Kisah Nabi Syu’aib -Alaihis-Salam-

Rumah Peninggalan kaum Madyan

Perbuatan maksiat yang dilakukan oleh seseorang yang sebenarnya tidak terdesak untuk melakukan perbuatan tersebut dosanya lebih besar daripada orang yang berbuat maksiat karena memang ia terdesak untuk berbuat demikian. Seperti umat Nabi Syu’aib ‘alaihissalam yang telah dikaruniai harta yang berlimpah namun mereka masih berbuat dosa dengan melakukan kecurangan dalam timbangan. Allah subhanahu wa ta’ala pun mengazab mereka dengan azab yang pedih.

Allah subhanahu wa ta’ala mengangkat Syu’aib ‘alaihissalam menjadi nabi dan mengutus beliau ke negeri Madyan. Kejahatan yang dilakukan penduduk Madyan tidak hanya melakukan kesyirikan, tetapi juga berbuat curang dalam timbangan dan takaran. Melakukan kecurangan dalam bermuamalah dan mengurangi hak orang lain mereka lakukan. Nabi Syu’aib ‘alaihissalam mengajak mereka untuk beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala saja dan melarang mereka berbuat syirik. Beliau juga memerintahkan agar berbuat adil dan jujur dalam bermuamalah, serta mengingatkan mereka agar jangan merugikan orang lain.

Nabi Syu’aib ‘alaihissalam mengingatkan kaumnya tentang kebaikan yang telah Allah ‘alaihissalam limpahkan kepada mereka berupa rezeki yang beraneka ragam. Sesungguhnya dengan itu semua, mereka tidak perlu sampai menzalimi manusia dalam urusan harta. Nabi Syu’aib ‘alaihissalam juga mengancam dengan azab yang mengepung mereka di dunia sebelum di akhirat nanti. Namun mereka menyambutnya dengan ejekan dan menolak seruan itu sambil mengejek. Mereka berkata, » Read more

Nabi Luth dan Kaum Homoseks

131355403328282608

Gunung Sodom

Kisah Nabi Luth ‘alaihissalam ini seiring dengan kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Karena beliau adalah murid yang belajar kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan kedudukannya seperti anak bagi Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Allah subhanahu wa ta’ala mengangkatnya menjadi nabi di masa Khalilullah Ibrahim ‘alaihissalam masih hidup, dan Allah subhanahu wa ta’ala mengutusnya ke negeri Saddom di Palestina. Masyarakat di sana, selain berbuat syirik kepada Allah subhanahu wa ta’ala juga melakukan perbuatan homoseks yang belum pernah ada seorang pun melakukan kekejian ini selain mereka.

Nabi Luth ‘alaihissalam menyeru mereka untuk beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata dan melarang dari perbuatan keji tersebut (homoseks). Namun seruan itu tidak menambah kepada mereka kecuali penentangan dan kedurhakaan. Ketika Allah subhanahu wa ta’ala hendak menghancurkan mereka, Allah subhanahu wa ta’ala mengutus beberapa malaikat kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan menyampaikan hal ini kepadanya. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mendebat para malaikat itu, jangan sampai membinasakan kaum Luth ‘alaihissalam dan beliau memang seorang yang penyayang dan santun. Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berkata, » Read more

Hikmah Dakwah Nabi Ibrahim bagian 3

book-ikhlas

Sekali lagi Allah subhanahu wa ta’ala menyempurnakan nikmat-Nya kepada Ibrahim ‘alaihissalam dan merahmati pula istrinya Sarah yang telah berusia lanjut dan mandul dengan berita gembira akan lahirnya seorang putra dari rahimnya, yaitu Ishaq ‘alaihissalam.

Sebagaimana dengan nabi-nabi terdahulu, ketika Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Nabi Luth ‘alaihissalam kepada kaumnya, mereka juga mendurhakainya. Allah subhanahu wa ta’ala pun kemudian memutuskan untuk menyiksa mereka. Nabi Luth ‘alaihissalam sendiri boleh disebut sebagai murid Nabi Ibrahim ‘alaihissalam sehingga hak Nabi Ibrahim ‘alaihissalam terhadapnya sangat besar.

Datanglah para malaikat yang diutus untuk menghancurkan kaum Nabi Luth ‘alaihissalam kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dalam wujud manusia. Ketika mereka menemuinya dan mengucapkan salam, beliau menjawab salam itu dan segera menjamu mereka. Allah subhanahu wa ta’ala memberi rezeki yang luas dan kedermawanan kepada beliau di mana rumah beliau merupakan persinggahan para tamu.

Diam-diam beliau segera menemui istrinya kemudian menjumpai tamunya sambil membawa daging anak sapi gemuk yang telah matang dan menyuguhkannya kepada mereka. Beliau berkata,

» Read more

Hikmah Dakwah Nabi Ibrahim ke 2

book-ikhlasKarena menghancurkan seluruh berhala milik kaumnya—hanya menyisakan patung yang paling besar—Nabi Ibrahim ‘alaihissalam pun ditangkap dan dibawa ke tengah lapangan. Namun sesungguhnya inilah yang diharapkan beliau agar dirinya bisa menegakkan hujjah (keterangan) di depan orang banyak.

Setelah kaumnya berkumpul, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dibawa ke hadapan mereka:

قَالُوٓاْ ءَأَنتَ فَعَلۡتَ هَٰذَا بِ‍َٔالِهَتِنَا يَٰٓإِبۡرَٰهِيمُ ٦٢ قَالَ بَلۡ فَعَلَهُۥ كَبِيرُهُمۡ هَٰذَا

“Mereka bertanya, ‘Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap sesembahan kami, wahai Ibrahim?’ Ibrahim menjawab, ‘Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya….’.” (al-Anbiya: 62—63)

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berkata demikian sambil memberi isyarat ke arah patung yang masih utuh. Kaum Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berada dalam dua posisi: mau mengakui kebenaran karena tidak mungkin (tidak masuk akal) bila sebuah benda padat yang dibuat oleh tangan mereka sendiri mampu melakukan penghancuran terhadap patung-patung lain, atau mengatakan bahwa patung itulah yang menghancurkan patung-patung lain dan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam bebas dari tuduhan. Padahal sudah sama diketahui bahwa mereka tidak akan mungkin menjawab dengan jawaban kedua. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mengatakan sebagaimana dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

فَسۡ‍َٔلُوهُمۡ إِن كَانُواْ يَنطِقُونَ ٦٣

“Maka tanyakanlah kepada berhala itu, kalau mereka memang dapat berbicara.” (al-Anbiya: 63)

(Ayat) ini menghubungkan suatu masalah dengan sesuatu yang mereka ketahui bahwa itu adalah mustahil. Pada waktu itu tampak jelas kebenaran, mereka pun mengakuinya dan kembali kepada kesadaran, lalu berkata sebagaimana diceritakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala:

إِنَّكُمۡ أَنتُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ ٦٤ ثُمَّ نُكِسُواْ عَلَىٰ رُءُوسِهِمۡ

“Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menzalimi (diri sendiri). Kemudian kepala mereka jadi tertunduk..” (al-Anbiya: 64—65)

Yakni, mereka mengakui kebatilan sifat Ilahiyyah pada berhala tersebut dalam waktu yang begitu singkat. Tampak hujjah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam saat itu juga, sehingga tidak mungkin lagi bagi mereka untuk sombong menolak kebenaran tersebut.

» Read more

Hikmah Dakwah Nabi Ibrahim

book-ikhlas
Dalam berdakwah menghadapi kaumnya, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam banyak melakukan dialog yang penuh dengan hikmah dan hujjah, yang bila hati seseorang masih bersih niscaya akan menerima dakwah beliau. Namun mereka tetap pada kekafirannya, termasuk ayah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam sendiri.

Allah subhanahu wa ta’ala telah menyebutkan dalam Al-Qur’an berbagai berita dan sejarah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Dalam kisah itu terdapat teladan bagi kita terhadap para nabi secara umum, khususnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Karena sesungguhnya Allah  subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan Nabi kita dan kita semua untuk mengikuti millah (agama) Ibrahim. Yang dimaksud adalah akidah atau keyakinan, akhlak dan amalan beliau.

Allah subhanahu wa ta’ala telah menganugerahkan hidayah kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan mengajarkannya hikmah sejak masih kecil. Allah subhanahu wa ta’ala perlihatkan kepada beliau kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala di langit dan bumi. Karena inilah beliau menjadi manusia yang paling kuat keyakinan dan ilmunya dalam agama serta paling besar kasih sayangnya kepada sesama hamba Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah subhanahu wa ta’ala utus Nabi Ibrahim ‘alaihissalam ke tengah-tengah kaum musyrikin yang menyembah matahari, bulan, dan bintang. Mereka adalah ahli-ahli filsafat Shabi’ah[1] yang merupakan golongan yang paling keji dan paling besar bahayanya terhadap hamba Allah subhanahu wa ta’ala. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam telah berusaha mengajak mereka dengan berbagai cara.

» Read more

Kisah Nabi Shalih dan Kaum Tsamud

Peninggalan TsamudBangsa Tsamud dapat dikatakan sebagai bangsa ‘Aad yang kedua. Mereka tinggal di daerah Hijr (sekitar 300 km utara Madinah arah Jordania) dan sekitarnya. Bangsa ini memiliki peternakan dan pertanian yang demikian berlimpah. Kenikmatan demi kenikmatan datang silih berganti. Mereka mampu mengubah bumi yang datar menjadi istana yang mempunyai hiasan begitu indah. Juga gunung-gunung cadas menjulang mereka ubah menjadi gedung-gedung yang indah. Namun mereka tidak mengakui bahwa semua nikmat itu berasal dari Allah ‘azza wa jalla. Mereka mengingkari itu semua. Yang lebih parah lagi, mereka melakukan peribadatan kepada selain Allah ‘azza wa jalla.

Allah ‘azza wa jalla  kemudian mengutus kepada bangsa Tsamud, saudara mereka yang berasal dari kabilah mereka sendiri, yakni Nabi Shalih ‘alaihissalam. Mereka telah mengenal silsilah keturunan dan kedudukan Nabi Shalih ‘alaihissalam, juga keutamaan, kemuliaan, kejujuran, serta sikap amanahnya.

» Read more

Kisah Nabi Hud

Kaum-Aad

Sisa peninggalan kaum ‘Aad

Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Nabi Hud ‘alaihissalam kepada bangsa ‘Aad, generasi pertama yang tinggal di daerah Ahqaf di wilayah Hadhramaut (Yaman), ketika semakin bertambahnya kejahatan dan kesewenang-wenangan mereka terhadap para hamba Allah subhanahu wa ta’ala.

Mereka berkata, sebagaimana dalam ayat:
مَنۡ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةًۖ

“Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?” (Fushshilat:15)

Selain itu, kaum ‘Aad juga melakukan kesyirikan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala dan pendustaan terhadap para rasul. Maka, Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Nabi Hud ‘alaihissalam ke tengah-tengah mereka untuk mengajak mereka agar menyerahkan segala ibadah hanya untuk Allah subhanahu wa ta’ala satu-satunya dan melarang dari perbuatan syirik serta kesewenang-wenangan terhadap hamba-hamba Allah ‘azza wa jalla.

» Read more

Pelajaran dari Kisah Nabi Nuh

book-ikhlasPelajaran terpenting yang bisa diambil dari kisah Nabi Nuh ‘alaihissalam adalah bahwa dakwah setiap nabi dan rasul adalah satu, yaitu menyeru umat untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala saja (dakwah tauhid).

Nabi Nuh ‘alaihissalam tinggal di tengah-tengah kaumnya selama kira-kira 950 tahun dan masih hidup sepeninggal mereka selama waktu yang dikehendaki Allah subhanahu wa ta’ala. Beliau termasuk salah seorang rasul yang disebut Ulul ‘Azmi dan salah satu dari lima nabi yang diharapkan syafaatnya pada hari kiamat. Nabi Nuh ‘alaihissalam juga merupakan rasul Allah subhanahu wa ta’ala yang pertama diutus kepada umat manusia dan beliau bapak kedua manusia sesudah Nabi Adam ‘alaihissalam. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala melimpahkan shalawat dan salam kepada beliau dan kepada para nabi seluruhnya.

Dari kisah Nabi Nuh ‘alaihissalam dapat kita ambil beberapa faedah, antara lain:

» Read more

Ditenggelamkannya Kaum Nabi Nuh

tenggelam2

Ilustrasi

Kaum Nabi Nuh ‘alahis salam yang kafir ditenggelamkan Allah subhanahu wa ta’ala dalam air bah yang sangat dahsyat. Semuanya binasa, termasuk putra Nabi Nuh ‘alahis salam yang sebenarnya masih disayanginya.

Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan kepada beliau kepastian akan ditenggelamkannya kaumnya serta memerintahkan agar jangan mengatakan sesuatu kepada Allah subhanahu wa ta’ala, karena mereka sesungguhnya benar-benar sangat zalim.

Mulailah Nabi Nuh ‘alahis salam membuat kapal. Setiap kali pemimpin kaumnya melewati Nabi Nuh ‘alahis salam, mereka mengejeknya. Nabi Nuh ‘alahis salam berkata kepada mereka, ”Jika kalian mengejek kami saat ini, maka kami (pun) akan mengejek kalian (nanti) apabila bencana menimpa kalian.”

» Read more