Ittiba’ Kepada Rasululah -shallallahu’alaihi wa sallam- (II)

Oleh :
💻  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewedhafidzahullah

MENERIMA KEPUTUSAN HUKUM NABI -shallallahu’alaihi wa sallam-

Termasuk taat kepada Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam- adalah menerima keputusan-keputusan hukum Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam- dengan lapang dada, tidak ada rasa berat apalagi menolak. Allah berfirman :

Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”.(An-Nisa’:65)

Dalam ayat diatas Allah bersumpah dengan namanya bahwa seseorang tidak dikatakan beriman hingga dia menjadikan Rasulullah sebagai hakim yang memutuskan keputusan-keputusan hukum diantara mereka, kemudian menerimanya sepenuh hati.

Allah juga berfirman: […]

Ittiba’ Kepada Rasululah -shallallahu’alaihi wa sallam- (I)

Oleh :
💻  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewedhafidzahullah

ANTARA TAAT DAN KEPERCAYAAN

Masalah ketaatan tidak lepas dari keimanan dan kepercayaan. Siapa yang beriman dan percaya bahwa Nabi Muhammad -shallallahu’alaihi wa sallam- adalah seorang Rasul yang diutus oleh Allah, pasti ia akan mentaati perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya. Karena memang diutusnya Rasul adalah untuk ditaati.

Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk dita`ati dengan seizin Allah”.(An-Nisaa’:64)

Maka orang yang tidak mau mentaatinya berarti ia belum mengakui bahwa Nabi Muhammad -shallallahu’alaihi wa sallam- adalah utusan Allah.

Dalam Al-Qur’an pun tidak sedikit ayat yang memerintahkan untuk taat kepada Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam-. Diantaranya firman Allah -Ta’ala- […]

Bukti-Bukti Kenabian Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam-

Oleh :
💻  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewedhafidzahullah

1. Persaksian Khadijah bintu Khuwailid -radiallahu ‘anha-
Manusia secara fitrah dapat membedakan seorang yang jujur dan seorang yang dusta, bahkan pada pengaku-pengaku penemuan tertentu sekalipun mudah dibuktikan siapa yang jujur dan siapa yang dusta. Apalagi seorang Nabi dengan seorang pengaku Nabi, yang tentunya di dalam kenabian terkandung ilmu, amal dan sifat-sifat mulia yang harus ada. Maka tentunya akan mudah sekali dibedakan antara Nabi yang diutus oleh Allah dengan para pendusta-pendusta pengaku Nabi.
Bagaimanapun seorang menutupi kebohongannya pasti akan tergelincir dan terlepas dari mulutnya atau dari sikapnya yang menunjukkan kalau dia berdusta. Demikianlah apa yang Allah taqdirkan kepada para pendusta agar terbukti kedustaannya. Allah berfirman :
“Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu”.(Muhammad : 30) […]

Beriman Kepada Kejadian Isra’ dan Mi’raj

Oleh :
💻  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewedhafidzahullah

Mukjizat yang juga besar yang Allah taqdirkan untuk memuliakan Nabi-Nya adalah Isra wal Mi’raj. Allah -Subhanahu wa Ta’al- berfirman :
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.(Al-Israa’:1)
Seorang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya wajib mengimani Isra dan Mi’raj yang merupakan mukjizat besar yang membuktikan kenabian beliau -’alaihi shalatu wa sallam- dan sekaligus memuliakannya. Tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang-orang kafir dan orang-orang sesat. […]