? Keutamaan Ilmu IV?

Keutamaan ilmu 4

Oleh:
? Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-
 

? AHLI ILMU (ULAMA) LEBIH UTAMA DARI AHLI IBADAH?
 

? Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ وفي رواية كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الَكَوَاكِبِ

“Keutamaan ahli ilmu diatas ahli ibadah adalah seperti keutamaan diatas orang terendah kalian. (Dalam riwayat lain) Seperti bulan di malam purnama diantara bintang-bintang  lainnya”. (H.R. Ahmad, Abu Dawud,Tirmidzi,Ibnu Majah, Ad-Darimi dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Targhib wa  Tarhib dan Misykatul Mashaabiih)

? Yang demikian karena ahli ibadah tanpa ilmu, kemungkinan salahnya lebih besar daripada kemungkinan benarnya dan mereka tidak mendapatkan keutamaan ilmu dan kemuliaan yang Allah janjikan dalam ayat diatas.

⁉ Maka apakah sama orang-orang yang berilmu dan tidak berilmu?

✔ Oleh karena itulah ilmu lebih didahulukan daripada ibadah, karena tidak mungkin seorang akan beribadah tanpa ilmu.

Imam Bukhari -rahimahullah-meletakkan dalam Shahihnya satu bab khusus dengan judul :

الْعِلْمُ قَبْلَ الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ

“Ilmu sebelum berkata dan beramal”.

✔ Tentunya dalam bab tersebut dibawakan dalil-dalil tentang keutamaan ilmu dan didahulukannya ilmu sebelum beramal. Diantaranya ucapan Allah -Subhanahu wa Ta’ala- :

﴿ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ ﴾ [محمد: 19]

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu”. (Muhammad : 19)

? Berkata Imam Bukhari -rahimahullah- :

فَبَدَأَ بِالْعِلْمِ قَبْلَ القَوْلِ وَالعَمَلِ

“Maka Allah memulainya dengan ilmu sebelum ucapan dan perbuatan”. (Fathul Bari 1/215)

?Demikianlah agar manusia tidak menyesal di akhirat karena keliru dalam beribadah.

? Allah berfirman :

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”. (Al-Israa’:36)

? Dan Allah gambarkan pula dalam Al-Qur’an orang-orang kafir yang tidak mau mempelajari agama Islam, tidak mau mendengar nasihat ilmu dari Allah dan Rasul-Nya.

? Allah gambarkan penyesalan mereka dalam ayat-Nya :
وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ
“Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. (Al-Mulk : 10)

⁉ Maka apakah sama orang-orang yang berilmu dan tidak berilmu?

? Risalah Dakwah Manhaj Salaf Edisi 33/th.IV 30 Djulqo’dah 1429 H/28 November 2008 M

Leave a Reply