧٤

Dan orang-orang yang berkata: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Furqan: 74)

 

II. TUJUAN UMUM

  1. Berupaya membentuk kepribadian anak-anak yang memiliki landasan aqidah salafus shalih yang benar dan kokoh dengan memberikan pengajaran tentang aqidah yang benar dan akhlaqul karimah.
  2. Mempersiapkan santri agar dapat menjadi generasi penegak dan pengibar panji-panji tauhid dan sunnah.
  3. Memberikan dasar-dasar ilmu aqidah, fiqih, AlQur’an, dan hadits, serta dasar-dasar ilmu bahasa arab.
  4. Sebagai wasilah bagi santri agar dapat belajar langsung bersama ulama-ulama besar ahlus sunnah.
  5. Membina santri agar mampu berinteraksi sosial dengan masyarakat sekitarnya.

 

III. JENJANG PENDIDIKAN

Ma’had Dhiya’us Sunnah Cirebon memiliki empat program pendidikan, yaitu:

  1. TA (Tarbiyatul Aulad), pendidikan untuk anak usia    4 – 5 tahun, belajar membaca dan berhitung.
  2. MTT (Ma’had Tahfidz Terpadu) adalah pendidikan setingkat sekolah dasar yang diselenggarakan secara klasikal selama 6 tahun dan diperuntukkan bagi anak mulai usia 6 atau 7 tahun.

(Ket: Santri tingkat MTT tidak menginap).

  1. MTS (Mutawassithah), pendidikan setingkat sekolah menengah pertama yang diselenggarakan secara klasikal selama 5 tahun dan diperuntukkan bagi anak usia 12 s.d 16 tahun.

(Ket: Santri putra tingkat MTS wajib menginap).

  1. TD (Tadribud Duat) & TN (Tarbiyatun Nisa), pendidikan yang diselenggarakan khusus untuk putra & putri dengan sistem mulazamah selama 5 tahun bersama asatidzah dan diperuntukkan bagi pelajar mulai usia 16 tahun ke atas.

(Ket: Santri tingkat TD wajib menginap).

 

IV. PROSES BELAJAR MENGAJAR (PBM)

Metode belajar mengajar yang dipakai oleh lembaga pendidikan setingkat MTT dan MTS adalah dengan sistem klasikal dan individual. Sistem klasikal diterapkan pada pengajaran yang bersifat umum. Adapun sistem individual diterapkan terhadap pengajaran yang bersifat khusus yang disesuaikan dengan materi dan kemampuan anak didik.

Guna mengetahui sejauh mana prestasi dan kemampuan anak didik menguasai pelajaran-pelajaran yang diberikan selama Proses Belajar Mengajar, diadakan evaluasi belajar mengajar yang meliputi ulangan harian dan ujian semester.

Adapun metode belajar yang dipakai oleh lembaga pendidikan setingkat TD adalah dengan sistem mulazamah dan CBSA (Cara Belajar Santri Aktif). Santri mendapatkan pengajaran langsung dari asatidzah dalam membahas kitab-kitab ulama ahlus sunnah dalam satu tingkatan pendidikan.

 

V. KURIKULUM PENDIDIKAN

Kurikulum yang diberikan Ma’had Dhiya’us Sunnah Cirebon ditentukan secara mandiri disesuaikan dengan materi dan target-target pendidikan yang ingin dicapai.

Adapun materi-materi yang akan diajarkan meliputi: Hafalan Al-Qur’an, Tajwid, Aqidah, Akhlaq, Adab, Hadits, Mustholah hadits, Fiqih, Siroh, Bahasa Arab, Khat, dll.

 

VI. STAF PENGAJAR

  • TA:
    Ummu Muqbil Zulfa (pembimbing), Ummu Hafshoh Rosyidah, Ummu Hamud, Najmah, Habibah.
  • MTT:

Banin: Ust. Abu Zaid, Ust. Abu Fudhoil Luki, Ust. Abdurrahman Agung, Ust. Yahya, Ust. Abdur Rouf,  Ust. Abu Musa, Ust. Ahmad Salafy, Ust. Abu Ali.

Banat: Ummu Abdillah Sa’idah, Ummu Husna, Ummu Abdirrahman Mar’ah, Ummu Fida, Ummu Ibrohim, Ummu Musa, Ummu Maryam, Ummu Zaid, Ummu Nuh, Ummu Naufal, Khodijah, Nabilah, Hamidah, Ummu Fathimah, Ummu Ali, Zakiyyah, Ummu Shofiyah, Ummu Sulaym, Mujahidah, Shofiyyah, dll.

  • MTS, TD dan TN:

Ust. Muhammad As-Sewed, Ust. Helmi Bajri,

Ust. Ibrohim As-Sewed, Ust. Abu Abdirrahman Arief, Ust. Abu Faiz, Ust. Muhammad Sungkar, Ust. Abu Sufyan, Ust. Abu Irbadh, Ust. Abdul Hamid, Ust. Abdulloh Toto, Ust. Ahmad Syahroni, Ust. Abu Musa, Ust. Abdurrahman Agung, Ust. Abdur Rouf, Ust. Nu’man.

MTS Banat: Ummu Maryam Hana, Ummu Nuh, Ummu Abdirrahman Hamidah, Hikmah, Shofiyyah.

TN: Pengajar TD, Ummu Abdirrahman Hamidah.

 

VII. WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

Waktu Pendaftaran:

Pendaftaran dibuka mulai:

  1. tanggal    : 24 Rajab s.d. 13 Sya’ban 1437 H                                                    (2 s.d 20 Mei 2016)

Hari          : Senin s.d Sabtu

Waktu      : 09.00 s.d. 14.30 WIB (banin)

10.00 s.d. 12.00 WIB (Selain Jum’at),

08.00 s.d. 10.00 WIB (Jum’at) (banat)

  1. Tes seleksi, tes interview dan tes kesehatan tanggal 16 Sya’ban 1437 H (23 Mei 2016)
  2. Pengumuman hasil tes tanggal 17 Sya’ban 1437 H     (24 Mei 2016)
  3. Daftar ulang tanggal 17 – 22 Sya’ban 1437 H   (24 – 29 Mei 2016)
  4. Mulai masuk/belajar insyaa Allah hari Selasa tanggal 18 Syawwal 1437 H (18 Juli 2016)

(Ket: Bagi yang hendak datang ke ma’had untuk mendaftar agar menghubungi kontak person yang tercantum di brosur ini)

Tempat Pendaftaran:

Ma’had Dhiya’us Sunnah, Jl. Elang Raya, Gg. Putat RT 06/03, Kamp. Dukuh Semar , Kec. Harjamukti, Kota Cirebon.

Kontak Person:

 

MTT banin:

0852 2046 3377 (Ust. Abu Zaid)

MTS banin & TD:

0823 1952 8292, 0877 2974 6853 (Abu Hisyam)

TA:

0897 2222 2273 (Ummu Hafshoh Rosyidah)

0897 0549 393 (Ummu Hamud)

MTT banat :

0899 4858 517 (Ummu Musa),

0853 1499 4685 (Ummu Abdirrahman Mar’ah)

MTS Banat & TN:

0838 2350 7449 (Ummu Abdirrahman Hamidah)

                     

VIII. SYARAT PENDAFTARAN

  1. Anak usia 4 s.d. 5 tahun (untuk tingkat TA),

Anak usia 6 s.d. 7 tahun (untuk tingkat MTT),

Anak usia 12 s.d. 16 tahun (untuk tingkat MTS),

Pelajar usia 16 tahun keatas (untuk tingkat TD & TN).

  1. Sehat jasmani dan rohani.
  2. Dapat membaca serta menulis huruf latin dan Arab.
  3. Mengisi formulir pendaftaran (oleh orang tua/wali).
  4. Fotokopi akte/surat kelahiran.
  5. Membayar administrasi pendaftaran Rp 30.000,-.
  6. Membawa surat rekomendasi dari ustadz Ahlus Sunnah, setempat (untuk tingkat MTS banin dan TD).

Download brosur pendaftaran di bawah ini.

download-brosur

 

Ini Dia Tata Cara Shalat Gerhana

TATA CARA SHALAT GERHANA

Hukum Shalat Gerhana

Shalat kusuf (gerhana) disyariatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan dan mencontohkannya. Para ulama berbeda pendapat tentang hukum shalat kusuf:

  1. Kebanyakan ulama berpandangan bahwa hukumnya adalah sunnah muakaddah (yang ditekankan).
  2. Ulama yang lain berpendapat bahwa shalat kusuf hukumnya wajib.

Ini yang dikuatkan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullah. Beliau menyebutkan bahwa ini juga pendapat Ibnu Khuzaimah, Abu Awanah, dan dipilih oleh asy- Syaukani rahimahullah serta Shiddiq Hasan Khan.

Tata Cara Shalat Gerhana

Berikut ini beberapa hal terkait dengan tata cara shalat gerhana. […]

Download Kajian Ushulus Sunnah Imam Ahmad bersama Al Ustadz Muhammad Umar as Sewed

Berikut link Download Kajian bersama: Al Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed حفظه الله تعالى di Ma’had Riyadhul Jannah Cileungsi Bogor.

Jum’at, 17 Jumadil Awwal 1437H / 26 Februari 2016M:

  1. Khutbah ” Jum’at Ujian adalah Konsekuensi Keimanan Download di Sini
  2. Ushulussunnah ” Meninggalkan Bid’ah dan Tidak Bermajlis Dengan Ahli Bid’ah Download di Sini
  3. Addau wa Dawaa’a ” Akibat Jelek Kemaksiatan” Download di Sini
  4. Tanya Jawab Download di Sini

Sumber:http://salafycileungsi.net/2016/02/26/audio-ushulus-sunnah-imam-ahmad-al-ustadz-muhammad-bin-umar-as-seweed-hafizhahullah-2/

Mengangkat Tangan pada Takbir-Takbir Tambahan pada Dua Shalat ‘Ied

HUKUM MENGANGKAT TANGAN PADA TAKBIR-TAKBIR JENAZAH DAN DUA SHALAT ‘IED (IEDUL FITHRI DAN IEDUL ADHA)

 

  1. Mengangkat Kedua Tangan pada Takbir-Takbir Shalat Jenazah

Para ulama sepakat bahwa disyariatkan mengangkat kedua tangan pada takbir yang pertama dalam shalat jenazah.(1)

Dan yang terjadi perselisihan di kalangan para ulama adalah tentang hukum mengangkat tangan pada takbir kedua dan seterusnya. Dalam hal ini ada dua pendapat yang masyhur:

Pendapat pertama: mengatakan bahwa tidak disyariatkan mengangkat kedua tangan, kecuali pada takbir yang pertama. Ini adalah pendapat Sufyan Ats-Tsauri dan Abu Hanifah. Pendapat ini juga dikuatkan oleh Ibnu Hazm dan Asy-Syaukani.  Adapun Imam Malik, diperselisihkan tentang pendapat beliau.(2)

Pendapat kedua: mengatakan bahwa disyariatkan mengangkat kedua tangan pada setiap kali takbir. Ini adalah pendapat Salim bin Abdillah bin Umar, Umar bin Abdil Aziz, Atha’, Yahya bin Sa’id, Qais bin Abi Hazim, Az-Zuhri, Ahmad, Ishaq, Asy-Syafi’i, Al-Auza’i, Abdullah bin Mubarak, dan dikuatkan oleh Ibnul Mundzir dan An-nawawi. At-Tirmidzi menyandarkan pendapat ini kepada kebanyakan ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi Shallahu alaihi wasallam.(3) […]