BEDA ANTARA TA’ALUM & MUTA’ALIM

Syaikh Dr. Rabie’ bin Hadi –hafidzhahullah– ditanya: telah tersebar di negeri ini praktik-praktik ta’aalum (yaitu orang-orang yang sok tahu dalam agama) hingga sebagian salafiyin sangat berhati-hati dan tidak mau berbicara menyampaikan ilmu karena khawatir terjatuh dalam ta’aalum. Sebagian orang awam menganggap siapa yang mengajarkan Tauhid dan Sunnah adalah seorang yang muta’aalim (orang yang sok alim).

Maka bagaimanakah pendapatmu, semoga Allah menjagamu?

Jawab:
At ta’aalum adalah seorang dalam tingkatan tertentu, kemudian mengangkat dirinya di atas tingkatannya. » Read more

Fatwa Ulama: Hukum Membangun Kuburan

Pertanyaan:
Saya perhatikan di daerah kami sebagian kuburan dicor dengan semen seukuran panjang 1 m dan lebar 1/2 m, dan dituliskan padanya nama mayit, tanggal wafatnya, dan sebagian kalimat seperti: “Ya Allah berilah rahmat kepada Fulan bin Fulan…”, demikian. Apa hukum perbuatan semacam ini?

Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz menjawab:

Tidak boleh membangun pada kubur, baik dengan cor ataupun yang lain, demikian pula menulisinya. Karena terdapat riwayat yang shahih dari Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ tentang larangan membangun di atas kuburan dan menulisinya. Al-Imam Muslim telah meriwayatkan dari hadits Jabir, ia berkata:
نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ

“Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ melarang kuburan dikapur, diduduki, dan dibangun.”
Al-Imam At-Tirmidzi dan yang lain meriwayatkan dengan sanad yang shahih dengan tambahan lafadz:
وَأَنْ يُكْتَبَ عَلَيْهِ
“dan ditulisi.”
» Read more

Zuhud Dalam Urusan Dunia

zuhudHUKUM HADITS: (BERLAKU ZUHUDLAH KAMU DALAM URUSAN DUNIA, NISCAYA ALLAH AKAN MENCINTAIMU) DAN PENJELASAN MAKNANYA

🔉Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Pertanyaan:
Ada hadits yang berbunyi:

ازهد في الدنيا يحبك الله، وازهد فيما عند الناس يحبك الناس

“Berlaku zuhudlah kamu dalam urusan dunia, niscaya Allah akan mencintaimu. Dan berlaku zuhudlah kamu terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya mereka akan mencintaimu.”

Apakah hadits ini shahih dan jika shahih, maka mohon jelaskan kepada kami? Semoga Allah membalas kebaikan kepada Anda

Jawaban:

» Read more

Bagaimana Cara Menghilangkan Sifat Sombong dan Menjadi Rendah Hati

tidak sombong

🔉Al Imam Ibnu Baz rahimahullah

Pertanyaan:
Banyak sekali teks syariat dari Al-Qur’an dan sunah yang memerintahkan untuk bersikap tawaduk (rendah hati) kepada Allah dan seluruh makhluk, memuji orang -orang yang bersikap tawaduk, dan menjelaskan balasan yang akan mereka terima di dunia. Selain itu, banyak sekali teks yang melarang sikap sombong dan menjelaskan hukuman bagi orang -orang yang sombong. Pertanyaannya, bagaimana cara menghilangkan sifat sombong dan menjadi orang yang tawaduk?

Jawaban: Tidak diragukan lagi bahwa setiap muslim harus waspada dari sifat sombong dan selalu bersikap rendah hati. Barangsiapa “Berendah hati karena Allah satu derajat, maka Allah akan meninggikan satu derajat.” Barangsiapa bersikap sombong, maka dia terancam dihinakan Allah. Semoga Allah melindungi kita dari hal itu. Seorang lelaki berkata, “Rasulullah, aku ingin pakaianku baik dan sandalku baik. Apakah hal itu termasuk kesombongan?” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, » Read more

MENISBATKAN KEPADA MADZHAB IMAM YANG EMPAT

4 madzhab🔉Syaikh Shalih bin Fawzan al-Fawzan hafizhahullah

Pertanyaan:
Bolehkah fanatik kepada suatu mazhab (pendapat) yang  seseorang menganutnya pada salah satu hukum syariat meskipun dalam hal ini menyelisihi dengan yang benar? Ataukah boleh meninggalkannya dan mengikuti madzhab yang benar pada sebagian hal? Dan apa hukum berpegang satu madzhab saja?

Jawaban:
Bermadzhab dengan salah satu madzhab imam yang empat yaitu madzhab imam ahlussunnah yang empat yang sudah terkenal yang ada, dihafal dan ditulis kaum muslimin serta  menisbatkan kepada salah satu madzhab tidak terlarang. Maka dikatakan: fulan Syafi’i, , fulan Hanafi, dan fulan Maliki. Julukan ini sudah ada sejak dulu diantara ulama bahkan pada ulama senior dikatakan fulan.Hanbali seperti dikatakan Ibnu Taimiyyah al-Hanbali, Ibnul Qayyim al-Hanbali dan lainnya tidaklah mengapa.
Sehingga sekedar menisbatkan kepada suatu madzhab tidak terlarang, namun dengan syarat tidak terbelenggu dengan madzhab tersebut sehingga diambil semua perkara yang ada, baik yang haq maupun batil, baik yang benar maupun yang salah. Akan tetapi diambil darinya perkara yang benar dan apa yang diketahui sebagai kesalahan tidak boleh diamalkan. Adapun jika tampak baginya pendapat yang kuat, maka dia wajib » Read more

Membuka Usaha Restoran atau Rumah Makan Sesuai Syariat

Bolehkah membuka usaha restoran dalam Islam?

Tanya:
Mohon nasehatnya, bagaimana pandangan syariat mengenai usaha restoran atau warung makan. Apakah boleh bagi kita membuka usaha tersebut?

Jawab:
Oleh Al Ustadz Abu Muawiyah Askary hafizhahullah

» Read more

Fatwa Ulama Seputar Demonstrasi (Terbaru)

back-web?? Dari salah seorang ‘ulama kota suci Madinah, Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin bin Badr al-‘Abbad hafizhahullah
• (mantan rektor Universitas Islam Madinah Saudi Arabia, dan guru besar di Masjid Nabawi)

❓ السؤال :
أن رئيس مدينة جاكرتا يستهزئ بالقرآن وعلماء المسلمين، وهو نصراني وفي الرابع من نوفمبر سوف تقام مظاهرة لطلب محاكمته، فهل يجوز لنا الخروج؟ علما بأنه كافر لا بيعة له، والمظاهرة يراعى فيها الأدب وعدم إفساد المرافق العامة.

? الجواب :
المظاهرات والمشاركة فيها غير صحيح! ولكنهم يعملون ما يمكنهم من غير المظاهرات، يكسبون ويذهبون، يذهب أناس لمراجعة المسؤول الأكبر الذي فوقه.

..( كلمة غير واضحة ).. المظاهرات الذي – فوضى! أصلا هي ما جاءت للمسلمين إلا من الكفار!
~~~~~~~~~~~

? Pertanyaan :
“Gubernur Jakarta telah melecehkan Al-Quran dan ulama muslimin, dia seorang yang beragama nasrani. Pada tanggal empat november akan diadakan demontrasi untuk menuntut diadilinya gubernur ini. Apakah boleh kami mengikuti demonstrasi tersebut?
Perlu diketahui bahwa dia seorang kafir, tidak ada baiat baginya. Sedangkan pada demonstrasi ini akan diperhatikan adab-adab (yang baik) dan tidak akan merusak fasilitas umum.”

? Jawaban : » Read more

Jual Beli Motor Riba

Al-Ustadz Muhammad Afifuddin hafidzahullah

Jual Beli Motor

Dua orang melakukan jual-beli secara kredit. Pembeli mencari motor yang dia pilih sesuai selera dalam keadaan pemegang uang (penjual) tidak memiliki motor tersebut. Setelah pembeli mendapat motor yang dia inginkan, pemegang uang memberi uang untuk membayar motor tersebut.

Terjadilah akad jual-beli dengan kesepakatan, pembeli harus kredit motor tersebut sebesar lima juta, sedangkan motor tersebut dibeli dengan harga 4,2 juta. Perlu diketahui pemegang uang/penjual tidak pernah memegang motor tersebut sejak dibeli sampai terjadinya akad. Apakah yang seperti itu termasuk riba?  » Read more

Siapakah dr Zakir Naik? Mohon Penjelasannya?

MENGENAL dr ZAKIR NAIK

Pertanyaan :
Siapakah dr Zakir Naik? Mohon penjelasannya?

Dijawab Oleh :
Al Ustadz Muhammad bin Umar as Seweed hafizhahullah

LINK DOWNLOAD : http://bit.ly/1WaHvGo

 

Sumber :
WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Seseorang yang Mendapati Imam Sedang Ruku, Apakah Dia Harus Bertakbiratul Ihram dan Takbir Rukuk?

MENDAPATI IMAM SEDANG RUKU’, APAKAH HARUS BERTAKBIRATUL IHRAM DAN TAKBIR RUKU’

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Sebagian orang yang hendak shalat mendapati imam dalam keadaan imam sedang ruku’?

Jawaban: Apabila seorang itu masbuk ketika shalat sementara imam tengah ruku’, maka ia harus bertakbiratul ihram dalam keadaan berdiri. Kemudian takbir ruku’, bila ia mau maka boleh bertakbir dan bila enggan, maka boleh tidak bertakbir. Takbir ruku’ pada kondisi seperti ini hukumnya menjadi mustahab. Demikian yang dijelaskan oleh para ‘ulama rahimahumullah.

Sumber: Silsilatu Liqa’atil Babil Maftuh > Liqa’atul babil maftuh (1)

Alih Bahasa : Syabab Forum Salafy
———————
من أدرك الإمام راكعاً فهل يلزمه تكبيرة الإحرام وتكبيرة الركوع ؟

السؤال: بعض المصلين يدرك الإمام وهو راكع.

الجواب: إذا دخل المسبوق في الصلاة والإمام راكع يلزمه أن يكبر تكبيرة الإحرام وهو قائم. ثم تكبيرة الركوع إن شاء كبر وإن شاء لم يكبر. تكون تكبيرة الركوع في هذه الحال مستحبة. هكذا قال أهل العلم رحمهم الله.

المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [1]

sumber:http://forumsalafy.net/mendapati-imam-sedang-ruku-apakah-harus-bertakbiratul-ihram-dan-takbir-ruku/

1 2