3 Rahasia Agar Shalat Kita Menjadi Khusyu’

Untuk mencapai kesempurnaan dalam ibadah shalat, kita harus melaksanakannya dengan khusyu. Sebagaimana Firman Allah,

قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي صَلَاتِهِمۡ خَٰشِعُونَ ٢

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalat mereka.” (al-Mu’minun: 1—2).

Pengertian Khusyu’

Ibnu Rajab rahimahullah berkata bahwa inti dari khusyuk adalah lembutnya hati, lunak, tenang, tunduk, dan leburnya hati. Apabila hati ini khusyu’ maka akan diikuti dengan khusyu’nya anggota badan. (Al-Khusyu’ fish Shalat, hlm. 17)

Obat Khusyu’ di dalam Shalat

Berkata Syaikh al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi al-Madkhali haifizhahullah, “Bersemangatlah untuk senantiasa khusyu’ dalam shalatmu dengan engkau: » Read more

Obrolan Santai Tentang Manhaj antara Masyarakat dan Ustadz Muhammad Umar As-Sewed -Hafidzahullah-

Ⓜ ANTARA SALAFY, WAHABY/WAHABI & TUDUHAN TERORIS

🎙Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed حَفِظَهُ اللهُ

| 📅 Dialog Santai bersama warga | Jum’at, 27 Syawal 1438 H/ 21 Juli 2017 M di MASJID DAARUL MUHAJIR – Komp. Bumiasri Mekar Rahayu Blok D RW 14, Kec.Margaasih, Kab. Bandung

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

◾️Salaf yang terdahulu dalam artian seperti apa ustadz? Apa itu salaf? Apa itu Salafy? » Read more

Keutamaan Tarawih

Oleh :
💻  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed –hafidzahullah

Shalat tarawih sangat dianjurkan oleh Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wa sallam-walaupun beliau tidak mewajibkannya.  Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa siapa yang menegakkan qiyamur ramadhan dengan keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Disyariatkan qiyamur ramadlan atau shalat tarawih secara berjama’ah, maka inilah yang lebih utama daripada shalat tarawih sendirian.
Diriwayatkan dari Abu Dzar bahwa dia berkata:
“Kami berpuasa bersama Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pada bulan Ramadhan, maka beliau tidak menegakkan qiyamul lail bersama kami hingga tersisa tujuh hari.  Kemudian menegakkan qiyamul lail bersama kami ketika sudah tersisa sepertiga malam terakhir. Kemudian ketika tersisa enam hari, beliau tidak menegakkan qiyamul lail bersama kami. Kemudian ketika tersisa lima hari, beliau menegakkan qiyamul lail bersama kami, hingga lewat pertengahan malam.  Kemudian aku (Abu Dzar) berkata: “Wahai Rasulullah, alangkah baiknya sekiranya engkau menambahi shalat sunnah pada sisa malam ini untuk kami!.” Maka Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
“Sesungguhnya seseorang jika shalat bersama imam  hingga selesai, maka dicatat baginya sebagai shalat seluruh malam”. » Read more

Audio Rekaman Rangkaian Dauroh Cirebon bersama Al-Ustadz Luqman Ba’abduh hafidzahullah

📡 *Audio Rangkaian Dauroh Cirebon*

📆 Ahad, 03 Sya’ban 1438/30 April 2017

======================

✔ *Tausiyah Umum (Sebab datangnya pertolongan Allah)*

💺 Al Ustadz Luqman bin Muhammad ba Abduh hafidzahullahu

✔ *Muqoddimah dauroh*

💺 Al Ustadz Muhammad bin Umar Assewed hafidzahullahu

✔ *Ketika Sunnah di tinggalkan- Sesi-1 & 2* » Read more

Bagaimana Cara Menghilangkan Sifat Sombong dan Menjadi Rendah Hati

tidak sombong

🔉Al Imam Ibnu Baz rahimahullah

Pertanyaan:
Banyak sekali teks syariat dari Al-Qur’an dan sunah yang memerintahkan untuk bersikap tawaduk (rendah hati) kepada Allah dan seluruh makhluk, memuji orang -orang yang bersikap tawaduk, dan menjelaskan balasan yang akan mereka terima di dunia. Selain itu, banyak sekali teks yang melarang sikap sombong dan menjelaskan hukuman bagi orang -orang yang sombong. Pertanyaannya, bagaimana cara menghilangkan sifat sombong dan menjadi orang yang tawaduk?

Jawaban: Tidak diragukan lagi bahwa setiap muslim harus waspada dari sifat sombong dan selalu bersikap rendah hati. Barangsiapa “Berendah hati karena Allah satu derajat, maka Allah akan meninggikan satu derajat.” Barangsiapa bersikap sombong, maka dia terancam dihinakan Allah. Semoga Allah melindungi kita dari hal itu. Seorang lelaki berkata, “Rasulullah, aku ingin pakaianku baik dan sandalku baik. Apakah hal itu termasuk kesombongan?” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, » Read more

💽 Audio Khutbah Jum’at 29 Rabi’ul Akhir 1438 H / 27 Januari 2017 M

sabar

📮📮📮

بسم الله الرحمن الرحيم

💽 Audio Khubah Jum’at

🗓 Jum’at 29 Rabi’ul Akhir 1438 H / 27 Januari 2017 M

🕌 Ma’had Riyadhul Jannah Cileungsi Bogor

💺 Bersama: Al-Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah

📚 Tema :

⌛⏳  Hakekat Kesabaran

🔂 Link Audio  :

http://bit.ly/2k9ztlB

🌐 Radio Salafy Cileungsi

Sumber : Channel Telegram Salafy Cileungsi
▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫

🕋Keimanan Kepada Allah -Subhanahu wa Ta’ala- (II)

iman 2

Oleh :
💻  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-

Termasuk iman kepada Allah adalah iman kepada nama dan sifat-sifat-Nya yang Allah kenalkan di dalam Al-Quran dan  yang dijelaskan oleh Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wa sallam- dalam hadits-hadits yang shahih.

❗Dalam berimanan terhadap nama dan sifat-sifat Allah kita harus ingat beberapa dasar penting sebagai pijakan  :

1. Al-Quran diturunkan dengan bahasa Arab, maka jangan memahami atau mena’wilkan makna-makna kalimat dalam Al-Quran dengan sesuatu yang keluar dari kaidah-kaidah bahasa Arab atau makna-makna bahasa Arab, sehingga semua nama dan sifat-sifat yang Allah sebutkan dalam Al-Quran atau hadits Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wa sallam- harus dipahami sesuai dengan makna dan kaidah – kaidah bahasa Arab.

📖 Allah berfirman : » Read more

🕋Keimanan Kepada Allah -Subhanahu wa Ta’ala- (I)

iman

Oleh :
💻  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-

🌏 Iman kepada Allah adalah iman kepada keesaan Allah, keesaan dalam kepemilikan terhadap alam semesta yakni bahwa Allah -Subhanahu wa Ta’ala- satu-satunya yang memiliki alam semesta ini, yang menciptakannya, dan yang mengatur segala urusannya. Inilah yang sering disebut dengan Tauhid Rububiyah.

🕋Termasuk iman kepada Allah adalah keimanan bahwa Allahlah satu-satunya yang berhaq untuk diibadahi. Setiap orang yang beriman  bahwa Allah adalah pemilik segala sesuatu di alam ini, yang menguasainya dan mengaturnya, maka semestinya dia hanya menghambakan diri  kepada-Nya.
📖 Dalam Al-Qur’an seringkali Allah menyebutkan perintah untuk beribadah dikaitkan dengan sifat Rububiyah-Nya, seperti Allah katakan :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ . الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai manusia, beribadahlah kepada Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui”.(Al-Baqarah :21-22)

✔ Di dalam ayat ini Allah memerintahkan manusia untuk beribadah dengan mengingatkan mereka bahwa Allahlah yang menciptakan mereka dan orang-orang sebelum mereka, » Read more

💽 Audio Khutbah Jum’at 22 Rabiul Akhir 1438 H/20 Januari 2017 M

Bangunan Pondok lama

📮📮📮

بسم الله الرحمن الرحيم

💽 Audio Khutbah Jum’at

📆 22 Rabiul Akhir 1438 H, 20 Januari 2017 M

🏡 Dari Masjid Abu Bakar As siddiq, Ma’had Dhiyaus Sunnah Cirebon

💺 Bersama:
Al-Ustadz Muhammad bin umar as sewed حفظه الله

🚲 Sifat Qona’ah

🔂 Link Audio  :
http://bit.ly/2jva8Ac


〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Disiarkan di:

📻 107,7 Adhiya FM

📺www.salafycirebon.com

========================

🔵 Sumber : WhatsApp salafy Cirebon

🛡 Perbedaan Iman dan Islam 🛡

Islam dan Iman

Oleh :

✍🏼 Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-

📜 Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dengan sanadnya yang bersambung kepada Yahya bin Ya’mur -rahimahullah-, ia berkata: “Sesungguhnya orang  pertama yang mengingkari taqdir adalah Ma’bad Al-Juhani di Bashrah. Karena itu ketika aku berangkat haji bersama Humaid ibnu Abdirrahman Al-Himyari dan sampai di Madinah, kami berkata: “Semoga saja kita bisa bertemu dengan beberapa Shahabat.” Dan kamipun bertemu dengan Abdullah bin ‘Umar -radhiyallahu ‘anhumaa- di Masjid,  maka kami apit dia antara aku dan shahabatku.
Berkata Yahya bin Ya’mur: ”Aku menduga bahwa shahabatku akan meminta aku  untuk berbicara, maka aku berbicara: “Wahai Aba Abdirrahman, sesungguhnya di tempat kami ada beberapa orang yang membaca Al-Qur’an, namun mereka mengingkari adanya taqdir dan bahwasanya segala sesuatu terjadi begitu saja”. Ibnu ‘Umar -radhiyallahu ‘anhumaa- berkata: “Jika engkau bertemu mereka khabarkanlah bahwa aku berlepas diri dari mereka dan mereka berlepas diri dariku. Demi Allah yang Ibnu ‘Umar bersumpah dengan-Nya, kalau saja salah seorang dari mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud kemudian di infakannya, niscaya Allah tidak akan menerimanya sampai dia beriman kepada taqdir baik dan buruknya.
🗒Kemudian Ibnu ‘Umar berkata : “Telah menyampaikan kepadaku ‘Umar bin Khaththab -radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata: “Ketika kami sedang duduk di dekat Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wa sallam- tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang berpakaian putih bersih, berambut hitam pekat, tidak nampak sedikitpun padanya tanda-tanda dari perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalinya, sampai akhirnya ia duduk menghadap Rasulullah -shalallhu ‘alaihi wa sallam- , lalu ia menyandarkan lututnya kepada lutut Nabi dan meletakan kedua telapak tangannya diatas kedua paha Nabi, seraya berkata: “Ya Muhammad terangkan kepadaku tentang Islam.” Rasulullah  -shalallhu ‘alaihi wa sallam- menjawab: “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada ilah yang berhaq disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan engkau berhaji ke Baitullah jika engkau mampu untuk menunaikannya.” Ia berkata: “ Engkau benar!” Kami merasa heran kepadanya, ia yang bertanya dan ia juga yang membenarkannya.
Kemudian dia berkata lagi: “Khabarkan kepadaku tentang Iman.” Rasulullah -shalallhu ‘alaihi wa sallam- menjawab: “(Iman itu adalah) engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, dan hari akhir, serta engkau beriman kepada taqdir baik dan buruknya. Ia berkata :”Engkau benar!”
Lalu ia berkata: “Selanjutnya terangkan kepadaku tentang Ihsan!” » Read more

1 2 3