?⚔ Bertambahnya Keimanan dengan Amalan Jihad dan Ketaatan ??

naiknya-keimanan

Oleh
? Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewedhafidzahullah
 

⏫ Iman akan bertambah dengan amalan shalih; apakah amalan anggota badan, amalan lisan ataupun amalan hati.

? Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala– menyebutkan tentang bertambahnya iman para Shahabat ketika mereka beramal dengan amalan shalih, diantaranya :

?Bertambahnya Keimanan dengan Jihad

? Saat para Shahabat diancam akan didatangkannya pasukan Ahzab -yakni setelah perang Uhud- kaum Mukminin sudah diuji oleh AllahSubhanahu wa Ta’ala– siapa yang ragu dengan janji-janji Allah, dia akan takut dan gelisah.

✔Adapun orang-orang yang yakin kepada janji-janji Allah maka ancaman tersebut tidak menambah kecuali keimanan mereka.

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Yaitu ketika telah berkata manusia kepada mereka (orang-orang beriman): “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu justru  menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”.(Ali Imran: 173)? Ketika para Shahabat berperang fiisabilillah dalam perang Ahzab dan mereka menyaksikan betapa musuh-musuh Allah dalam jumlah besar mengepung mereka, maka justru kejadian tersebut menjadi sebab Allah menambah iman mereka.

? AllahTa’ala– berfirman :

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ ۚ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا

Tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata : “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Yang demikian itu tidaklah menambah kecuali keimanan dan ketundukan mereka”.(Al- Ahzab:22)

? Bertambahnya keimanan dengan ketaataan ?

⏫ Demikian pula ketika mereka dengan ikhlas mengikuti perintah Rasulullah -shalallahu’alaihi wa sallam- untuk berangkat ke Makkah -dalam keadaan mereka tahu bahwa musuh yang paling gencar mengganggu kaum Muslimin ketika itu adalah musyrikin Makkah- maka terjadilah penghadangan oleh kaum musyrikin Quraisy di daerah yang bernama Hudaibiyyah sehingga terjadilah Bai’atur-ridwan dan kemudian terjadilah perjanjian Hudaibiyyah.

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا * لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا * وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا * هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan (Hudaibiyyah) yang nyata. Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni`mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus. dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak). Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu’min supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)”.(Al-Fath : 1-4)

? Para ahli tafsir mengatakan; Al-Fath pada ayat ini adalah perjanjian Hudaibiyyah, karena perjanjian Hudaibiyyah membuka pintu-pintu dakwah luas ke seluruh dunia. Dan terbukti pula bahwa Hudaibiyyah adalah betul-betul kemenangan dan pembukaan dengan bertambahnya kaum Muslimin berlipat-lipat kali dalam waktu yang relatif singkat, yaitu ketika terjadinya Hudaibiyyah kurang lebih 1.500 orang, sedangkan pada tahun berikutnya menjadi 12.000 orang lebih.

? Ibnu Katsir -rahimahullah- berkata: ”Allah jadikan perjanjian Hudaibiyyah sebagai kemenangan (Al-fath) karena maslahat dan akhir yang baik didapatkan oleh kaum muslimin dengan sebab perjanjian tersebut”. (Tafsir Al-Qur’anul- Adhim : 4/192)

? Lihatlah betapa amalan jihad dan ketaatan mereka kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam– menjadi sebab bertambahnya keimanan mereka.

? Risalah Dakwah Manhaj Salaf Edisi 16/th.IV 27 Robiul awwal 1429 H/24 April 2008 M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *