Hukum Makan Daging Biawak

Alhamdulillah. Biawak dalam bahasa Arab disebut waral. Binatang ini adalah jenis binatang melata, termasuk golongan kadal besar dan sangat dikenal di negeri ini. Hidupnya di tepi sungai dan berdiam dalam lubang di tanah, bisa berenang di air serta memanjat pohon. Binatang ini tergolong hewan pemangsa dengan gigi taringnya yang memangsa ular, ayam, dan lainnya.1 Ada biawak yang lebih besar dan lebih buas, disebut komodo.

Dengan demikian, biawak haram dimakan berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:
ูƒูู„ูู‘ ุฐููŠ ู†ูŽุงุจู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูู‘ุจูŽุงุนู ููŽุฃูŽูƒู’ู„ูู‡ู ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒ
โ€œSeluruh binatang pemangsa dengan gigi taringnya maka haram memakannya.โ€ (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Terdapat hadits-hadits lainnya yang semakna dengan ini dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim serta lainnya.
Jangan disangka bahwa biawak (waral) adalah dhab (hewan mirip biawak) yang halal. Dhab dihalalkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana dalam hadits Khalid bin al-Walid radhiallahu ‘ahu:
โ€œIa masuk bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ke rumah Maimunah, lalu disajikan daging dhab panggang. Nabi shallallahu alaihi wasallam menjulurkan tangannya (untuk mengambilnya). Berkatalah sebagian wanita (yang ada di dalam rumah), โ€˜Beritahu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam apa yang akan dimakannya.โ€™ Mereka lantas berkata, โ€˜Wahai Rasulullah, itu adalah daging dhab.โ€™ Nabi shallallahu alaihi wasallam pun menarik kembali tangannya. Aku berkata, โ€˜Wahai Rasulullah, apakah binatang ini haram?โ€™ Beliau menjawab, โ€˜Tidak, tetapi binatang ini tidak ada di tanah kaumku sehingga aku merasa jijik padanyaโ€™.โ€ Khalid berkata, โ€œAku pun mencuilnya dan memakannya sementara Rasulullah n memerhatikanku.โ€ (HR. al-Bukhari dan Muslim serta lainnya) […]

๐Ÿ’ง๐ŸŒŠ๐ŸŒงโ„ HUKUM HEWAN AIR

๐Ÿ’Ž Fawaid Fiqhiyyah

๐Ÿ’ง๐ŸŒŠ๐ŸŒงโ„ HUKUM HEWAN AIR

โœ Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata :

๐Ÿ’ฆ Sesungguhnya seluruh ikan yang kecil ataupun yang besar (seperti ikan paus) halal berdasarkan keumuman sabda Nabi : “halal bangkainya”(1). Lafaz “bangkai” di sini bentuknya tunggal dan disandarkan kepada lafaz lain, maka ia mencakup seluruh hewan air secara umum.

๐Ÿ’ฆ Oleh karena itu, setiap bangkai hewan laut seperti ikan yang kecil ataupun yang besarnya adalah halal. Apakah ia suci atau tidak suci? Ia suci. Dari mana kita bisa mengetahui kesuciannya? Dari sisi kehalalannya. Kita memiliki kaidah yang bermanfaat yaitu :

โœ… Sesungguhnya setiap sesuatu yang halal itu suci, tetapi tidaklah setiap sesuatu yang suci itu halal.

โœ… Setiap sesuatu yang najis itu haram, tetapi tidak setiap sesuatu yang haram itu najis.

๐Ÿ“š Fathu Dzil Jalali wal Ikram (1/60) […]

Hukum Wudhu dengan Air yang Terdapat Bangkai Kucing

๐Ÿ’Ž HUKUM SESEORANG YANG BERWUDHU DENGAN AIR YANG TERDAPAT BANGKAI KUCING PADANYA DISERTAI PERUBAHAN BAU AIR ITU KARENANYA

Pertanyaan diajukan kepada Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin

โ“ Tanya :
Barakallahu fikum, Wahai Fadhilatusy Syaikh, ada seorang perempuan bertanya:

Seekor kucing terjatuh ke dalam sumur dan mati. Tidak ada seorang pun yang mengangkatnya, sehingga bau air sumur tersebut berubah. Setelah lewat beberapa bulan, kami berwudhu dengan air tersebut untuk melaksanakan shalat dalam keadaan bau air sumur itu tetap berubah. Apakah air itu menjadi najis ataukah tidak? Jika air itu najis,apakah kami wajib mengulang shalat-shalat yang telah lewat? Berilah kami faidah, semoga Allah memberikan pahala kepadamu!

โœ… Jawab : […]

๐Ÿ—“ BERDZIKIR KEPADA ALLAH -AZZA WA JALLA- DI HARI-HARI TASYRIQ

๐Ÿ“– Allah -Azza wa Jalla- berfirman :
((ูˆุงุฐูƒุฑูˆุง ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุฃูŠุงู… ู…ุนุฏูˆุฏุงุช ….. ุงู„ุขูŠุฉ)).ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุจู‚ุฑุฉ.
“Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari-hari tertentu…” (Al Baqarah).

๐Ÿ’ฌ Ibnu Abbas -radhiallahu anhu- berkata: “Firman Allah Ta’ala, “Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari-hari tertentu.” Yang dimaksud hari-hari tertentu adalah hari-hari tasyriq yaitu 3 hari setelah Iedul Adha.” (Tafsir Ath Thabari/ Tafsir surat Al Baqarah) […]

๐Ÿ”ช๐Ÿฅฉ MACAM-MACAM CACAT YANG MENJADIKAN HEWAN TIDAK LAYAK UNTUK KURBAN

๐Ÿ’ฌ Asy Syaikh Abu Ammar Ali Al Hudzaifi -hafidzohullah- berkata :

Syarat ketiga dari syarat sahnya kurban yaitu agar hewan tersebut selamat dari cacat.
Sebagaimana yang tersebut dalam sabda Nabi ๏ทบ :
โ€œEmpat macam cacat yang menyebabkan hewan tidak layak dijadikan kurban:
โ€ข rusak matanya dan jelas kerusakannya, […]

๐Ÿพ MASALAH PENYEMBELIHAN KURBAN

๐Ÿ’ฌ Asy Syaikh Abu Ammar Ali Al Hudzaifi -hafidzohullah- berkata :

๐Ÿ“œ Kata ุงู„ุฃุถู’ุญููŠูŽุฉ dengan dhammah pada hamzah (ุฃููุถุญูŠุฉ) dan boleh juga dengan kashroh (ุฅูุถู’ุญูŠุฉ), dan kadang dikatakan: ุถูŽุญููŠู‘ูŽุฉ dengan wazan ุณูŽุฑููŠู‘ุฉ juga ุฃุถุญุงู‡ dengan wazan ุฃุฑุทุงู‡

๐Ÿ’ซโ€ข Yaitu hewan kurban yang disembelih seorang muslim pada hari Ied dan hari-hari tasyriq setelahnya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah -Ta’ala-, karena Allah berfirman : […]

FAIDAH-FAIDAH BERKAITAN SEPUTAR HARI IED

1. Berhias pada hari Ied*)

ุนู† ุจู† ุนุจุงุณ ู‚ุงู„ ูƒุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ูŠู„ุจุณ ูŠูˆู… ุงู„ุนูŠุฏ ุจุฑุฏุฉ ุญู…ุฑุงุก. ุงู„ุณู„ุณู„ุฉ ุงู„ุตุญูŠุญุฉ (1279)

Dari Ibnu โ€˜Abbas –radhiallahu ‘anhuma– berkata : โ€œBahwasanya Rasulullah ๏ทบ memakai burdah berwarna merah pada hari ied”.
Silsilah As Shahihah (1279)

*) memakai pakain bagus dan miyak wangi khusus bagi laki-laki -penj.

2. Mengambil jalan berbeda ketika berangkat dan pulang dari shalat ied. […]

๐ŸŒบ๐ŸŒท PARA WANITA PUN DIPERINTAHKAN MENGHADIRI SHALAT IED

โ“๐Ÿ“– Asy Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahullah- ditanya : “Mana yang lebih utama bagi perempuan apakah keluar untuk shalat Ied atau tetap berdiam diri di rumah?”

๐Ÿ’ฌ Maka beliau menjawab :

๐Ÿ“๐Ÿ’ซ Yang paling utama adalah mereka keluar menuju shalat Ied, karena Nabi ๏ทบ memerintahkan para wanita untuk keluar menuju shalat ied, sampai “Al-Awatiq” (gadis yang baru baligh) dan “Dzawatul Khudur” […]