Manusia Saling Berlomba Mencari Dunia dan Melupakan Akhiratnya

๐Ÿ“ขโœ‹๐Ÿป๐ŸŒธ๐Ÿ’ NASEHAT MENYENTUH HATI

โœ๐Ÿป Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzanย hafizhahullah

Betapa banyak kita lihat manusia saling berlomba mencari dunia, mereka bergegas dan takut akan kehilangan dunia.

Sementara kita lihat mereka duduk dan berlambat-lambat dalam menghadiri shalat lima waktu berjamaah di masjid-masjid, padahal itu merupakan tiang agama.

Dan betapa banyak kita lihat mereka tetap duduk di jalan-jalan, toko-toko berjam-jam yang lama, mereka mengalami susahnya hawa terik panas dan dingin, demi mengais dunia.

Sementara kita melihat mereka tidak bisa bersabar untuk duduk beberapa menit saja di masjid untuk menunaikan shalat atau membaca Alquran.

Dan betapa banyak kita lihat para pemuda muslimin mereka berlomba ke lapangan-lapangan bola, mereka menghamburkan banyak uang untuk membeli tiket masuk, kemudian disana ribuan orang berkumpul. Terkadang mereka menghabiskan siang harinya dan begadang malamnya, berdiri dengan kaki mereka, mata mereka tertuju, badan mereka tegak, suara mereka nyaring, menyaksikan para pemain yang menang dari mereka. Mereka rela bersusah payah begini di jalannya setan.

Sementara jika mereka dipanggil untuk menghadiri shalat di masjid dengan โ€œHayya alash Shalah Hayya alal Falaahโ€ mereka pura-pura buta dan tuli dan mereka berpaling. Seolah-olah muadzin itu mengajak mereka ke penjara atau seakan-akan ia meminta hak dari mereka.

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ููŠู„ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงุฑู’ูƒูŽุนููˆุง ู„ุง ูŠูŽุฑู’ูƒูŽุนููˆู†ูŽ ูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐู ู„ูู„ู’ู…ููƒูŽุฐู‘ูุจููŠู†ูŽ

โ€œDan apabila dikatakan kepada mereka, โ€œRukuklah,โ€ mereka tidak mau rukuk. Celakalah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (QS. Al-Mursalat 48)

ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠููƒู’ุดูŽูู ุนูŽู†ู’ ุณูŽุงู‚ู ูˆูŽูŠูุฏู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูุฌููˆุฏู ููŽู„ุง ูŠูŽุณู’ุชูŽุทููŠุนููˆู†ูŽ ยฐ ุฎูŽุงุดูุนูŽุฉู‹ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ุชูŽุฑู’ู‡ูŽู‚ูู‡ูู…ู’ ุฐูู„ู‘ูŽุฉูŒ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูุฏู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูุฌููˆุฏู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุณูŽุงู„ูู…ููˆู†.

(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkap dan mereka diseru untuk bersujud; maka mereka tidak mampu.ย Pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan). (QS. Al-Qalam 42-43)

Wahai kaum muslimin, keadaan ini kebanyakan kita sekarang lebih mementingkan dunia dan berpaling dari akhirat.

โ—‹ Kita tidak mengambil ibrah dari orang yang (telah mati) mendahului kita..
โ—‹ Kita tidak melihat kepada orang di sekitar kita..
โ—‹ Kita tidak lagi tersentuh oleh nasehat..
โ—‹ Kita tidak bisa mengambil manfaat dari peringatan..

Inna lillahi wa inna ilaihi raajiโ€™un

Kita memohon kepda Allah semoga Dia mengaruniakan kepada kita taubat, menyadarkan hati kita dari kelalaian ini. Sesungguhnya Dia mendengar dan mengabulkan doa.

(Al-Khutbah al-Mimbariyah 1/313-314

๐Ÿ“š Sumber Artikelย ||ย https://goo.gl/u89F || http://telegram.me/forumsalafy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *