Manusia Saling Berlomba Mencari Dunia dan Melupakan Akhiratnya

📢✋🏻🌸💐 NASEHAT MENYENTUH HATI

✍🏻 Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah

Betapa banyak kita lihat manusia saling berlomba mencari dunia, mereka bergegas dan takut akan kehilangan dunia.

Sementara kita lihat mereka duduk dan berlambat-lambat dalam menghadiri shalat lima waktu berjamaah di masjid-masjid, padahal itu merupakan tiang agama. […]

[ IBROH ] BERTAUBAT KETIKA MENDENGAR 1 AYAT AL QUR’AN

🌈☀☀🌈 KARENA MENDENGAR SATU AYAT AL QUR’AN, AL FUDHAIL BIN ‘IYADH -rahimahullah- BERTAUBAT DARI DOSA-DOSANYA

  (الذاريات:٥٥) { وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنفَعُ الْمُؤْمِنِينَ }

Dan berilah peringatan, sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (Adz Dzariyat: 55).

✅ Para pembaca sekalian semoga Allah merahmati kita semua. Sesungguhnya ayat-ayat Al Qur’an apabila telah sampai ke dalam hati seorang hamba dan tertanam kokoh di dalamnya, maka akan menjadi obat dan akan menyembuhkan penyakit yang ada di dalam hati tersebut dengan izin dari Allah –subhanahu wata’ala-.

✔ Oleh karena itu, banyak di kalangan manusia yang tidak terhitung jumlahnya kecuali hanya Allah yang bisa menghitungnya, hilang dan sembuh penyakit yang ada di dalam hati mereka karena mereka mendengar satu ayat dari ayat-ayat Al Qur’an.

👉🏼 Apabila mereka terkena penyakit kekafiran maka mereka akan berpindah kepada Islam.

👉🏼 Apabila mereka terkena penyakit kemunafikan maka mereka akan berpindah kepada keimanan yang jujur.

👉🏼 Apabila mereka terkena penyakit kefasikan, maksiat, dan dosa-dosa maka mereka akan berpindah kepada istiqomah, hidayah, kebaikan dan ibadah kepada Allah –tabaaroka wata’ala-.

✅ Semua itu disebabkan karena mereka mendengar satu ayat Al Qur’an yang masuk ke dalam hati mereka dan tertanam kokoh di dalamnya.

🌷 Kisah dalam hal ini sangat banyak sekali, manusia mendapatkan hidayah karena mereka mendengar satu ayat Al Qur’an. Mereka mendengarnya kemudian masuk ke dalam hatinya dan tertanam kokoh di dalamnya sampai Allah ‘azza wajalla bukakan pintu hidayah untuk mereka, alhamdulillah.

🌈 Diantaranya ialah kisah Al Fudhail bin ‘Iyadhrahimahullah[…]

Pelajaran dari Kisah Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman

Barang siapa meninggalkan sesuatu karena Allah ‘azza wa jalla, niscaya Allah ‘azza wa jalla akan memberinya ganti dengan yang lebih baik.”

Inilah satu pelajaran penting yang bisa diambil dari kisah ini. Ketika Nabi Sulaiman ‘alaihissalam membunuh kuda-kudanya karena telah membuat lalai dari berzikir kepada Allah ‘azza wa jalla, Allah ‘azza wa jalla menggantinya dengan ditundukkannya angin dan setan bagi beliau.

Di antara pelajaran penting yang dapat diambil:

[…]

Kisah Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman (II)

Sedangkan kepada Nabi Sulaiman bin Dawud ‘alaihissalam, Allah subhanahu wa ta’ala telah memberinya nubuwah (kenabian), mewarisi ilmu, nubuwah dan kerajaan ayahnya. Bahkan Allah subhanahu wa ta’ala memberikan tambahan baginya kerajaan yang besar yang belum pernah dimiliki siapa pun sebelum ataupun sesudahnya.

Allah subhanahu wa ta’ala menundukkan kepadanya angin yang berembus menurut ke mana saja beliau kehendaki, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan di waktu sore juga sama dengan perjalanan sebulan. Juga para jin dan setan serta Ifrit, yang mengerjakan untuknya pekerjaan besar menurut keinginannya. Mereka membuat untuk Nabi Sulaiman ‘alaihissalam gedung-gedung tinggi, patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang (tetap di atas tungku). Mereka datang dan pergi kemanapun sesuai kehendaknya. […]

Kisah Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman (I)

Pernahkah kita berpikir, hewan-hewan yang ada di sekitar kita mengenal Allah ‘azza wa jalla dan suka memuji kepada-Nya? Dari kisah Nabi Sulaiman ‘alaihissalam ini, kita ketahui bahwa ternyata hewan juga mengenal Allah ‘azza wa jalla sebagai Rabbnya dan mereka suka bertasbih kepada-Nya. Yaitu dari kejadian burung Hud Hud yang melihat peribadatan Ratu Saba’ dan rakyatnya, yang tidak ditujukan kepada Allah ‘azza wa jalla, tetapi menyembah matahari.

Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman ‘alaihimassalam adalah nabi-nabi utama dari kalangan Bani Israil. Allah ‘azza wa jalla himpunkan bagi keduanya nubuwwah (kenabian) dan hikmah serta kerajaan yang besar dan kuat.

Nabi Dawud ‘alaihissalam sebelumnya adalah seorang prajurit dalam pasukan Thalut yang telah dipilih oleh salah seorang Nabi dari Bani Israil sebagai raja mereka. Thalut dipilih karena keberanian, kekuatan serta luasnya ilmu pengetahuan tentang pemerintahan dan siasat perang. […]

[AUDIO] Kajian Kitab Tarikh Khulafa

📤 DOWNLOAD MP3 kajian Kitab Tarikh Khulafa

🎙Pemateri al-Ustadz Muhammad ‘Umar as Sewed -hafizhahullah-

🕰Kajian ini dilaksanakan setiap hari Kamis jam 12.30 s.d selesai

🕌Tempat Kajian : Masjid Abu Bakar ash Shiddiq, Kompleks Ma’had Dhiyaus Sunnah. Jl. Elang Raya – Dukuh Semar Gg. Putat RT 06/RW 03, Kel. Kecapi, Kec. Harjamukti. 45142

🗺 Peta Google : http://goo.gl/maps/7n7jl

📚 Download kitab Kitab Tarikh Khulafa pdf disini

(Kitab yang ada pada link ini mungkin berbeda dengan kitab yang dipakai oleh Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah- saat pembahasan, tapi inti pembahasan dan matannya sama in syaa Allah) […]

Kisah Nabi Yunus

Dalam berdakwah kepada kaumnya, Nabi Yunus ‘alahissalam menghadapi penentangan yang demikian keras. Sekian lama beliau berdakwah namun tidak juga membawa hasil. Keadaan ini membuat Nabi Yunus ‘alahissalam marah dan meninggalkan kaumnya. Allah subhanahu wa ta’ala pun menegurnya. Bagaimana akhir dari dakwah Nabi Yunus ‘alahissalam? 

[…]

Percaya Kepada Rasulullah -shallallhu’alaihi wa sallam-

Oleh :
💻  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewedhafidzahullah

Pernah dibahas pada edisi ke 22 bahwa konsekuensi keimanan dengan kerasulan Nabi Muhammad -shallallhu’alaihi wa sallam- adalah mempercayainya, menatatinya, mencintainya, memuliakannya, mengutamakannya dan membelanya. Walaupun telah disinggung secara ringkas pada edisi tersebut namun perlu kiranya untuk merincikannya satu-persatu;

MEMPERCAYAINYA
Mengimani kerasulan Nabi Muhammad -shallallahu’alaihi wa sallam- adalah mempercayai bahwa beliau benar-benar utusan Allah yang diutus untuk menyampaikan risalah Islam kepada seluruh umat manusia. Maka konsekuensinya adalah mempercayai semua apa yang disampaikan karena semuanya adalah dari Allah -Subhanahu wa Ta’ala-. Allah berfirman : […]

Bukti-Bukti Kenabian Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam-

Oleh :
💻  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewedhafidzahullah

1. Persaksian Khadijah bintu Khuwailid -radiallahu ‘anha-
Manusia secara fitrah dapat membedakan seorang yang jujur dan seorang yang dusta, bahkan pada pengaku-pengaku penemuan tertentu sekalipun mudah dibuktikan siapa yang jujur dan siapa yang dusta. Apalagi seorang Nabi dengan seorang pengaku Nabi, yang tentunya di dalam kenabian terkandung ilmu, amal dan sifat-sifat mulia yang harus ada. Maka tentunya akan mudah sekali dibedakan antara Nabi yang diutus oleh Allah dengan para pendusta-pendusta pengaku Nabi.
Bagaimanapun seorang menutupi kebohongannya pasti akan tergelincir dan terlepas dari mulutnya atau dari sikapnya yang menunjukkan kalau dia berdusta. Demikianlah apa yang Allah taqdirkan kepada para pendusta agar terbukti kedustaannya. Allah berfirman :
“Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu”.(Muhammad : 30) […]

Beriman Kepada Kejadian Isra’ dan Mi’raj

Oleh : 💻  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewedhafidzahullah

Mukjizat yang juga besar yang Allah taqdirkan untuk memuliakan Nabi-Nya adalah Isra wal Mi’raj. Allah -Subhanahu wa Ta’al- berfirman : “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.(Al-Israa’:1)

Seorang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya wajib mengimani Isra dan Mi’raj yang merupakan mukjizat besar yang membuktikan kenabian beliau -’alaihi shalatu wa sallam- dan sekaligus memuliakannya. Tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang-orang kafir dan orang-orang sesat. […]