Info Ta’awun Penggalangan Menuju Radio Swasta Berizin

🇲🇨📻 *INFO TA’AWUN PENGGALANGAN MENUJU RADIO SWASTA BERIZIN* 📻🇲🇨

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه أجمعين وبعد :

📜 Seperti yang telah kami sampaikan pada pengumuman informasi penggalangan dana untuk kepengurusan radio beizin pada waktu yang lalu, sampai saat ini penggalangan dana tersebut masih kami lakukan, karena pengurusan radio berizin tersebut merupakan kesepakatan dari Asatidzah bersama pengurus di ma’had Dhiya’us Sunnah Cirebon.

🔖 Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan perkembangan dari kegiatan tersebut ; Bahwa penggalangan dana untuk mengurus perizinan Radio Ma’had Ad-Dhiya Cirebon sampai saat ini telah terkumpul sebesar Rp 197.200.000,- (Seratus sembilan puluh tujuh juta dua ratus ribu rupiah)

⏳Pada info penggalangan yang lalu, kami telah menjelaskan bahwa dalam rangka menjadikan radio yang kami kelola menjadi radio  berizin resmi kami pada waktu itu berencana membeli radio yang sudah ada di Cirebon, namun mau dijual dan dipindahtangankan karena hal ini kami anggap bisa mendukung rencana kami untuk mendapatkan izin siar resmi. Hal tersebut ditempuh karena pada waktu itu dari pihak KPID menginformasikan untuk mengurus perizinan dengan mendaftar dan mengajukan frekuensi baru tidak tersedia kanalnya, sehingga yang memungkinkan adalah dengan membeli radio yang sudah berizin tapi sudah tidak aktif dan mau dipindahtangankan. Namun untuk merealisasikan rencana ini membutuhkan dana antara Rp 700.000.000,- s.d 1 Milyar.

penggalangan-dana-radio📈 Selama penggalangan tersebut berlangsung maka kami berusaha mempelajari dan menempuh cara tersebut sambil terus berusaha mengadakan penggalangan dana. Pada perkembangan perjalanan pengurusan izin tersebut, ternyata kami mendapatkan informasi bahwa pada awal tahun 2017 ini pihak KPID telah membuka pendaftaran kanal baru dengan jalur perizinan sesuai prosedur pendaftran frekuensi yang baru. Tentu saja ini merupakan kabar baik yang segera kami sambut, mengingat cara ini lebih efektif dan lebih murah dari segi biaya.

🗓 Pada kesempatan ini kami menyampaikan kepada para Muhsinin bahwa dana yang telah masuk pada penggalangan yang awal tetap kami langsungkan sesuai amanah yaitu untuk mengurus biaya perizinan radio tersebut. Namun sistem atau cara prosedurnya yang kami ubah yaitu mengikuti prosedur yang ditempuh melalui jalur pendaftaran ke KPID sesuai pendaftaran izin radio kanal atau frekuensi baru.

🗳 Adapun anggaran dana yang dibutuhkan adalah Rp 500.000.000,- dengan rincian biaya pengurusan izin kanal baru sekitar Rp 300.000.000,- dan sisanya Rp 200.000.000,- untuk pengadaan sarana dan pembelian perangkat radio.
Mengingat anggaran yang kami butuhkan masih kurang dan hasil penggalangan dana yang lalu baru mencapai Rp 197.200.000,-

💡 Oleh karena itu dengan memohon pertolongan Allah -azza wa jalla-, kami pengurus Radio kembali mengetuk para Muhsinin untuk berta’awun dengan menyisihkan sedikit dari hartanya demi merealisasikan pengurusan radio berizin ini,

📖Sebagaimana firman Allah -Ta’ala-:

{ وتعاونوا على البر والتقوى )

“Tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan” (Al maidah : 2 )

💬Berkata Asy-Syaikh Abdurrahman As Sa’dy  -rahimahullah- :

” وكل من عاون غيره على البر والتقوى: فهو من الداعين إلى الهدى ”

“Dan setiap orang yang berta’awun yang lainnya diatas kebaikan dan ketaqwaan: maka dia termasuk da’i-da’i yang mengajak kepada petunjuk (huda)”

💸 Bantuan dana bisa dikirim via rekening:

💳BCA 1341776720 a.n Akhmad Junaedi.
Atau
💳MANDIRI 134-001-0134-384 Akhmad Junaedi.

📝 Demi tertib administrasi mohon memberikan konfirmasi setelah transfer via tlp/sms/wa : ke no hp  081312222345  a/n Ahmad Salafy.

✍ Berapapun besarnya bantuan yang antum amanahkan, kami ucapkan Jazakumullohu khoiron katsiron (Semoga Allah membalasnya dengan pahala kebaikan yang berlipat ganda) Amiin…

🇲🇨Cirebon, 02 Rajab 1438 H / 30 Maret 2017 M

✅ Mengetahui,
Asatidzah dan Pengurus Ma’had Dhiyaus-Sunnah:

1. Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed (Dewan Pembina)
2. Al Ustadz Helmi Bajri (Ketua Umum)
3. Abu Abdirrahman Salim (Ketua II Bidang Humas dan Radio)