Jamaah Tahdzir Adalah Jamaah Rahmah

Audio Tanya Jawab

Pertanyaan:

Apa tanggapan ustadz tentang tuduhan kita adalah Jama’ah Tahdzir?

Jawab:

Sudah dijawab bahwa ternyata JAMA’ATU TAHDZIR adalah JAMA’ATU RAHMAH..!! Golongan yang sangat penyayang kepada ummatnya.

Ketika ditanyakan kepada beberapa ulama tentang “ucapanmu begini, begini pada mereka..” … “itu bukan begini bukan begitu..”, Apa jawaban mereka, jawaban ulama..??

Kami (para ulama, -pen.), “Arham bihim min abaa-ihim wa ummahatihim” (kami lebih sayang kepada mereka dari bapak mereka dan ibu mereka)…!! Bapak ibu mereka, memperingatkan dari bahaya api dunia, “hati-hati nak, itu bahaya”, api dunia..!! “Hati-hati nak, jangan main di jalan nakti ketabrak”, bahaya dunia..!! …. tapi kami memperingatkan mereka dari bahaya akhirat.”

Mana yang lebih penting..?? Mana lebih arham..?? Para ulama arham bihim..!! maka kita dikatakan sebagai Jama’tu Tahdzir untuk melecehkan.. Na’am.

Pertanyaan:

Apakah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mentahdzir orang-perorangan?

Jawab:

Na’am. Ikhwani fiddin a’azzakumullah, ini berarti harus dikaji kembali kitab-kitab manhaj ini..

Dulu, Sururiyyah yang yang terdahulu … Salaf mereka yang jelek … sururiyyah yang lama … mengatakan, “tidak boleh mentahdzir dengan ta’yin. Cukup mentahdzir itu dengan umum saja.. Hati-hati dari bid’ah..” Titik. Jangan mengatakan, “fulan Syiah … jangan..!!” Ini sudah dibantah panjang lebar oleh masyayikh kibar. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Sudah dibantah. Tidak benar ini.. Hati-hati dari syiah, tapi ngak tahu syiah yang mana ya..?

Ikhwani fiddin a’azzakumullah, sebutkan “fulan syi’i rafidhi”, fulan hizbi mubtadi’ … dan contohnya terlalu banyak. Sangat-sangat banyak. Termasuk dalam hadits, suatu rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba-tiba ditentang oleh seseorang dengan muka yang memerah, dengan mata yang melotot, dengan otot leher yang keluar, suara yang keras,

“Yaa Muhammad i’dil..!!” (Wahai Muhammad, berbuat adillah..!!)

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam betul-betul marah dengan orang ini. Sampai menyatakan, “Siapa yang berbuat adil jika aku tidak adil?”

Umar Ibnu Al-Khattab mengatakan, “Ya rasulullah biar aku penggal lehernya orang ini.. Ini munafik orang ini..” … menafikan keadilan nabi, apa bukan munafik?

Tetapi Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “biarkan dia, karena khawatir manusia akan mengatakan bahwa Rasulullah membunuh sahabatnya.”

Tetapi apa kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sesudah itu? “Akan keluar dari orang ini …” ta’yin atau tidak ta’yin..?? ta’yin atau tidak ta’yin..?? TA’YIN!!

“… Akan keluar dari orang ini …” dengan isyarat kepada dia. “Orang ini nanti akan memunculkan model manusia seperti seperti ini … seperti ini … Shalatnya mengalahkan shalat kalian, puasanya mengalahkan puasa kalian, tetapi keluar dari agama seperti anak panah keluar dari buruannya..”

Maka dengarkan ucapan para ulama yang menerangkan hadits ini bahwa ini tahdzir dari orang tersebut dan jangan dengarkan ucapan Salman Audah, As-Surury..!! Hizbi yang menyatakan hadits yang sama, “Lihatlah Rasulullah orang ini mengkritik dirinya dibiarkan BEBAS MERDEKA..”

Kata siapa BEBAS MERDEKA, Yaa Haadza.?? Diperingatkan dengan keras “Akan keluar dari orang ini seperti ini … seperti ini …” digambarkan dengan jeleknya, masih belum cukup kalau belum dilengkapi ucapan Rasulullah ini dengan ucapan berikutnya, “Kalau aku temui mereka, aku akan bantai, aku akan perangi mereka seperti diperanginya kaum ‘Ad.”

Masih ada lagi kalimat yang berikutnya, “mereka sejelek-jelek makhluk..!!” bayangkan… “sebaik-baik kalian adalah yang dibunuh oleh mereka sedangkan mereka adalah sejelek-jelek bangkai dibawah naungan langit..!!”

Ini semua menggambarkan tentang ini (tahdzir, pen).. nanti kedepannya akan begini.. Peringatan.. Tahdzir..

Baarakallahu fiikum.

Maka dari para Salaf sangat banyak, dari shahabat, dari tabi’in, dari tabi’ tabi’in.. akan dibahas dalam babnya dalam Kitab Lamudduril Mantsur minal Qaulil Ma’tsur …

Download audio:
http://bit.ly/1vY5pnT

Dijawab oleh Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed hafizhahullah

Audio Tanya Jawab Kajian kitab “Fathul Majid” // Sabtu, 20 Shafar 1436H – 13/12/2014M — Masjid Agung Baitussalam Purwokerto

Download kajian lengkap di sini: http://www.alfawaaid.net/2014/12/audio-al-ustadz-muhammad-as-sewed-al.html

〰〰〰
Dipublikasikan:
www.alfawaaid.net

3 thoughts on “Jamaah Tahdzir Adalah Jamaah Rahmah”

  1. Tidak jadi masuk agama islam diakibatkan Jama’ah Tahdzir.

    (Semoga Allah melindungi kita dari keburukan mereka).

    Ustadz Dr. Syafiq Basalamah hafidzahullah bercerita:

    Bahwasanya kawannya yang juga selaku ustadz di Kalimantan bernama Ustadz Abdu******* pernah bercerita.

    Ada seorang kafir hindu yang suka mendengarkan radio Rodja. Dia memang tertarik untuk menyimak kajian-kajian islam walaupun dia masih memeluk agama hindu.

    Suatu saat, ustadz abdu****** mengetahui ketertarikannya kepada islam, lantas sang ustadz memberikannya hadiah berupa buku-buku bertajuk islam.Orang hindu ini adalah orang kaya yang memiliki beberapa pegawai, dan salah satu pegawainya adalah orang islam yang aktif ikut kajian ustadz Ask*** (aktif dengan tahdzirannya) di Kalimantan.

    Ketika sang pegawai mengetahui bahwasanya majikannya sering mendengarkan radio Rodja, sang pegawai tiba-tiba mentahdzir sang majikan dengan sikap konyolnya yang tidak masuk akal. Mengatakan bahwasanya Rodja seperti ini dan itu.

    Sang majikan konsultasi ke ustadz Abdu******* dan mengatakan:

    Ustadz, saya tidak jadi masuk islam. Kalian saja masih saling bertengkar dan mencela. Maka bagaimana saya yakin untuk mau masuk islam..

    “Laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Lihat, bagaimana citra islam menjadi buruk karena sikap konyol jama’ah tahdzir yang tidak masuk akal.

    Semoga Allah melindungi kita dari keburukan mereka. Amiin.

    Saya semakin yakin akan firman Allah ta’ala:

    ِ “Dan seandainya kamu bersikap bengis dan keras hati niscaya mereka akan lari darimu.

    ” QS Ali Imran: 159

    Kekerasan dan tahdzir hanya akan memalingkan manusia dari islam agama lembut dan kasih sayang

    1. Pertama : Kesalahan sikap seorang individu tidak bisa dijadikan alasan untuk menyalahkan prinsip tahdzir terhadap ahlul batil.
      Kedua : Hidayah seseorang ada di tangan Alloh Ta’ala.
      Ketiga : Sikap lembut dan sikap keras dalam agama harus diletakkan pada tempatnya masing-masing.
      Keempat : Prinsip tahdzir adalah bagian dari agama Islam. Alloh Ta’ala dalam AlQur’an dan Rasululloh shalallohu ‘alaihi was salam dalam hadits-haditsnya telah mengajarkan prinsip ini.
      Alloh yahdikum…

  2. Jazakallohu khoiron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *