KAJIAN ISLAM ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH “ASY-SYARI’AH” KE-14

🕌⛱ Pengumuman Resmi KAJIAN ISLAM ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH “ASY-SYARI’AH” KE-14 TAHUN 1438 H / 2017 M
~~~~~~~~

بسم الله الرحمن الرحيم

🌅 Insya Allah akan segera hadir kembali, Kajian Islam Ilmiah Ahlus Sunnah wal Jamaah yang ke-14 tahun 1438 H /2017 M, dengan tema:

🌏🗺 “STABILITAS BANGSA & NEGARA TANGGUNG JAWAB BERSAMA”

Bersama para masyayikh Ahlus Sunnah wal Jamaah dari Timur Tengah: » Read more

Kajian Rutin -PELAJARAN TAJWID-

pelajaran-tajwid بسم الله الرحمن الرحيم
???__________

*Dengan mengharap Ridho Allah Ta’ala semata*

========================

? ✔ *HADIR & IKUTI*

? *PELAJARAN TAJWID*

Bersama :

? *Al Ustadz Ibrohim bin Muhammad bin Umar Assewed hafidzahullah*

⏰ Waktu

? (Insya Allah)

Setiap Hari Ahad Ba’da Isya s.d selesai

? Mulai pelajaran *Ahad, 16 Dzulhijjah 1437/ 18 September 2016*

?  Tempat :

? Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq, Ma’had Dhiyaus Sunnah Cirebon

? Bisa antum ikuti LIVE insya Allah di :

? Adh dhiya FM 107,7 Mhz

? Streaming :
www.salafycirebon.com

? Aplikasi Radio Islam Indonesia (RII)

 

? Keutamaan Ilmu V (Akhir) ?

ilmu-hartaOleh
? Al- Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-
 

?Setelah kita mengetahui betapa pentingnya bimbingan para Ulama dalam memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka kitapun harus mengetahui keutamaan mereka dan kedudukan mereka. Termasuk di dalamnya keutamaan ilmu yang mereka bawa . Karena dengan ilmu itulah akan tegak Islam, sedangkan tanpa ilmu akan hilang agama dan tidak tersisa dari Islam kecuali nama.

? “Tegaknya ilmu mantapnya agama, hilangnya ilmu hilangnya agama”. (Riwayat Ad-Daarimi 1/57 No.16, Lihat juga Lamudduril Mantsur hal.22)

? Allah banyak menyebut ilmu dalam Al-Qur’an, diantaranya Allah berfirman :

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat”. (Al-Mujaadilah:11)

? Allah melarang kaum muslimin untuk berbicara, bersikap atau beramal kecuali dengan ilmu » Read more

? Keutamaan Ilmu IV?

Keutamaan ilmu 4

Oleh:
? Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-
 

? AHLI ILMU (ULAMA) LEBIH UTAMA DARI AHLI IBADAH?
 

? Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ وفي رواية كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الَكَوَاكِبِ

“Keutamaan ahli ilmu diatas ahli ibadah adalah seperti keutamaan diatas orang terendah kalian. (Dalam riwayat lain) Seperti bulan di malam purnama diantara bintang-bintang  lainnya”. (H.R. Ahmad, Abu Dawud,Tirmidzi,Ibnu Majah, Ad-Darimi dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Targhib wa  Tarhib dan Misykatul Mashaabiih)

? Yang demikian karena ahli ibadah tanpa ilmu, kemungkinan salahnya lebih besar daripada kemungkinan benarnya dan mereka tidak mendapatkan keutamaan ilmu dan kemuliaan yang Allah janjikan dalam ayat diatas. » Read more

? Keutamaan Ilmu III ?

kemuliaan ilmu3
Oleh:
? Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-

?SEORANG YANG BERILMU AKAN MENDAPATKAN KEMULIAAN?

? Allah -Subhanahu wa Ta’ala- akan mengangkat orang-orang beriman yang berilmu sehingga mereka menjadi orang-orang yang mulia dan terhormat.

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَات

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat”. (Al-Mujaadilah:11)

? Dalam riwayat Imam Muslim –rahimahullah– dari riwayat ‘Amir bin Waatsilah, bahwasanya pada suatu hari Naafi’ bertemu ‘Umar di daerah ‘Usfan. Waktu itu ‘Umar menjadikannya sebagai Gubenur di Makkah. Maka ‘Umar bertanya kepada Naafi’ :”Siapa yang engkau jadikan pemimpin dari penduduk Al-Waadi?” Naafi’ menjawab:”Ibnu Abza”. Umar bertanya:”Siapa Ibnu Abza itu?” Naafi’ menjawab:”Dia adalah Maula (bekas budak) dari Maula-maula kami”. Umar berkata:”Kalian menyerahkan kepemimpinan kepada seorang Maula?” Naafi’ menjawab:”(Ya) karena ia seorang pembaca Al-Qur’an dan faham dalam masalah Faraa’id”. Umar berkata:”(Kalau begitu..memang pantas) karena Nabi kalian –Shallallahu ‘alaihi wa sallam– mengatakan:

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا ، وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

Sesungguhnya Allah meninggikan derajat seseorang dengan Kitab ini (Al-Qur’an) dan merendahkan seseorang yang lainnya dengannya pula”. (H.R. Muslim)

? Al-Walid bin Muqri -rahimahullah-menceritakan dari Az-Zuhri (Z) ketika dia mendatangi Abdul Malik bin Marwan (A), dia ditanya oleh Abdul Malik bin Marwan; » Read more

?Keutamaan Ilmu bagian II?

? SEORANG Ykeutamaan ilmu 2ANG BERILMU AKAN TEGAR MENGHADAPI UJIAN ?
Oleh :
? Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-
 

✔ Seorang yang berilmu akan bertawakal kepada Allah, karena dia kenal Allah -Subhanahu wa Ta’ala- dengan nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya. Sehingga mereka berhati tenang dan penuh tawakal kepada Allah -Subhanahu wa Ta’ala-. Mereka tidak takut ancaman para pengancam sebesar apapun, mereka akan tegar istiqomah diatas Tauhid dan Sunnah.

? Sebagaimana firman Allah -Ta’ala-:

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُواْ لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَاناً وَقَالُواْ حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“(Yaitu) orang-orang (yang menta`ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (Ali ‘Imran:173) » Read more

?Keutamaan Ilmu bagian I?

beda alim dan bodoh? SEORANG YANG BERILMU AKAN SELAMAT DARI PENYIMPANGAN ?
Oleh
? Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-
 

? Memang beda seorang yang berilmu dengan yang tidak berilmu. Seorang yang berilmu tentu akan lebih yakin daripada orang yang tidak berilmu. Seorang yang berilmu tentu akan beramal lebih tepat dan lebih sempurna daripada seorang yang beramal serampangan . Seorang yang berilmu akan bersikap lebih tepat daripada orang-orang yang bodoh yang diombang-ambingkan perasaan emosionalnya.

? Allah -Ta’ala- berfirman :

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ

Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (Az-Zumar:9)

? Pada ayat ini Allah katakan setelah menyebutkan orang-orang shalih yang berdiri di tengah-tengah malam, beribadah kepada Allah -Subhanahu wa Ta’ala- dengan khusyu dan ikhlas mengharapkan kebaikan di akhirat dan takut dari  adzab-Nya. » Read more

Nasehat Para Ulama Untuk Mencari Ilmu (III)

Oleh
? Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-
? IKHLAS DALAM MENCARI ILMU

? Langkah pertama dalam mencari ilmu adalah niat yang ikhlas .

? Diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah -radhiallahu’anhu- bahwa ia mendengar Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam- bersabda: ”Pada hari kiamat nanti dihadirkan seorang laki-laki yang mati dalam perang fii sabilillah. Kemudian diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmat Allah hingga ia mengakuinya. Selanjutnya dia ditanya, “Apa yang telah engkau perbuat di dunia?” Ia menjawab,”Aku telah berperang demi Engkau (Allah) hingga terbunuh.” Allah berkata, “Dusta engkau! Engkau berperang bukan karena Aku, tapi supaya engkau disebut pahlawan. Kini gelar itu telah engkau peroleh.” Lalu orang itu diseret ke neraka dengan wajah tersungkur.
Kemudian didatangkan orang kedua yakni seorang laki-laki pembaca Al-Qur’an (Qoori’), rajin menuntut ilmu dan selalu mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Lalu dia ditanya, “Apa yang telah engkau perbuat?” Dia menjawab,”Aku mempelajari berbagai ilmu dan menerangkannya kembali kepada manusia dan aku juga sering membaca Al-Qur’an karena-Mu.” Allah menjawab,”Dusta engkau! Engkau belajar dan mengajar bukan karena Aku. Bacaan Al-Qur’anmu juga bukan karena Aku. Engkau belajar dan mengajar agar dikatakan pintar dan orang ‘alim. Kini sebutan itu telah engkau peroleh. Bacaan Al-Qur’anmu juga bukan karena Aku, tapi agar engkau diberi gelar Qoori’ dan itu telah engkau dapatkan.” Kemudian iapun diseret ke neraka dengan wajah tersungkur. » Read more

Nasehat Para Ulama Untuk Mencari Ilmu (II)

Oleh: Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed -hafidzahullah-
ILMU YANG WAJIB ADALAH ILMU AL-QUR’AN DAN HADITS

Yang dimaksud dengan ilmu dalam Ayat dan Hadits dan juga di dalam ucapan para Ulama adalah ilmu agama yang bersumber dari Al-Kitab dan As-Sunnah. Yaitu mempelajari Al-Qur’an dengan Sunnah-Sunnah karena Hadits Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam-, apakah ucapannya, perbuatannya, ataupun sikap-sikap dan persetujuannya merupakan penjabaran terhadap Al-Qur’an, sehingga mempelajari hadits Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam- akan membawa seseorang untuk memahami Al-Qur’an dengan benar.

? Sebagaimana para Shahabat -radhiallahu’anhum ajmain- ketika mereka mendengar hadits mereka mengingat-ingatnya dan menghafalnya.

? Berkata Anas bin Malik -radhiallahu’anhu-: ”Ketika kami (para Shahabat) disisi Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam- mendengarkan hadits dari beliau, maka kamipun berupaya mempelajarinya di kalangan kami dan mengingat-ingatnya hingga kami hafal”(Jami’ liakhlaqir-Rawi lil- Khatib Al-Baghdadi 1/236). » Read more

Nasehat Para Ulama Untuk Mencari Ilmu (I)

im tholabuilmiOleh
? Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullahu ta’ala-
? KEWAJIBAN MENCARI ILMU

▶ Perintah untuk mencari ilmu telah jelas ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Allah telah memerintahkannya dengan kalimat:
{فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْرْ لِفِذَنبِكَ}

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (Yang berhaq) disembah melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu”. (Muhammad : 19)
Bahkan Allah tidak memerintahkan kita untuk meminta tambahan sesuatu di dunia ini kecuali tambahan ilmu :
( وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا  ( طه: ١١٤
“Dan katakanlah: “Wahai Rabbku, tambahkanlah ilmu kepadaku”.(Thaaha:114) » Read more