Kebodohan Ingkarus Sunnah (Bagian 4)

Kebodohan Ingkarus Sunnah IV (Gerakan Sholat Dalam A-Qur’an)

Penulis : Ustadz Muhammad Umar As-Sewed

Sesungguhnya kelompok ingkarus-sunnah hanyalah satu kelompok pemalas dan bodoh yang berusaha mencari alasan untuk dapat menghindar dari beban-beban ibadah. Betapa tidak, mereka dengan terang-terangan dan arogan menentang kewajiban shalat dan puasa, padahal keduanya disebutkan secara jelas dalam al-Qur’an. Bahkan mereka berani memperolok-olokkan orang yang melakukan shalat dengan menyatakan sebagai penyembahan terhadap dinding. Karena mereka menganggap shalat hanyalah doa, maka setiap orang yang berdoa, maka dia telah mengerjakan shalat.

Apakah mereka menganggap diri mereka mengikuti al-Qur’an? Sungguh mereka tidak mengikuti al-Hadits dan tidak pula mengikuti al-Qur’an. Mereka hanya mengikuti hawa nafsu mereka sendiri. Kalau saja mereka membaca al- Qur’an dengan benar mereka akan tahu bahwa semua gerakan-gerakan shalat, bahkan juga bacaan bacaannya terdapat dalam al-Qur’an.

Perintah Shalat
Banyak sekali ayat-ayat yang memerintahkan untuk shalat di antaranya firman Allah subhanahu wa Ta’ala:

وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا ِلأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ. البقرة: 110

Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kalian usahakan bagi diri kalian, tentu kalian akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (al-Baqarah: 110)

وَأَنْ أَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَاتَّقُوهُ وَهُوَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ. الأنعام: 72

Dan agar mendirikan shalat serta bertakwa kepada-Nya.Dan Dialah Rabb Yang kepada-Nya-lah kalian akan dikumpulkan. (al-An’aam: 72)

Perintah-perintah shalat ini sangat banyak dalam al-Qur’an. Dan sebagian besarnya diiringi dengan gerakan-gerakan shalatnya, seperti berdiri, ruku’, sujud dan lain-lain. Maka tidak bisa diartikan secara sempit hanya berdoa. Kita lihat ayat-ayat berikut:

Perintah Berdiri
Allah subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk memelihara shalat kemudian menyebutkan salah satu gerakannya yaitu berdiri.
Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاَةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ. البقرة: 238

Peliharalah segala shalat (kalian), dan (peliharalah) shalat wusthaa (shalat Ashar). Berdirilah untuk Allah (dalam shalat kalian) dengan khusyu`. (al-Baqarah: 238)

Perintah ruku’
Pada ayat lain Allah memerintahkan untuk menegakan shalat kemudian menyebutkan perintah ruku’ di dalamnya.
Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ. البقرة: 43

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku. (al-Baqarah: 43)

Perintah sujud
Demikian pula perintah sujud tidak kalah banyaknya dalam al-Qur’an. Yang juga beriringan dengan perintah shalat. Lantas kapan mereka sujud jika tidak dalam shalat?
Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلاً طَوِيلاً. الإنسان: 26

Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. (al-Insaan: 26)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ. الحج: 77

Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah, sujudlah, beribadahlah kepada Rabb kalian dan perbuatlah kebajikan supaya kalian mendapatkan kemenangan. (al-Hajj: 77)

فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا. النجم: 62

Maka bersujudlah kepada Allah dan beribadahlah kepada (Dia). (an-Najm: 62)

Shalat tidak hanya berdoa
Kalau saja shalat hanya berdoa tentu bisa dilakukan sambil berdagang dan bekerja. Namun Allah menyebutkan dalam ayatnya jika kita selesai shalat silakan bekerja kembali mencari karunia Allah. Maka jelaslah bahwa shalat adalah lebih dari sekedar berdoa.
Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاَةُ فَانْتَشِرُوا فِي اْلأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ. الجمعة: 10

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kalian di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kalian beruntung. (al-Jum’at: 10)

Waktu-waktu shalat
Allah subhanahu wa Ta’ala menyebutkan bahwa kewajiban shalat adalah kewajiban yang berwaktu. yakni memiliki waktu-waktu yang tertentu. Allah berfrman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا. النساء: 103

Maka apabila kalian telah menyelesaikan shalat (kalian), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kalian telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (an-Nisaa’: 103)

Maka jelas sekali –bagi orang yang berakal dan mengerti bahasa arab— bahwa shalat bukan hanya berdoa yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, namun satu ibadah khusus yang tertentu waktunya.
Bahkan waktu-waktu shalat yang lima pun Allah sebutkan dalam al-Qur’an. Di antaranya:
Allah subhanahu wa Ta’ala sebutkan shalat subuh dan shalat ‘Isya dalam ayat berikut:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلاَةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلاَةِ الْعِشَاءِ ثَلاَثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلاَ عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ اْلآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ. النور: 58

Hai orang-orang yang beriman, henaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kalian miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kalian, meminta izin kepada kalian tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kalian menanggalkan pakaian (luar) kalian di tengah hari dan sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga `aurat bagi kalian. Tidak ada dosa atas kalian dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kalian, sebahagian kalian (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kalian. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (an-Nuur: 58)

Demikian pula Allah subhanahu wa Ta’ala menyebutkan shalat fajar dan shalat ashar dengan ungkapan: “sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari”.
Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ. ق: 39

Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Rabb-mu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya). (Qaaf: 39)

Sedangkan shalat sejak dhuhur sampai malam dengan kalimat sebagai berikut:

أَقِمِ الصَّلاَةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْءَانَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْءَانَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا. الإسراء: 78

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir (shalat dhuhur) sampai gelap malam (shalat maghrib dan isya) dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat shubuh itu disak-sikan (oleh malaikat). (al-Isra’: 78)

Allah subhanahu wa Ta’ala juga menyebutkan shalat pada dua penghujung siang (shalat fajar dan shalat maghrib) dan pada malam hari (shalat isya).
Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَأَقِمِ الصَّلاَةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ. هود: 114

Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan dari malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. (Huud : 114)

Perintah baca al-Qur’an dalam Shalat
Allah berfirman :

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَى مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْءَانِ… المزمل: 20

Sesungguhnya Rabb-mu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (shalat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari al-Qur’an… (al-Muzzammil: 20)

Bacaan ruku’
Allah subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk bertasbih dalam ayatnya:

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ. الواقعة: 74

Maka bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu yang maha agung. (al-Waaqi’ah: 74)

Maka barang siapa yang mengikuti Nabinya shallallahu ‘alaihi wasallam membaca: “subhaana rabbiyal ‘adhimi” ketika ruku’ maka dia telah melaksanakan perintah Allah di atas.

Bacaan sujud
Allah juga telah memeritahkan kita untuk bertasbih dengan kalimat:

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ اْلأَعْلَى. الأعلى: 1

Bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu yang maha tinggi. (al-A’laa: 1)

Maka barang siapa yang mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca: ”subhaana rabbiyal a’la” maka dia telah melaksanakan perintah Allah di atas.
Demikian pula bacaan ruku’ dan sujud sekaligus yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di akhir-akhir hidupnya yaitu ketika mendapatkan ayat Allah yang turun ketika itu dalam surat An Nashr.

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا. النصر: 3

Maka bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu dan minta ampunlah, sesungguhnya Dia maha menerima taubat. (an-Nashr: 3)

Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan untuk membaca dalam ruku’ dan sujudnya: subhanakallahumma rabbana wabihamdika allahummaghfirli.
Dengan demikian sangat jelas sekali bagi orang yang membaca dan mengikuti al-Qur’an dengan benar bahwa shalat adalah satu ibadah tertentu, dengan gerakan tertentu, pada waktu tertentu dan bacaan tertentu pula. siapa yang telah mengikuti apa yang telah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam shalatnya maka ia telah melaksanakan semua perintah Allah di atas. Sedangkan mereka yang mengingkari sunnah dan meninggalkan ibadah shalat, kapan mereka melaksanakan perintah-perintah Allah di atas?!

Wallahu a’lam

Sumber : Risalah Dakwah Manhaj Salaf Edisi: 141/Th. III 29 Jumadil ula 142 H/15 Juni 2007 M

Risalah Dakwah MANHAJ SALAF, Insya Allah terbit setiap hari Jum’at. Ongkos cetak dll Rp. 200,-/exp. tambah ongkos kirim. Pesanan min 50 exp. bayar 4 edisi di muka. Diterbitkan oleh Yayasan Dhiya’us Sunnah, Jl. Dukuh Semar Gg. Putat RT 06 RW 03, Cirebon. telp. (0231) 222185. Penanggung Jawab & Pimpinan Redaksi: Ustadz Muhammad Umar As-Sewed; Sekretaris: Ahmad Fauzan/Abu Urwah, HP 081564634143; Sirkulasi/pemasaran: Abu Abdirrahman Arief Subekti..

Leave a Reply