BERSAHUR DAN BERIFTHAR (BERBUKA) MENURUT TUNTUNAN RASULULLAH

Sahur dan buka puasa merupakan dua amalan yang cukup berarti dalam ibadah puasa seseorang. Ia tidak hanya sekedar makan dan minum, namun ia justru sebagai ibadah yang membedakan antara kita kaum muslimin dengan Ahlul Kitab (Yahudi dan Nashoro). Sebagaimana yang diriwayatkan oleh shahabat Amr bin Ash bahwa Rosulullah -Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-ย  bersabda :
ููŽุตู’ู„ู ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุตููŠูŽุงู…ูู†ูŽุง ูˆูŽุตููŠูŽุงู…ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ุฃูŽูƒู’ู„ูŽุฉู ุงู„ุณู‘ูŽุญูŽุฑู
โ€œPembeda antara shaumnya kita dengan shaumnya Ahlul Kitab (adalah) adanya makan sahur.โ€ (H.R Muslim)
Dan juga hadits yang diriwayatkan oleh Shahabat Abu Hurairah bahwa Rosulullah -Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam- bersabda :
ู„ูŽุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ุธูŽุงู‡ูุฑู‹ุง ู…ูŽุง ุนูŽุฌู‘ูŽู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุงู„ู’ููุทู’ุฑูŽ ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุตูŽุงุฑูŽู‰ ูŠูุคูŽุฎู‘ูุฑููˆู†ูŽ
โ€œAkan terus Islam ini jaya selama kaum muslimin masih menyegerakan berbuka (ifthor), karena sesungguhnya kaum Yahudi dan Nashoro selalu menundanya.โ€ (H.R. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Hakim. Dihasankan oleh Asy Syaikh Al-Albani dalam Shohih Sunan Abi Dawud no. 2353 dan Shohih Targhib no. 1075) » Read more

Kisah Nabi Musa dan Nabi Harun

Ilustrasi keranjang bayi

Siapakah yang mampu menolak ketetapan Allah ketika Ia menakdirkan lahirnya seorang nabi yang kemudian dibesarkan di lingkungan musuh besarnya. Dialah Musa โ€˜alaihissalam, nabi yang sempat mengenyam asuhan dari istri sang angkara murka, Firโ€™aun. Kisahnya yang agung banyak menghiasi lembar al-Qurโ€™an serta memberikan banyak pelajaran berharga bagi umat nabi lain di kemudian hari.

Allah subhanahu wa taโ€™ala memaparkan kisah Nabi Musa bin โ€˜Imran dan saudaranya Harun โ€˜alaihimassalam demikian panjang. Allah menceritakan sejarah mereka pada beberapa tempat dalam al-Qurโ€™an dengan uslub atau gaya bahasa yang berbeda-beda, kadang dengan ringkas dan kadang meluas sesuai dengan keadaannya. Tidak ada kisah yang lebih besar dalam al-Qurโ€™an selain kisah Nabi Musa โ€˜alaihissalam. Karena beliau betul-betul berupaya memperbaiki Firaโ€™un dan tentara-tentaranya, juga terhadap Bani Israil dengan upaya yang demikian hebat.

Musa โ€˜alaihissalam adalah nabi yang paling utama di kalangan bani Israil, begitu pula syariat serta kitabnya, Taurat. Beliau โ€˜alaihissalam adalah sumber rujukan para nabi bani Israil dan para ulama mereka. Pengikut beliau termasuk umat terbanyak di samping umat Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alahi wa sallam.
» Read more

Keutamaan Tarawih

Oleh :
๐Ÿ’ปย  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed –hafidzahullah

Shalat tarawih sangat dianjurkan oleh Rasulullah –Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-walaupun beliau tidak mewajibkannya.ย  Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah –Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam– bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุฅููŠู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡ู
โ€œBarangsiapa siapa yang menegakkan qiyamur ramadhan dengan keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah laluโ€. (HR. Bukhari dan Muslim)
Disyariatkan qiyamur ramadlan atau shalat tarawih secara berjama’ah, maka inilah yang lebih utama daripada shalat tarawih sendirian.
Diriwayatkan dari Abu Dzar bahwa dia berkata:
โ€œKami berpuasa bersama Rasulullah -Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam- pada bulan Ramadhan, maka beliau tidak menegakkan qiyamul lail bersama kami hingga tersisa tujuh hari.ย  Kemudian menegakkan qiyamul lail bersama kami ketika sudah tersisa sepertiga malam terakhir. Kemudian ketika tersisa enam hari, beliau tidak menegakkan qiyamul lail bersama kami. Kemudian ketika tersisa lima hari, beliau menegakkan qiyamul lail bersama kami, hingga lewat pertengahan malam.ย  Kemudian aku (Abu Dzar) berkata: “Wahai Rasulullah, alangkah baiknya sekiranya engkau menambahi shalat sunnah pada sisa malam ini untuk kami!.” Maka Rasulullah -Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam- bersabda:
ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽู†ู’ุตูŽุฑูููŽ ุญูุณูุจูŽ ู„ูŽู‡ู ู‚ููŠูŽุงู…ู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู
โ€œSesungguhnya seseorang jika shalat bersama imamย  hingga selesai, maka dicatat baginya sebagai shalat seluruh malam”. » Read more

Berpuasa dan berhari raya bersama Kaum Muslimin

Oleh :
๐Ÿ’ปย  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-

Dari Abu Hurairah -radhiallahu ‘anhu- bahwasanya Nabiย  -shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah bersabda :
ุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽุตููˆู…ููˆู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ููุทู’ุฑู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชููู’ุทูุฑููˆู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุถู’ุญูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูุถูŽุญู‘ููˆู†ูŽ
โ€œPuasa itu adalah hari ketika kalian seluruhnya berpuasa, Idul Fitri adalah hari di manaย  kalian berbuka dan Idul Adha adalah hari ketika kalian menyembelih kurbanโ€. (HR. Tirmidzi, dengan Tuhfatul Ahwadzi, 2/37)
Hadits tersebut dikeluarkan oleh Imam At- Tirmidzi dari Ishaq bin Ja’far bin Muhammad, dia berkata: “Menyampaikan kepadaku Abdullah bin Ja’far dari Utsman bin Muhammad dari Abi Hurairahย  -radhiallahu ‘anhu-โ€.
Imam At-Tirmidzi mengomentari hadits ini dengan ucapan: “Hadits hasan gharib.”
Asy-Syaikh al-Albani berkata : “Saya katakan bahwa sanad hadits ini bagus, para perawinya semua tsiqah (terpercaya). Hanya pada Utsman bin Muhammad yaitu Ibnul Mughirah bin Akhnas ada pembicaraan sedikit tentangnya. Berkata al-Hafidh dalam at-Taqrib: Jujur, namun kadang keliru”. (Silsilah al-Ahaadits ash-Shahihah, hadits no. 224, hal. 440)
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Ibnu Majah, Ad Daruquthni dan Abu Dawud, dari jalan-jalan yang lain.
Selain itu ada pula hadits mauquf yang semakna dengan ini dari Aisyah dikeluarkan oleh al-Baihaqi dari jalan Abu Hanifah, Ia berkata : » Read more

Al-Qurโ€™an adalah Mukjizat Terbesar Nabi Muhammad -shalallahuโ€™alaihi wa sallam- (II)

Oleh :
๐Ÿ’ปย  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewedhafidzahullah

Diriwayatkan dalam Tafsir Ibnu Katsir riwayat tentang seorang tokoh musyrikin yang ahli dalam bidang syair dan bahasa Arab yaitu Walid ibnu Mughirah Al- Makhzumi ia pernah mendengarkan ayat-ayat Al-Qurโ€™an, ketika dibacakan ia terkagum-kagum dan berkata: “Duhai sangat menakjubkan apa yang telah dibaca oleh Ibnu Abi Kabsah (yang dimaksud Ibnu Abi Kabsah adalah Rasulullahย  -shalallahu’alaihi wa sallam-, namun dia menyebutkan dengan anak tukang kambing untuk menghinakannya – semoga Allah melaknat Walid ibnu Mughirah-) kemudian Walid melanjutkan: โ€œSungguh demi Allah ini bukan syair, bukan sihir, bukan pula igauan orang gila, sesungguhnya ucapan itu betul-betul dari ucapan Allah”.
Ketika orang-orang Quraisy mendengar pujian Walid terhadap ayat-ayat Al-Qurโ€™an, maka merekapun berkumpul dan bermusyawarah, bagaimana menghalangi Walid agar jangan masuk Islam. Maka berkata Abu Jahl :โ€œBiar aku yang mengurusinya “.
Maka berangkatlah Abu Jahl kerumahnya kemudian berkatalah Abu Jahl (A) Kepada Walid (W);
A :โ€œWahai pamanku sesungguhnya kaummu sedang mengumpulkan harta untukmu!โ€
W :โ€œMengapa? bukankah aku orang yang paling kaya dan banyak keturunannya di negeri ini ?โ€

» Read more

Al-Qur’an adalah Mukjizat Terbesar Nabi Muhammad -shalallahu’alaihi wa sallam- (I)

Oleh :
๐Ÿ’ปย  Al Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed -hafidzahullah-

Diantara konsekuensi keimanan bahwa Nabi Muhammad -shalallahu’alaihi wa sallam- utusan Allah adalah mempercayai mukjizat-mukjizat yang Allah berikan kepada beliau. Mukjizat adalah satu kejadian yang keluar dari kebiasaan yang Allah taqdirkan untuk memuliakan Nabi-Nya dan untuk meyakinkan kaum muslimin tentang kenabian beliau.

Al-Qurโ€™an kejadian mukjizat terbesar
Mukjizat terbesar Rasulullah -shalallahu’alaihi wa sallam- adalah Al-Qurโ€™an, dimana Allah turunkan dengan bahasa mereka yaitu bahasa arab, namun dengan gaya bahasa yang sangat bagus, indah dan tidak pernah mereka mendengarkan yang seperti itu sebelumnya. Al-Qurโ€™an bukan syair-syair dan Rasulullah -shalallahu’alaihi wa sallam- bukan penyair, namun keindahannya lebih daripada syair-syair yang terbaik sekalipun.
Tentang Al-Qurโ€™an diturunkan dengan bahasa Arab telah disebutkan oleh Allahย  -Ta’ala-ย ย  dalam ayat-ayat-Nya :
ุฅูู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุงู‡ู ู‚ูุฑู’ุขู†ู‹ุง ุนูŽุฑูŽุจููŠู‘ู‹ุง ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุนู’ู‚ูู„ููˆู†ูŽ
โ€œSesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qurโ€™an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminyaโ€. (Yusuf:2)
ูˆูŽูƒูŽุฐูŽูฐู„ููƒูŽ ุฃูŽูˆู’ุญูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู‚ูุฑู’ุขู†ู‹ุง ุนูŽุฑูŽุจููŠู‘ู‹ุง ู„ูุชูู†ู’ุฐูุฑูŽ ุฃูู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑูŽู‰ูฐ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุญูŽูˆู’ู„ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุชูู†ู’ุฐูุฑูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู…ู’ุนู ู„ูŽุง ุฑูŽูŠู’ุจูŽ ูููŠู‡ู
โ€œDemikianlah Kami wahyukan kepadamu Al-Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanyaโ€.(Asy-Syuura : 7) » Read more

Cara Duduk Tasyahhud Akhir dalam Setiap Sholat

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

Pendahuluan

ุฅู† ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ู†ุญู…ุฏู‡ ูˆู†ุณุชุนูŠู†ู‡ ูˆู†ุณุชุบูุฑู‡ุŒ ูˆู†ุนูˆุฐ ุจุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุดุฑูˆุฑ ุฃู†ูุณู†ุง ูˆู…ู† ุณูŠุฆุงุช ุฃุนู…ุงู„ู†ุงุŒ ู…ู† ูŠู‡ุฏู‡ ุงู„ู„ู‡ ูู„ุง ู…ุถู„ ู„ู‡ุŒ ูˆู…ู† ูŠุถู„ู„ ูู„ุง ู‡ุงุฏูŠ ู„ู‡ุŒ ูˆุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุญุฏู‡ ู„ุง ุดุฑูŠูƒ ู„ู‡ ูˆุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู…ุญู…ุฏู‹ุง ุนุจุฏู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡ุŒ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ุŒ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู….
ุฃู…ุง ุจุนุฏ:

Sesungguhnya salah satu upaya menghindarkan diri dari fitnah yang melanda disetiap zaman adalah menyibukkan diri dalam menuntut ilmu, menghafal, murajaโ€™ah, belajar , dan mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada yang lain, yang dengannya seseorang dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Rasulullah โ€“ shallallahu โ€˜alaihi wa sallam โ€“ bersabda:

(( ู†ูŽุถู‘ูŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู…ู’ุฑูŽุฃู‹ ุณูŽู…ูุนูŽ ู…ูู†ู‘ูŽุง ุญูŽุฏููŠุซู‹ุง ููŽุญูŽููุธูŽู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุจูŽู„ู‘ูุบูŽู‡ู ุบูŽูŠู’ุฑูŽู‡ู ููŽุฑูุจู‘ูŽ ุญูŽุงู…ูู„ู ููู‚ู’ู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ู‡ููˆูŽ ุฃูŽูู’ู‚ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽุฑูุจู‘ูŽ ุญูŽุงู…ูู„ู ููู‚ู’ู‡ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุจูููŽู‚ููŠู‡ู )).

โ€œSemoga Allah memberikan kebahagiaan kepada seseorang yang mendengar dari kami satu hadits, lalu dia menghafalnya, hingga dia menyampaikan kepada yang lainnya. Boleh jadi orang yang membawa fiqih menyampaikan kepada yang lebih faqih, dan boleh jadi orang yang membawa fiqih tersebut tidak faqih.โ€

(HR. Tirmidzi (2656), Abu Dawud (3660), Ibnu Majah (230), dari hadits Zaid bin Tsabit โ€“ radhiyallahu โ€˜anhu โ€“ . Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi).

Dan risalah kecil ini merupakan salah satu risalah yang bersifat ilmiah untuk membuka wawasan ilmu fiqih yang ada pada kaum muslimin, sebagai pencerahan intelektual yang menuntut seorang muslim, khususnya kalangan para penuntut ilmu syarโ€™i untuk bisa memahami setiap masalah hukum berdasarkan dalil-dalil dari sumbernya yang jernih, yaitu Al-Qurโ€™an Al-Karim dan Sunnah Nabawiyyah yang shahih. Risalah ini menjelaskan tentang hukum dan tata cara duduk yang benar didalam shalat, disaat seorang yang melakukan shalat duduk pada tahiyyat akhir, dari shalat yang wajib maupun nafilah (sunnah), baik shalat yang berjumlah satu rakaโ€™at, dua rakaโ€™at, tiga rakaโ€™at dan seterusnya, baik shalat yang memiliki satu tasyahhud maupun dua tasyahhud. Dimana kita menyaksikan adanya perbedaan cara yang diamalkan kaum muslimin dalam cara duduk mereka, ada yang duduk iftirasy pada setiap shalat yang berjumlah dua rakaโ€™at, atau yang memiliki satu tasyahhud, dan ada pula yang melakukannya dengan cara duduk tawarruk. Sehingga sebagian kaum muslimin mempertanyakan tentang hal ini, apakah landasan masing-masing mereka yang melakukan cara duduk yang berbeda? Manakah yang benar?, manakah yang lebih sesuai dengan dalil?, apakah keduanya memang disebutkan dalam hadits? Dan yang semisalnya dari berbagai pertanyaan yang kerap diajukan kepada kami. Terlebih disaat sebagian kaum muslimin yang sudah terbiasa semenjak kecil dengan cara duduk tertentu, lalu kemudian merasa heran dengan cara yang dilakukan sebagian mereka yang shalat dengan cara duduk yang berbeda. Sehingga hal ini mendorong kami untuk mengeluarkan risalah kecil ini, agar bermanfaat bagi mereka yang ingin melihat permasalahan ini dengan kacamata ilmiah.

Memang ada sebagian para penuntut ilmu yang telah menulis tentang masalah ini walaupun dengan cara yang ringkas โ€“ semoga Allah membalas kebaikan mereka -, dan penulis juga memahami bahwa mungkin tulisan ini bersifat penjelasan, sekaligus bantahan terhadap sebagian tulisan tersebut, yang pada hakekatnya tidak memberikan hak yang semestinya terhadap bahasan ini.

Yang jelas, penulis telah berupaya semaksimal mungkin untuk menjelaskan masalah ini dengan cara ilmiah. Namun sebagai manusia biasa, keadaanya seperti kata pepatah โ€œtiada gading yang tak retakโ€, sehingga kalau di dalamnya ada kekeliruan, baik isi maupun penulisan, kami dengan lapang dada menerima kritikan tersebut, dan semoga itu menjadi pahala tersendiri untuknya disisi Allah โ€“ jalla jalalahu -.

Balikpapan, Maโ€™had Ibnul Qoyyim
28 Syaโ€™ban 1428 H

Abu Karimah Askari bin Jamal

============================ » Read more

1 2 3 8